M. Hendri Agustiawan, SH, SA

Rabu, 14 September 2016

Kesalahan kecil

seorang guru menuliskan ini di papan tulis :

5 x 1 = 7
5 x 2 = 10
5 x 3 = 15
5 x 4 = 20
5 x 5 = 25
5 x 6 = 30
5 x 7 = 35
5 x 8 = 40
5 x 9 = 45
5 x 10 = 50

Setelah selesai menulis dia balik melihat murid-muridnya yang mulai tertawa menyadari ada sesuatu yang salah.

Pak gurupun bertanya :

"Mengapa kalian tertawa?"

Serentak mereka semua menjawab :
"Yang nomor satu salaaaahhh Paaakk!" (tertawa bareng).

Sejenak pak guru menatap muridnya, tersenyum menjelaskan :
"Saya memang sengaja menulis seperti itu agar kalian bisa belajar sesuatu dari ini.

Saya ingin kalian tahu bagaimana dunia ini memperlakukan kita.
Kaliankan sudah melihat bahwa saya juga menuliskan hal yang benar sebanyak 9 kali, tapi tak ada satupun kalian yang memberi selamat.

Kalian malah lebih cenderung menertawakan saya hanya untuk satu kesalahan.

Hidup ini jarang sekali mengapresiasi hal-hal yang baik bahkan yang kita lakukan ribuan sekalipun.

Hidup ini justru akan selalu mengkritisi kesalahan kita, bahkan sekecil apapun yang kita perbuat.

Ketahuilah anak-anakku :

"Orang lebih dikenal dari satu kesalahan yang ia perbuat, dibandingkan dengan seribu kebaikan yang ia lakukan."

Semoga dari kesalahan kita bisa memperbaiki diri lebih baik lagi.
Dan ingat, sebodoh-bodohnya orang adalah orang yang yakin akan kebaikannya sendiri.

Minggu, 11 September 2016

Takbiran

⬛ *Takbiran*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*_Mbah Maimoen Zubair_*

Setelah Isya di Musholla Al-Anwar ada takbir, para santri membaca takbir dan ketika sampai pada lafadl:

*ﻣﺨﻠﺼﻴﻦ ﻟﻪ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﻟﻮ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﻭﻥ …*

Sebagian dari mereka menambahi dengan

*ﻣﺨﻠﺼﻴﻦ ﻟﻪ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﻟﻮ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﻭﻥ؛  ﻭﻟﻮ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻮﻥ ، ﻭﻟﻮ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻘﻮﻥ …*

*_Syaikhuna_* yang waktu itu ada di ruang tamu dan mendengar, *_Beliau_* memanggil salah satu santri kemudian beliau *_memberi titah:_*

*_“Cong, sing moco takbir kandani, lafale iku cukup ﻭﻟﻮ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﻭﻥ , ojo muk tambahi ﻭﻟﻮ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻘﻮﻥ . Yen pengen nambahi yo cukup ditambah ﻭﻟﻮ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻮﻥ kerono sing kewarid nang qur’an iku mung loro, yoiku: ﻭﻟﻮ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﻭﻥ karo ﻭﻟﻮ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻮﻥ . Dene ﻭﻟﻮ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻘﻮﻥ ora ono nang qur’an. Wong munafiq iku senajan haqiqote wong kafir, namung mlebu barisane wong islam, kerono iku ojo dimungsuhi senajan gething. Yen dimungsuhi, lak podo dene mungsuhan karo podo islame.”_*

Fiqh qurban kh arifin fanani

Fiqih Qurban
___
Soal qurban, Kiai Arifin mengingatkan agar ketika hendak membeli hewan sembelihan hendaknya mengajak orang yang lebih paham dan ahli mendeteksi usianya. Karena dalam fiqih, syarat hewan yang diqurbankan adalah 1 tahun (kambing domba), 2 tahun (kambing kerikil, kambing jowo, kambing kacang, kerbau atau sapi) dan 5 tahun (onta).

Walau tidak semua bakul melakukan kecurangan, ketika musim panen, ada sebagian dari mereka yang nakal memberikan ragi ke gigi-gigi hewan ternaknya agar cepat rompal (putus/ terpotong) sehingga dianggap powel (berumur cukup untuk qurban). Menurutnya, rompalnya gigi hewan agar disebut memenuhi standar berqurban itu tidak cukup hanya satu gigi.

Secara fisik, Kiai Arifin tidak bisa memberikan tanda pasti soal umur hewan qurban itu, “sulit karena kerbau, sapi, kambing, tidak ada sertifikat akta kelahirannya,” jawabnya disambut tawa santri menara.

Begitu pun, usia hewan tidak bisa dilihat dari besar kecilnya tubuh binatang. Sekalipun kecil, kalau sudah powel, sah dibuat qurban. Contoh adalah kambing jowo. Meskipun kecil, dia bisa jadi sudah berusia 2 tahun. Begitu pula kambing domba, walau besar tubuhnya, kadang belum mencapai syarat minimal satu tahun.

Semua permasalahan itu sebetulnya adalah tanggungjawab panitia qurban. Karena itulah panitia harus sembodo (tahu aturan main syariat fiqih). Misalnya di menara Kudus, ketika menyembelih, panitia selalu didampingi oleh para kiai agar cara menyembelihnya sesuai aturan fiqih.

Kurang beberapa hari sebelum pelaksanaan, biasanya seorang mudlahhi (yang melaksanakan qurban) akan dihubungi panitia jika hewan yang digunakan berqurban itu dianggap kurang memenuhi syarat atau meragukan. Kepada siapa daging qurban dibagikan pun, ada aturannya.

Kulit qurban misalnya, secara fiqih, itu tidak boleh dijual dan juga tidak boleh digunakan sebagai upah untuk pelaksana. Namun yang lazim terjadi adalah ketika seseorang mendapatkan kulit binatang, kebanyakan langsung dijual. Di menara Kudus, kulit hewan qurban diberikan kepada faqir miskin yang muslim.

Dalam syariat fiqih, orang miskin dan faqir boleh menjual kulit binatang qurban. Ini berbeda hukum dengan orang kaya muslim yang menerimanya. Walaupun menerima, orang kaya tidak boleh menjual. Pasalnya, pembagian qurban bagi orang kaya itu sifatnya dliyafah (hidangan), bukan lit tamlik (kepemilikan utuh), sebagaimana orang miskin dan faqir.

Karena itulah, di Menara Kudus, panitia punya data siapa saja yang nantinya akan menerima kulit qurban. Oleh panitia, mereka dikirimi surat dan diomongi, “anda dapat bagian kulit kambing, anda ambil, anda rawat sendiri atau mau dijual? Kalau mau dijual, akan dijual sendiri atau diwakilkan panitia,” demikian kurang lebih.

Namun, kata Kiai Arifin, rata-rata dari mereka memilih diwakilkan penjualannya kepada panitia karena kalau dijual sendiri harga akan dibanting tengkulak. Ada yang menakuti mereka, “kalau kamu tidak jual ke saya, besok sore sudah busuk kulitnya,” akhirnya harga dibuat semurah mungkin karena kuatir tidak laku setelah membusuk.

Di sinilah pentingnya panitia memberikan petunjuk kepada yang akan menerima kulit qurban. Sayangnya, masih ada saja sebagian orang yang menyebut kalau kulit binatang qurban yang dikelola oleh Menara Kudus dijual panitia, “padahal panitia mewakili yang berhak menerima kulit binatang qurban. Mereka tidak bertanya tapi sudah menyimpulkan,” imbuh Kiai Arifin.

Soal qurban nadzar, dagingnya tidak boleh diberikan kepada muslim yang aghniya’ (kaya). Pelunasan segala amal sedekah wajib semacam nadzar dan dam (dalam haji) harus diberikan kepada fuqoro’, tidak boleh dibagikan kepada orang kaya.

“Jika mengingatkan, acapkali dianggap melawan arus karena orang yang tahu fiqih tidak lebih banyak dari yang tidak tahu,” tandas Kiai Arifin mengenai orang kaya yang mau menerima daging dam wajib itu.

Aturan fiqih juga menyebutkan jika keluarga orang yang nadzar beserta orang-orang yang ditanggung nafaqoh olehnya, tidak boleh ikut mengonsumsi daging nadzar tersebut.

Untuk aqiqah, ada kesunnahan membagikan daging dalam keadaan matang (dimasak) serta manis masakannya. Tapi tetap sah jika daging aqiqah yang dibagikan itu mentah semua.

Dinamika Qurban

Kasus terjadi, sebuah kumpulan keluarga mengadakan sumbangan dengan tujuan qurban. Mereka menabung setiap bulan, jika sudah mencukupi, dananya digunakan untuk membeli hewan qurban. Tabungan itu sifatnya individu. Artinya, tiap orang menabung hanya untuk dirinya sendiri, bukan berkelompok. Tiap anggota dipastikan kebagian jatah berkurban jika tabungannya cukup.

Kiai Arifin mengatakan, cara qurban di atas bukan bagian dari nadzar. Qurban berubah wajib jadi nadzar jika diucapkan dengan lafadl (perkataan). Niat saja tidak cukup disebut nadzar karena belum ada bukti ikrar secara lisan. Dalam menyatakan nadzar, orang tidak harus menggunakan kata nadzar atau aku bernadzar, “yang penting di sana ada kalimat iltizam alal Allah, menyanggupi atas nama Allah, bisa disebut nadzar,” jelasnya.

Contoh nadzar misalnya mengatakan falillahi alayya an atashoddaqo/ aku niat sedekah wajib karena Allah, atau falillahi alayya an usholliya/ karena Allah saya wajibkan diri untuk sholat. Pada dua susunan kalimat tersebut tidak disebut kata nadzar, tapi sah dibuat sebagai nadzar.

Ini berbeda dengan kasus perkataan “ini kambingku” untuk menjawab pertanyaan orang lain “ini kambing untuk apa”. Bentuk kalimat tersebut masih diperdebatkan masuk jenis nadzar atau tidak. Ada yang menyebutnya ja’lu (pernyataan kepemilikan individu), ada juga yang menyebutnya nadzar. Keterangan itu bisa dilihat dalam Kitab al-Bajuri, I’anatuth Thalibin maupun Bughyatul Musytarsyidin. Menurut Ain Syin (Ali Syibromalisi), itu bukan termasuk nadzar. Sebab itu kalimat lumrah yang biasa terjadi di masyarakat.

Jika Anda dari pasar membawa kambing, lalu ditanya orang di tengah jalan, “itu kambing untuk apa kang?”, jika Anda jawab kalau hewan itu “untuk qurban sunnah”, maka Anda selamat dari perdebatan ulama. Sebab ada ulama yang mengatakan jika hanya menjawab “untuk qurban”, ada ulama yang menyebut sudah jadi nadzar Qurban.

“Yang paling selamat lagi kalau ada orang yang bertanya kambing itu untuk apa? Lalu dijawab; pengen tahu aja atau pengen tahu banget? Itu selamat dari khilaf,” Santri menara tertawa mendengar penjelasan Kiai Arifin.

Sah juga misalnya ada 7 orang sepakat bergantian menerima jatah hewan qurban setiap tahun walau uang yang digunakan untuk membeli hewan tersebut adalah gabungan dari puluhan orang, “itu sah karena sudah menjadi milik kita, sama seperti arisan,” jawab kiai Arifin.

Lalu bagaimana jika satu hewan qurban digunakan untuk kepentingan beragam. “Itu tidak apa-apa,” jawab Kiai Arifin, “tapi semuanya harus diberikan kepada muslim,” lanjutnya.

Terjadi masalah jika ada yang qurban nadzar dan qurban sunnah dalam kasus pencampuran niat di atas. Misalnya, si A berniat melaksanakan qurban sunnah, si B untuk qurban nadzar, si C melaksanakan aqiqah sunnah, si D berniat aqiqah nadzar, sementara si D hanya ingin mayoran dan seterusnya, maka untuk mempermudah distribusi daging qurban, caranya harus ada pembagian sepertujuh per niat masing-masing.

Bagi yang beraqiqah, jika daging yang dibagikan itu nantinya mentah semua, tetap sah. Cuma yang paling baik jika dibagikan dalam kondisi matang. Sebagaimana qurban juga lebih baik jika dagingnya dibagikan dalam kondisi mentah. Justru jika daging qurban dibagikan semuanya dalam kondisi matang, jadi tidak sah. Harus ada sebagian dari daging qurban itu yang mentahan.

Dan ingat, hewan yang diniatkan qurban harus miliknya sendiri. Pernah kejadian lucu ketika Kiai Arifin ditanya seorang pejabat via telpon. Ketika itu ia menerima sumbangan dua ekor kerbau dari sebuah pabrik rokok, “daripada dipotong kok eman, bagaimana kalau panitia meniatkan saja jadi hewan qurban?” Kiai Arifin hanya menjawab, “lha iku kebone sopoo kang kok angger mbok niati,” santri menara tertawa mendengar cerita itu.

Kiai Arifin menjelaskan jika pabrik rokok tersebut memberikan sumbangan, lalu diterimakan kepada kita misalnya, itu baru bisa diniatkan jadi qurban.

Demikan laporan kami dari hasil ngobrol fiqih tim SantriMenara.Com kepada Masyayikh kami, KH Arifin Fanani. Jika Anda ingin mendapatkan jawaban atas masalah fiqih lainnya, silakan kontak Redaksi SantriMenara.Com. Tim kami akan membantu menjawab dan melaporkan dalam bentuk laporan teks. Untuk video dan audio, kami belum melayani. (smc-212)
>>>
http://santrimenara.com/ngobrol-fiqih-haji-dan-ngaji-qurban-bersama-kh-arifin-fanani-1333

Selasa, 06 September 2016

Syaikhina Maimoen Zubair

:

"...calone Kyai gedhe iku kudu khatam Bukhori (Shohih Bukhori). Luweh2 dikhatami sak wulan poso, barokahe gedhe..."

"...mondok iku ngajine kudu seko awal, ora keno dijujug. Mulai Safinah, Sulam Taufiq, terus sak nduwure2..."

"...Aku iku ngaji Mu'in (Fathul Mu'in) neng Lirboyo saben khatam tak sowane Mbah Ma'ruf Kedung Lo njaluk didongani. Saben khatam sak kitab tak jalukne dungo. Mbah Ma'ruf iku Wali, ora ono wong khusyuk koyo Mbah Ma'ruf..."

"...Aku iku teko neng Lirboyo ditampani Kyai Tohir Wijaya, langsung kon melbu ngono wae, ora nganggo dites. Karo mbah Manaf malah langsung kon mulang (mengajar). Aku yo kondo lek durung iso ngaji, tapi jawabe mbah Manaf, kitab iku koyo maling, angger diwolak-walik woca-woco mesthi suwe2 ngaku..."

"...dunyo saiki iku mulai dibukak karo Pengeran, kabeh-kabeh ono ilmune nganti njero-njero (detail). Nganti wong2ane kon tawakkal iku angel. Padahal coro gelem tawakkal mesti dicukupi karo Pengeran..."

#Ndingkluk. Redaksinya kisaran kurang lebih.

HAFAL QURAN 30 JUZ DAN HADlTS TAK MENJAMIN KITA MASUK SURGA


°~ Kisah nyata ini dituturkan Habib Quraisy bin Qosim Baharun, Cirebon, dr kisah perjalanannya th 1996. Kala itu pesawat melintasi daratan Afrika. Diantara penumpangnya Habib Quraisy dan ibu Tua sekitar 65-70 tahun berpenutup jilbab di sebelahnya. “Dimana asal Anda?” Tanyanya. Tahu Habib Quraisy orang Indonesia, dia mengajaknya berbahasa Indonesia dan amat fasih pula. Ibu Tua itu tersenyum bijak sambil berkata “Saya ‘Alhamdulillah’ menguasai sebelas bahasa dan 20 bahasa daerah”.

Ibu Tua mulai mengupas pembahasan Al Qur’an dg indah dan mahir.
Habib pun penasaran atas kehebatannya menjelaskan Al Qur’an, “Apakah Ibunda HAFAL AL-QUR’AN ?”
Beliau jawab “Ya, saya telah menghafal Al Qur’an dan saya rasa tidak cukup hanya menghafal Al Quran sehingga saya berusaha menghapal Tafsir Jalalain dan saya pun hafal”.

Tidak sampai disitu saja, Ibu Tua itu melanjutkan bicaranya “Namun Al Qur’an harus bergandengan dengan hadist. Sehingga saya kemudian berupaya lagi menghafal hadist tentang hukum sehingga saya hafal kitab hadist Bulughul Marom di luar kepala”.

“Lantas saya masih belum merasa cukup, karena di dalam Islam bukan hanya ada halal dan haram tapi harus ada fadhailul amal, maka saya pilih kitab Riyadhus Sholihin untuk saya hafal dan saya hafal”. Kata Ibu itu menuturkan pendalamannya tentang Islam kepada Habib Quraisy.

Ibu itu kembali bertutur “Di sisi agama ada namanya tasawuf, maka saya cenderung pada tasawuf sehingga saya pilih kitab Ihya Ulumuddin dan sampai saat ini saya sudah 50 kali mengkhatamkan membacanya.
Saking seringnya saya baca Ihya Ulumuddin sampai-sampai Bab Ajaibul Qulub saya hafal di luar kepala”.

Habib Quraisy terperangah melihat kehebatan dan luarbiasanya Ibu itu. Namun karena tidak percaya begitu saja, Habib pun akhirnya mencoba test kebenaran perkataannya. Apakah benar Ia telah hafal Al Qur’an? Apakah benar Ia menguasai Tafsir Jalalain ttg asbabun-nuzul dan qaul Ibnu Abbas? Setelah melalui beberapa pertanyaan. Ternyata benar Ibu itu hafal Qur’an bahkan mampu menjawab tafsirnya dengan mahir dan piawai.

Ketika Habib mengangkat permasalahan ihya mawat yang ada dalam kitab Bulughul Maram Ibu Tua itu pun menjabarkannya cukup jelas.

Ketika Habib membahas tentang hadist Riyadhus Sholihin maka Ibu Tua itu menyebutkan sesuai apa yang disebutkan dalam kitab Dalailul Falihin sebagai syarah kitab hadist tsb.

Dan lagi Ia menjelaskan masalah psikologi hati berbasis kitab Ihya Ulumuddin pada pasal ajaibul qulub. Kembali Habib dibuat heran akan kehebatan Ibu Tua itu dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Pesawat akan mendarat di Airport. Ibu itu mengambil tasnya yang ada di kabin. Kerana sudah merasa kenal, Habib membantu menurunkan 3 tasnya ke lantai pesawat. Subhaanallah… Saat Ibu itu menunduk untuk mengambil tasnya ternyata keluar dari balik jilbabnya seutas kalung salib.

Seperti petir menyambar di siang bolong, Habib Quraisy menunduk lemah. Ibu itu tersenyum,  “Akan kujelaskan padamu nanti di hotel.”
Habib akan transit selama sehari semalam, pun Ibu Tua itu. Maka di ruang tunggu dia tunjukkan nomor kamarnya kepada Habib dan berjanji bertemu di ruang lobbi restaurant.

Keduanya akhirnya bertemu. Kpada Habib Qurasy ia mengatakan, “Saya bukan orang Kristen, mengapa saya keluar dari Kristen ?… karena saya menganggap Kristen itu hanya dongeng belaka. Dan kalung ini bukan berarti saya Kristen, tapi kalung ini pemberian almarhumah ibu saya”.

Ia mengatakan bahwa Ia telah mempelajari Kristen, Hindu juga Islam. Ia mengungkap ketertarikannya mengenai keagungan yang ada di balik wahyu Allah SWT dan hadits Nabi Muhammad SAW.
“Ibu apa agamanya sekarang ?” Habib bertanya.
Dia katakan “Saya tidak beragama”
“Andai Ibu masuk Islam, begitu baca syahadat, ibu akan langsung dapat titel ulama”. Karena demikian luas ilmu yang dimiliki kata Habib.

Ia menjawab, 
“MUNGKIN KARENA SAYA BELUM MENDAPAT HIDAYAH DARI ALLAH”

Habib Quraisy meneteskan airmata bersyukur kpd Allah SWT, bagaimana orang seperti dia yang sudah hafal Al Qur’an dan lain sebagainya belum Allah izinkan untuk beriman kepada-NYA.

Sementara kita tanpa usaha apapun, telah dipilih oleh Allah SWT untuk jadi seorang muslim. Demikianlah kisah ajaib ini. Semoga dapat diambil iktibar betapa bersyukur kita dianugrahi iman dan semakin bertambah kuat sampai ajal menjemput, sehingga kita termasuk orang yang husnul khotimah.

Ibu tua itu namanya ANN MARIE SCHIMMEL, ahli terkemuka dalam literature Islam & mistisisme (tasawuf), berkebangsaan Jerman, sebagai professor mengajar di 3 Universitas terkenal di 3 Negara berbeda, dikenal memiliki ingatan fotografis. Wafat tahun 2003 di usia 80 thn, entah bagaimana tentang keimanannya di akhir hidupnya. Ada yang tahu???
BETAPA MAHALNYA HIDAYAH. 
SETINGGI-TINGGINYA ILMU, 
SELUAS-LUASNYA PENGETAHUAN,
SEDALAM-DALAMNYA PEMIKIRAN, DAN 
SEKUAT-KUATNYA HAFALAN AL-QUR’AN 30 JUZ DAN HADlTS
TIDAKLAH MAMPU MENGGAPAI HIDAYAH.
KERANA HIDAYAH DATANGNYA DARI RAHMAT ALLAH.
SEBAGAIMANA SEORANG HAMBA MASUK SURGA KARENA RAHMATNYA
Tidaklah cukup hafal Al-Qur'an dan hadist.

subhanallah....
Sujud syukurku pada -Mu ya rabb...atas nikmat  hidayah ini...

Sabtu, 03 September 2016

Bung Karno Bangkit dari kubur

*Bung Karno Bangkit dari kubur*

_Dia haus ingin minum_

Ku suguhkan air mineral

_Dia hanya bingung tak mau minum_

Karena tanah airnya tinggal tanah
*Sedang airnya milik Perancis sudah*

Kuseduhkan segelas teh celup

_Dia hanya termenung tak mau minum_

Karena kebun tehnya tinggal kebun
Lahan tebunya tinggal lahan
*Gulanya milik malaysia, Tehnya Inggris yg punya*

Lalu ku bukakan susu kaleng

_Bung Karno hanya menggeleng_

Kandang sapinya tinggal kandang *Sedang sapinya milik Selandia, Diperah Swiss dan Belanda* *Bung Karno bangkit dari kubur*

_Dia lapar ingin sarapan_

Kuhidangkan nasi putih,
_Dia tak mau makan hanya bersedih_

Karena sawahnya tinggal sawah
Lumbung padinya tinggal lumbung. *Padinya milik Vietnam Berasnya milik Thailand*

Kusulutkan sebatang rokok

_Dia menggeleng tak mau merokok_

Tembakau memang miliknya, Cengkehnya dari kebunnya *Tapi pabriknya milik Amerika*

Bung Karno bingung bertanya2:

_*Sabun, pasta gigi kenapa Inggris yang punya, Toko2 milik Prancis dan Malaysia Alat komunikasi punya Qatar dan Singapura Mesin dan perabotan rumah tangga Kenapa dikuasai Jepang, Korea dan Cina*_

Bung Karno tersungkur ke tanah

Hatinya sakit teriris iris

_Setelah tau emasnya dikeruk habis, Setelah tau minyaknya dirampok iblis_

Bung Karno menangis darah *Indonesia kembali terjajah Indonesia telah melupakan sejarah*

Kesalahan para WAHABI PEMBID'AH umat dalam berdalil (Metode "tak dikenal" dalam perumusan Hukum/istidlal)

Kesalahan para WAHABI PEMBID'AH umat dalam berdalil
(Metode "tak dikenal" dalam perumusan Hukum/istidlal)
==================================
Kami dianggap ahli bidah, gara ini nih...
>Salaman sehabis sholat,
>dzikir berjamaah sehabis sholat.
> pembacaan MAULID NABI SAW
> perayaan MAULID NABI SAW
> pembacaan YASIN dan TAHLIL...
Bid'ah itu...,sesat, kalo sesat masuk neraka.
knapa dikatakan bid'ah??
Jawabannya singkat: RASULULLAH TIDAK PERNAH MELAKUKAN HAL SEPERTI ITU setelah sholat.
seolah2 AMALIYAH-AMALIYAH tersebut itu dosa...
dan masuk neraka....,
==================================
Pertanyaannya, apakah benar perbuatan yg ditinggalkan (tidak dilakukan) Rasulullah itu bermakna haram dan sesat??
oke kita bahas....
---------------------------------------------
Para Ulama Seantero Dunia, semuanya sepakat bahwa الترك Attarku (Menganggap sesuatu itu HARAM gara2 tidak dilakukan oleh Rasulullah) BUKANLAH SALAH SATU METODE yg bisa digunakan secara terpisah dalam perumusan hukum (Istidlal)
Metode yg bisa digunakan utk menetapkn hukum syar'i baik wajib, sunnah,mubah, makruh itu datang dr
1.Nash Alquran,
2. Hadits,
3. Ijma',
4. Qiyass.
Ulama berselisih pdpt mengenai metode penetapan hukum selain 4 metode diatas. Diantara soal Qoul Shahabi (perkataan sahabat), syaddu dzarii'ah (memotong jalan kerusakan),amalu ahlil madiinah, hadits mursal (hadits yg sanadnya terputus, yaitu di atas tabiin), Istihsan dan metode lainnya.
NAMUN TAK ADA SATU PUN DARI METODE2 tsb Yang berupa ATTARKU (sesuatu itu diharamkan gara2 rasul tidak melakukannya)
---------------------------------------------
Ada banyak bukti yg menyatakan bahwa para Sahabat Tidak pernah memahami bahwa apa yg tidak dilakukan Nabi SAW sebagai pengharaman...
BILAL BIN RABAH>>Melakukan sholat sunnah 2 rokaat setelah wudlu.
Rasulullah tdk pernah melakukan ini. Bahkan beliau baru tau kalau Bilal melakukan sholat tsb setelah bertanya: Wahai Bilal, ceritakan padaku amalan apa yg paling engkau harapkan pahalanya, yg engkau kerjakan dalam islam. Karena sesungguhnya aku mendengar langkah kedua sandalmu dalam surga.
Bilal menjawab: Aku tdk mengamalkan amalan yg paling aku harapkn pahalanya kecuali setelah aku bersuci baik malam ataupun siang, LALU AKU SHOLAT yg TIDAK diWAJIBKAN kepadaku dengan bersuciku.
Bilal melakukan sholat yg tak pernah diajarkan Nabi...
INI BID'AH...yg menyebabkan suara langkah sandalnya bilal terdengar di surga
----------
UMAR BIN KHOTTOB
Bliau memulai tarawih berjamaah 20 rakaat, padahal jaman Rasulullah tidak dilakukan secara jamaah selama sebulan penuh.
Umar jugalah yg memulai sholat Jumat dg adzan 2 kali...(adzan pertama utk menandakan masuk waktu dzuhur, yg kedua setelah khotib naik mimbar)
ABU BAKAR ASH SHIDDIQ
Memerangi kaum yg tidak mau bayar zakat, padahal Nabi tidak pernah menganjurkan berperang thd para pengemplang Zakat ini....
Dan...masih banyak sekali contoh lainnya...
bahkan ada loh yg Rasul larang...tapi tetap dilakukan...
"Jangan Kau Tulis dariku (Rasulullah) selain Al quran..." (HR Muslim)
ya bukan hanya Quran saja yg ditulis ternyata...
tetapi Haditspun dibukukan. hehe...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Contoh di atas mengandung arti bahwa pemahaman mereka (para sahabat nabi) thd hal yg tdk dilakukan nabi itu tidak selalu Haram.
---------------------------------------------
Bahkan tidak semua larangan itu dinamakan Haram, karena jika tdk ditemukan nash ttg ancamannya,
maka hukumnya makruh...
Contoh :
Janganlah seseorang diantara kalian itu minum sambil berdiri.(hadits)
ini juga dimaknai makruh, karena tdk ada nash ttg ancaman orang yg minum sambil berdiri.
==========================================
Jadi serta merta MENGHARAMKAN sesuatu gara2 sesuatu itu tidak dilakukan Rasulullah itu adalah BUKAN CARA berpikir para ulama....
lantas pemikiran siapa...??
mungkin PEMIKIRAN orang YANG TIDAK BISA BERPIKIR dengan AGAMA....
mungkin PEMIKIRAN orang YANG HANYA INGIN MEMECAH BELAH UMAT ISLAM....