M. Hendri Agustiawan, SH, SA

Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Agustus 2017

Asom

Hatim Al-Ashom Ulama besar muslimin, teladan kesederhanaan dan tawakal.

Suatu hari ia berkata kepada istri dan 9 putrinya bahwa ia akan pergi untuk menuntut ilmu. Istri dan putri-putrinya keberatan. Karena siapa yang akan memberi mereka makan.

Salah satu dari putri-putri itu berusia 10 tahun dan hapal Al-Quran.

Dia menenangkan semua: "Biarkan beliau pergi. Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan tidak pernah mati!"

Hatim pun pergi, Hari itu berlalu, malam datang menjelang. Mereka mulai lapar. Tapi tidak ada makanan. Semua mulai memandang protes kepada putri 10 tahun yang telah mendorong kepergian Ayah mereka.

Putri hapal Al Quran itu kembali meyakinkan mereka: "Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!"

Dalam suasana seperti itu, pintu rumah mereka diketuk. Pintu dibuka. Terlihat para penunggang kuda. Mereka bertanya: "Adakah air di rumah kalian?".

Penghuni rumah menjawab: "Ya, kami memang tidak punya apa-apa kecuali air".

Air dihidangkan. Menghilangkan dahaga mereka. Pemimpin penunggang kuda itu pun bertanya: "Rumah siapa ini?".

Penghuni rumah menjawab: "Hatim Al-Ashom".
Penunggang kuda terkejut: "Hatim, ulama besar muslimin.."

Penunggang kuda itu mengeluarkan sebuah kantong berisi uang dan dilemparkan ke dalam rumah dan berkata kepada para pengikutnya: "Siapa yang mencintai saya, lakukan seperti yang saya lakukan.."

Para penunggang kuda lainnya pun melemparkan kantong-kantong mereka yang berisi uang. Sampai pintu rumah sulit ditutup, karena banyaknya kantong-kantong uang.
Mereka kemudian pergi.

Tahukah anda siapa pemimpin penunggang kuda itu...?.

Ia adalah Abu Ja'far Al Manshur, Amirul Mukminin.

Kini giliran putri 10 tahun yang telah hapal Al-Quran itu memandangi ibu dan saudari-saudarinya. Dia memberikan PELAJARAN AQIDAH yang sangat mahal sambil menangis, dia berkata:

"JIKA SATU PANDANGAN MAKHLUK BISA MENCUKUPI KITA, MAKA BAGAIMANA JIKA YANG MEMANDANG KITA ADALAH AL KHOLIQ?.

إذا كانت النظرة من المخلوق تكفينا فكيف بنظرة الخالق؟.

***

اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا

"Duhai Allah, jangan Kau jadikan dunia sebagai kegundahan terbesar kami ..."

KANTHONGUMUR

Senin, 10 Juli 2017

DUA MURID KIAI HASYIM YG MASIH HIDUP

Adalah Kiai Rusmani, murid Hadratusy Syekh yang masih hidup. Kini berusia 100 tahun lebih dan tinggal di Wonogiri (Dukuh Miri, desa Kedawung, kecamatan Kismantoro). Mendadak raut wajahnya bersedih dan tak kuasa menahan tangis saat disodorkan kepadanya gambar kiai Hasyim Asy'ari. "Mengapa menangis, mbah ?", selidik sahabat Mun'im DZ ingin tahu. "Kulo mboten saget nerasaken perjuanganipun hadratusy syekh", jawabnya menunduk.

Lain lagi, memori yang membekap murid kiai Hasyim yang juga masih hidup. KH Amin Badjuri, kini berusia 96 tahun dan tinggal di Purworejo (Desa Brunosari, kecamatan Bruno. Populer dengan nama mbah Abdurrahman. Di daerah itu jika bertanya tentang beliau, sudah sangat kondang). Pesan hadratusy syekh yang masih diingat betul, "Kowe suk luruo duit nggo agomo. Ojo agomo nggo luru duit" (perhatikan ijazahnya yang masih utuh).

Rabu, 16 November 2016

Kopi dan gula

PESAN GUS DUR

Dalam minuman 'KOPI' ada 3 unsur,

        Kopi 
            Gula
                 Rasa

Kopi  adalah Orang tua
Gula adalah Guru
Rasa  adalah siswa

Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah?

Gula lah yang disalahkan karena terlalu sedikit,
hingga "rasa" kopi menjadi pahit!!!

Jika kopi terlalu manis
Siapa yg disalahkan?

Gula pula yang disalahkan karena terlalu banyak,
hingga "Rasa" kopi menjadi manis!!!

Jika takaran kopi dan gula seimbang, sehingga rasa yang tercecap menjadi nikmat,
Siapa yg di puji...???

Tentu semua akan berkata:
Kopinya mantaaap.................!!!!!

Kemana gula???
Dimana gula???
yang mempunyai andil membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap!!!

Itulah guru yang ketika "rasa" terlalu manis maka dia akan dipersalahkan!!!

Itulah guru yang ketika "rasa" terlalu pahit maka dia pula yang akan dipojokkan!!!

Tetapi,
Ketika "rasa" mantap,
Ketika siswa berprestasi,
Maka orang tua lah yang akan menepuk dadanya:
"Anak siapa dulu"

Mari Ikhlas seperti Gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna.

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA...

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA...

ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA...

ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU....
padahal BAHAN DASARnya GULA....

Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS...

Akan tetapi apabila berhubungan dengan penyakit, barulah GULA disebut.. PENYAKIT GULA

Begitulah HIDUP....
Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah disebut Orang,
Tapi sedikit saja khilaf salah dilakukannya, maka akan dibesar-besarkan!!!

IKHLAS lah seperti GULA...
LARUT lah seperti GULA...

Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!

Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...

Tapi untuk DIRASAkannya

Kamis, 10 November 2016

Cinta Rosul

SAYA MENGUNDURKAN DIRI DARI JABATAN Suatu ketika seorang ulama yang Masyhur, yaitu al-Imam al-Qadhy Syekh Yusuf Bin Ismail An-Nabhani yang menjabat sebagai Qadhy (Hakim) di Lebanon Masa Itu dihadapkan pada suatu kasus pembunuhan. Saat persidangan berlangsung, didatangkan pemuda yang menjadi tersangka pembunuhan. Terjadi dialog antara Syekh Yusuf An-Nabhani selaku Qadhy dengan Pemuda tersebut. Syekh Yusuf pun Bertanya : Apa betul kamu telah melakukan suatu pembunuhan..? Sang pemuda menjawab : Iya, betul.. Saya telah membunuh seseorang wahai Syekh... Lalu Syekh Yusuf bertanya lagi : Kalau boleh Kau jelaskan apa motif dari pembunuhanmu wahai Anak Muda..? Dijawab oleh Sang pemuda : Orang Itu... telah menghina Rasulullah SAW terang-terangan... Saya tidak sanggup lagi menahan amarahku terhadap orang-orang yang mencaci Rasulullah SAW dihadapanku... Lantas aku membunuhnya... Syekh Yusuf diam sejenak...Lalu bertanya lagi : Tangan yang mana Kau gunakan untuk membunuh orang itu...Kanan atau Kiri ? Dijawab olehnya : Tangan kananku ini wahai Syekh... Lalu Tiba-tiba Syekh Yusuf An-Nabhani turun dari singgasana Hakim menuju ke arah pemuda tadi. Meraih tangan kanannya lalu menciumnya berkali-kali seraya berkata : Tangan Ini kelak yang akan membawamu ke sorga.... Wahai hadirin sekalian... Saksikanlah, mulai hari Ini saya mengundurkan diri dari jabatanku selaku Qadhy di sini, Karena saya tidak akan pernah sanggup menghukum seseorang yang telah membunuh yang disebabkan membela kehormatan Rasulullah SAW...!! Demikian cinta dan hormatnya Syekh Yusuf An-Nabhani Kepada Rasulullah SAW dan agamanya... Berbeda dengan Ulama² duit budak cina saat sekarang ini, meski belajarnya sampai ke America atau Eropa, tapi sibuk membela orang kafir meski telah jelas-jelas melecehkan ayat suci al-Qur'an....

Sabtu, 22 Oktober 2016

سيدنا حسين

Pada suatu pagi tanggal 10 Muharram Imam Husain radiallahu anhu mengenakan sorban (as sahab) dari Rasulullah sallalahu alayhi wa alihi wasallam dan kemudian menunggang kuda (al Murtajaz) yang juga dari Nabi.

Dibawanya pula pedang Nabi dan dikenakannya jubah (burdah) dari Nabi. Serta membawa mushaf Al Qur'an.

Lalau ia berjalan dihadapan ribuan bala tentara di medan perang.

Dipandangnya nanar ribuan pasukan itu. Ia melihat busur, panah, tombak, pedang, belati, jendral perang, dan semua jenis persenjataan.

Ia bertanya, apa yang akan Anda lakukan kepada keluarga Nabi?

Anda melihat mereka sebagai musuh, padahal mereka mengatakan la ilaha illalah Muhammad Rasulullah.

Tetapi mereka adalah budak dari segala budak. Yaitu orang-orang yang melalaikan sesuatu.

Kalian semua bersatu untuk melawan keluarga Nabi. Pengkhianatan adalah tipu daya. Kalian menjadi seburuk-buruknya pasukan sekarang.

Ia meletakkan tangannya ke langit dan berkata, "Ya Allah aku berseteru dengan keluargaku sendiri, aku tidak memiliki siapapun sekarang, mereka menolak mendukungku".

Ia ingin mengatakan banyak hal ketika orang-orang melihatnya. Mengapa dia memakai benda-benda dari Nabi sallalahu alayhi wa alihi wasalam?

Sebenarnya ia tidak ingin mendapatkan simpati dari mereka. tapi ia hanya ingin menyampaikan sebuah pesan kepada mereka.

"Anda orang terburu-buru untuk mendapatkan berkah dari kuku baginda Rasulullah, berkat dari rambutnya, saya memakai segala sesuatu dari Rasulullah, darah saya adalah darah Rasulullah, kulit saya kulitnya. saya ada dalam diri baginda Muhammad dan beliau ada di dalam diri saya. Husain adalah saya dan saya adalah Husain."

Sayidina Hussain mencoba untuk memberitahu mereka pesan itu. Ia yang menyimpan pesan itu untuk kalian. Lantaran pesan inilah yang akan menyelamatkan kalian. Sebuah pesan yang akan menuntun kalian ketika kalian dalam keadaan terpuruk.
-Shaykh Dr. Muhammad Bin Yahya Al Husayni An Ninowy

Kamis, 20 Oktober 2016

Ilmu tidak manfaat karena Durhaka kepada guru

DURHAKA KEPADA GURU

Dikisahkan belasan tahun lalu seorang santri yang sedang nyantri di rubat tarim yang saat itu diasuh habib abdulloh assyatiri, dia dikenal sangat Alim hingga mampu menghafal kitab tuhfatul muhtaj 4 jilid. siapa tak kenal dia?? Semua tau bahwa ia sangat Alim bahkan diprediksi sebagai calon ulama besar.

Nah, Suatu hari disaat habib abdulloh mengisi pengajian rutin santri, tiba tiba habib bertanya tentang santri yang sangat terkenal Alim itu. "Kemana si fulan???" Semua santri bingung menjawab pertanyaan sang guru.

Ternyata santri yang dimaksud tidak ada di pondok melainkan keluar berniat mengisi pengajian di kota mukalla tanpa izin.

Akhirnya habib abdulloh assyatiri yg sangat terkenal Allamah dan Waliyulloh berkata :"baiklah orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap disini!!!".

Di kota mukalla, santri yang sudah terkenal Alim tersebut sudah di nanti nantikan para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di masjid omar mukalla.

Singkat cerita si santri ini pun maju kedepan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek.

Allohu akbar !!! Ternyata, setelah membaca amma ba'du si Alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan kitab paling kecil sekelas Safinah pun tak mampu ia ingat sedikitpun....

Sontak dia tertunduk dan menangis.. para hadirin pun heran, "Ada apa ini???",, akhirnya Salah satu Ulama kota mukalla pun menghapirinya dan bertanya; "Saudara mengapa begini??? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?".

Dia menjawab : "aku keluar tanpa izin habib dari pesantren." Dia terus menangis , dan Beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib..

Parahnya dia dengan sombong tidak mau meminta maaf!!. Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang perduli padanya, bahkan hidupnya setelah itu sangat miskin dan terlunta lunta dengan menjual daging ikan kering.

Dan disaat ia meninggal,dia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirx diberi oleh seseorang.

"Santri Yang Manfaat...Bukanlah Yang Paling Banyak Hafalannya, Yg Paling Bagus Penjelasan Kitabnya, Yang Selalu Juara Kelas.....Tapi Santri Yang BerManfaat Yang Paling Hormat dan Taat Kepada Gurunya...Dan Menganggap Dirinya Bkn Siapa-siapa Di Hadapan Gurunya..."

Semga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah diatas

Hidup itu indah

Jon Jandai adalah seorang petani dari Thailand dan pendiri Pun Pun, sebuah pusat pertanian organik dan pusat belajar masyarakat di Thailand Utara.

Dia kini banyak bicara di berbagai forum untuk memberi perspektifnya atas 'hidup dengan cara yang berbeda'. Menyimak salah satu presentasinya, mengingatkan saya atas salah satu guru saya yang telah almarhum: Mas Tanto. Beliau juga seorang petani. Salah satu orang yang memberi saya banyak goncangan pemikiran. Juga pandangan hidup. Untuk mengenang beliau, saya transkripsikan presentasi pendek Jon Jandai yang sebetulnya bisa disimak juga lewat Youtube.

Silakan...

"Ada satu kalimat yang selalu ingin saya katakan kepada semua orang: hidup adalah mudah dan sangat menyenangkan.

"Sebelumnya, saya tak pernah berpikir demikian. Ketika saya tinggal di Bangkok, hidup saya sangat sulit. Saya lahir di sebuah desa 'miskin' di bagian Timur Laut Thailand. Saat saya kecil, semua hal tanpak mudah dan menyenangkan...

"Tapi ketika televisi mulai masuk ke desa saya, banyak orang datang ke desa dan mengatakan: Kalian miskin, kalian harus sukses dalam hidup ini, dan kamu harus ke Bangkok untuk mengejar kesuksesan hidup!"

"Semenjak itu saya merasa sedih dan merasa miskin. Dan saya pun akhirnya pergi ke Bangkok. Ketika saya tiba di sana, keadaan ternyata tidak menyenangkan. Saya harus belajar dan bekerja keras supaya 'sukses'.

"Saya bekerja sangat keras, paling tidak 8 jam dalam sehari. Tapi saya hanya bisa makan semangkuk mie atau sepiring nasi goreng. Tempat tinggal saya buruk sekali. Sebuah ruangan kecil yang ditempati banyak orang.

"Dari situlah saya mulai bertanya... Kenapa ketika saya mulai bekerja keras, hidup saya malah mulai susah? Pasti ada yang salah. Saya telah menghasilkan banyak hal, tapi kebutuhan saya tak pernah tercukupi.

"Saya kemudian mencoba belajar di sebuah universitas. Tapi ternyata belajar di sana tidak mudah sebab sangat membosankan. Lalu setiap saya cermati semua fakultas, kebanyakan dari mereka mengajarkan sesuatu yang destruktif. Bagi saya, pengetahuan yang didapat dari universitas adalah pengetahuan yang tidak produktif. Misalnya, jika Anda jadi insinyur atau jadi arsitek, itu berarti Anda akan merusak banyak hal. Makin banyak mereka bekerja, maka makin banyak pegunungan yang hancur. Dan tanah yang bagus di lembah Chao Phraya akan makin tertutup dengan beton.

"Jika Anda belajar pertanian atau semacamnya di universitas, berarti Anda belajar cara meracuni tanah, air, dan belajar untuk merusak semuanya.

"Saya merasa bahwa semua sangat rumit dan sulit. Kita membuatnya menjadi serbarumit dan serbasulit. Hidup terasa sangat sulit, dan saya sangat kecewa.

"Saya mulai berpikir, kenapa saya harus berada di Bangkok ini? Saya kemudian teringat, ketika saya kecil tak ada yang bekerja 8 jam dalam sehari. Semua orang bekerja dua bulan per tahun. Menanam padi sebulan, dan sebulan untuk panen. Sisanya adalah waktu luang. Ada 10 bulan waktu luang dalam setahun. Itulah kenapa di Thailand ada banyak festival. Karena mereka punya banyak waktu luang.

"Lalu di siang hari, semua orang tidur. Bahkan jika Anda sekarang pergi ke Laos, semua orang tidur siang usai santap makan. Setelah bangun tidur mereka 'bergosip' tentang para menantu mereka. Orang punya banyak waktu. Karena mereka punya banyak waktu, mereka punya waktu untuk diri mereka sendiri. Ketika mereka punya waktu untuk diri mereka sendiri, mereka punya banyak waktu untuk memahami diri mereka sendiri. Dan ketika mereka punya banyak waktu untuk memahami diri sendiri, mereka bisa tahu apa yang mereka inginkan dalam hidup ini. Dan mereka menginginkan kebahagiaan. Mereka ingin cinta. Mereka ingin menikmati hidup. Di situlah mereka menikmati keindahan hidup, dan mengekspresikannya dengan banyak cara. Ada yang mengukir gagang pisau dengan indah, menganyam keranjang dengan bagus. Tapi sekarang tak ada yang membuat dan menggunakannya lagi. Semua orang sekarang memakai plastik.

"Saya merasa ada yang salah. Saya tidak bisa hidup sebagaimana yang saya alami di Bangkok. Jadi saya memutuskan berhenti kuliah. Dan saya pulang ke kampung halaman.

"Ketika saya pulang kampung, saya mulai hidup seperti masa kecil saya. Saya mulai bekerja dua bulan setiap tahunnya. Saya punya 4 ton beras. Seluruh keluarga saya yang berjumlah 6 orang, hanya butuh kurang dari 0,5 ton beras per tahun untuk makan. Jadi ada sisa beras yang bisa saya jual. Kemudian saya membuat 2 petak kolam yang saya sebari benih ikan. Setiap tahun, keluarga kami bisa makan ikan dari kolam itu. Saya lalu membuat kebun kecil, tidak sampai 2000 meter persegi. Dan saya hanya membutuhkan waktu 15 menit setiap hari untuk merawat kebun itu. Saya punya 30 lebih jenis sayuran di kebun itu. Sayuran itu tak habis kami makan sekeluarga. Sehingga sebagian saya jual.

"Saya merasa hidup saya lebih mudah. Dan saya bertanya-tanya, untuk apa saya dulu menghabiskan waktu 7 tahun di Bangkok dan sehari 8 jam bekerja kalau hanya untuk makan semangkuk mie? Saya bekerja keras tapi susah untuk makan. Di sini, di kampung saya ini, saya hanya perlu bekerja dua bulan dalam setahun di sawah, dan 15 menit perhari, dan saya bisa memberi makan 6 orang.

"Itu terasa sangat mudah. Sebelumnya say berpikir bahwa orang bodoh seperti saya yang tidak pernah mendapatkan nilai bagus di sekolah, tak bakal bisa punya rumah. Sebab anak terpandai di sekolah saya, anak yang mendapatkan rangking satu, dia mendapatkan pekerjaan yang bagus. Tapi dia membeli rumah dengan cara mencicil selama 30 tahun. Kalau dia saja butuh 30 tahun mencicil rumah, bagaimana dengan saya?

"Tapi akhirnya saya mulai membangun rumah perlahan dari bahan apa saja yang ada di sekeliling saya. Ternyata sangat mudah. Saya hanya mengerjakannya 2 jam dalam sehari. Mulai jam 7 sd jam 9 pagi. Dalam waktu 3 bulan, rumah itu jadi. Jika teman saya yang pintar butuh waktu 30 tahun untuk melunasi hutang rumahnya, saya hanya butuh waktu 3 bulan untuk membangun rumah saya sendiri.

"Saya merasa hidup saya lebih mudah. Saya tak pernah berpikir bahwa ternyata membangun rumah bisa semudah itu. Setelah tahu bahwa membangun rumah itu mudah, setiap tahun saya membangun rumah. Sekarang, saya memang tak punya banyak uang, tapi saya punya banyak rumah.

"Jadi memiliki rumah bukan masalah. Setiap anak usia 13 tahun bisa punya rumah jika sepulang sekolah dia mau meluangkan waktu 2 jam untuk membangunnya. Mereka bisa membuat perpustakaan dan sekolah jika mau. Setiap orang sepuh pun bisa bikin rumah sendiri.

"Jalan ini begitu mudah. Jika Anda tidak percaya, coba saja. Berikutnya adalah pakaian...

"Saya merasa miskin. Saya juga merasa bukan orang yang tampan. Saya pernah mencoba berpakaian seperti para bintang film agar kelihatan tampil lebih menawan. Saya perlu menabung sebulan untuk membeli celana jins. Setelah saya kenakan, dan saya bercermin, ternyata saya tidak berubah lebih baik. Saya tetap orang yang sama. Kalau begitu, kenapa saya harus membeli jins? Toh tidak mengubah apapun. Setelah itu, saya tak pernah membeli pakain selama 20 tahun. Sebab ada banyak orang yang datang mengunjungi saya yang memberikan pakaian. Dan malah saya punya banyak pakaian untuk saya berikan kepada orang lain.

"Semenjak saya berhenti membeli pakaian, ada banyak hal yang berubah di diri saya. Saya pada akhirnya hanya membeli apa yang saya butuhkan. Bukan apa yang saya inginkan. Saya merasa lebih bebas. Lebih merdeka.

"Terakhir, ada yang mengganggu saya. Bagaimana jika saya sakit? Pada awalnya, saya khawatir karena saya tak punya uang. Tapi saya lebih sering merenung. Sakit adalah hal biasa. Bukan hal yang buruk. Sakit bisa mengingatkan kita bahwa mungkin ada yang salah dalam kehidupan kita. Saya lalu belajar menyembuhkan diri sendiri dari apa yang tersedia di alam. Setelah saya bergantung pada diri saya sendiri, saya makin merasa bebas. Saya tidak hidup dalam kekhawatiran. Saya melakukan apapun yang saya sukai di hidup ini.

"Saya merasa orang yang unik. Saya tak perlu menjadi seperti orang lain.

"Ketika kemudian saya mengingat kehidupan saya yang suram waktu di Bangkok, saya akhirnya memutuskan membuat Pun Pun di Chiang Mai. Tujuan utamanya adalah untuk menyimpan benih tanaman. Karena benih adalah makanan. Karena makanan adalah kehidupan. Tak akan ada kehidupan jika tak ada makanan.

"Tak ada benih maka tak ada kebebasan. Tak ada benih maka tak ada kebahagiaan.

"Hidup kita tak akan tergantung pada orang lain jika kita punya benih. Jadi sangat penting untuk menyimpan benih.

"Selain itu, Pun Pun adalah pusat belajar. Belajar tentang bagaimana membuat hidup ini lebih mudah. Sebab di sekolah-sekolah, kita diajari untuk membuat hidup kita lebih rumit dan sulit. Kita bisa sama-sama membuat hidup ini lebih mudah. Tidak seperti yang diajarkan di sekolah-sekolah. Di sekolah, kita tidak diajarkan untuk mandiri. Kita diajari untuk tergantung pada uang. Tapi sekarang, untuk bahagia kita perlu percaya kepada diri sendiri dan orang lain.

"Dari semua hal di atas, yang ingin kembali saya tekankan adalah segala kebutuhan primer: makanan, rumah, pakaian, dan obat-obatan, haruslah mudah dan murah untuk semua orang. Itulah peradaban. Dan jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka berarti yang terjadi adalah ketidakberadaban.

"Dan sekarang yang kita saksikan adalah yang kedua. Begitu ada banyak orang pintar di dunia ini, ada banyak universitas, ada banyak sarjana, tapi hidup kita makin sulit.  Kita semua bekerja keras. Tapi hidup makin sulit. Lalu untuk apa dan untuk siapa kita bekerja keras?

"Kita hanya  butuh kembali menjadi orang 'normal'. Burung membuat sarang dalam waktu satu sampai dua hari. Tikus membuat lubang dalam semalam. Tapi makhluk cerdas seperti kita butuh hutang 30 tahun untuk membuat rumah. Sialnya, makin banyak orang pesimistis bisa punya rumah.

"Itu pemikiran yang keliru. Kenapa kita bisa menghancurkan kemampuan kita sedemikian rupa? Kita punya pilihan. Memilih yang mudah atau yang sulit.

"Banyak orang bilang bahwa saya gila. Tapi itu kata mereka. Saya tidak bisa mengatur apa yang mereka pikir. Tapi saya bisa mengatur apa yang saya pikir dan saya kerjakan".

Bacaan menarik

Rabu, 12 Oktober 2016

AKIBAT MENGHINA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM

.

Ketika Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki menerangkan sebuah hadits yang artinya : “ Tidaklah seseorang keluar dari rumahnya demi menuntut ilmu, kecuali para Malaikat membentangkan sayapnya untuk mereka, karena mereka ridlo dengan apa yang yang telah diperbuat oleh penuntut ilmu tersebut “.

Kemudian Abuya mengisahkan sebuah cerita yang mana dulu disatu Negara Arab ( Mesir ) ada seorang santri yang senantiasa istiqomah menghadiri majlis ta’lim gurunya disebuah masjid. Namun pada suatu waktu ia terlambat untuk hadir kemajlis,yang dikarenakan sibuk melayani orang tuanya. Begitu selesai melayani orang tuanya ia segera berangkat menghadiri majlis ta’limnya tersebut agar tidak terlalu terlambat,ia berusa berlari sekuat tenaga agar tidak tertinggal pelajaran. Ketika akan sampai ditempat majlis ta’lim yang persisnya disebuah masjid ia dipanggil oleh seseorang yang sedang santai dimasjid.

Sang santri tersebut kemudian berhenti demi memenuhi panggilan seseorang tersebut,namun ternyata setelah dipenuhi panggilannya sang santri tersebut dihina dengan mengatakan “ hai fulan, pelan-pelan saja kalau berjalan, jangan berlari kencang seperti itu, nanti kamu dapat merusak sayap-sayap malaikat “ ( dengan nada mengejek dan meremehkan Hadits Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam ).

Dengan rasa kecewa dan jengkel, sang santri tersebut pergi tanpa memperdulikan hinaan orang tersebut,dikarenakan takut ketinggalan pelajaran dimajlis ta’lim gurunya.

Lanjut cerita, selang beberapa hari dari peristiwa itu,orang yang mengejek santri tersebut tidak bisa merasakan nyenyaknya tidur,dan hal ini berlangsung hingga bermalam-malam. Ia selalu dihantui oleh suara sayap burung yang sangat besar dan terdengar keras ditelinganya.ia sudah berusaha menutupi telinganya dengan berbagai cara, namun suara itu tetap datang.

Berhari-hari suara tersebut selalui menghantuinya hingga akhirnya ia mati secara mengenaskan .

Mengomentari hal ini Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki berkata : “ itulah akibat bagi orang yang mengejek hadits Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam, selain itu ia juga kena bala’ dari santri yang sedang menuntut ilmu “.

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad, sang cahaya-Mu yang selalu bersinar dan pemberian- Mu yang tak kunjung putus, dan kumpulkanlah
aku dengan Rasulullah di setiap zaman, serta shalawat untuk keluarganya dan sahabatnya, wahai Sang Cahaya.”

Rabu, 14 September 2016

Belajar dr musa dan harun

Fb
Sdr. Arifin Nur Taimiyah.menulis:
Saya selalu menikmati pertarungan
pemikiran dan metode dakwah Musa dan Harun alaihimassalaam. Kedua nabi ini hidup di zaman yang sama, menghadapi rezim yang sama, tenggelam dalam sosio-politik yang sama, tapi karakter dan metode dakwah mereka sangat berseberangan. Ketika Musa AS dipanggil Allah SWT ke Lembah Tuwa yang suci untuk mendapatkan 10 syariah agama, seorang bangsawan Israel bernama Samiri membuat patung anak sapi dari emas untuk disembah. Patung itu akhirnya jadi dibuat, Bani Israel menyembah patung anak sapi emas ini, dan uniknya Nabi Harun ada di antara mereka. Pertanyaannya: mengapa Harun diam saja ketika kemusyrikan berlangsung di matanya? Apa yang dilakukan Harun sebagai nabi kalau begitu? Tidak mungkin Harun diam saja hanya karena takut dibunuh oleh Samiri. Jika dia takut dibunuh, padahal rata-rata nabi dan rasul di kalangan Bani Israel banyak dibunuh, Allah SWT niscaya sudah memecat Harun sebagai nabi -- sebagaimana Allah pernah mengancam mencabut kenabian Nuh, Yunus, atau Zakaria alaihimussalam. Maka, seorang Musa tanpa berdiskusi lagi dengan Harun langsung menuduh saudaranya ini mendukung kemusyrikan dan kemaksyiatan. Dengan marah dia menjambak rambut dan jenggot Harun seraya menudingnya telah mengkhianati tujuan dakwah Musa. Tapi Harun menolak rambut dan jenggotnya dijambak, juga menolak tuduhan Musa bahwa ia sudah berkhianat dari tujuan dakwah. Kalaupun ia membiarkan Samiri membuat patung anak sapi emas, itu karena Harun mengaku ia memiliki metode dakwah yang berbeda dengan metode Musa, yakni dia tak mau cara keras yang dia lakukan terhadap Samiri justru akan memecah belah persatuan dan kesatuan Bani Israel. Bukankah salah satu tujuan diutusnya Musa sebagai nabi adalah untuk mempersatukan anak cucu Nabi Israel ini? Perhatikan baik-baik argumentasi Harun mengapa ia tidak melarang Samiri membuat patung sesembahan Bani Israel dalam al-Quran surat Thaha (20) ayat 94: قَالَ يَبۡنَؤُمَّ لَا تَأۡخُذۡ بِلِحۡيَتِى وَلَا بِرَأۡسِىٓ‌ۖ إِنِّى خَشِيتُ أَن تَقُولَ فَرَّقۡتَ بَيۡنَ بَنِىٓ إِسۡرَٲٓءِيلَ وَلَمۡ تَرۡقُبۡ قَوۡلِى (٩٤) Harun menjawab: "Hai putera ibuku janganlah kamu pegang janggutku dan jangan [pula] kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata [kepadaku]: "Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku." (94) Berkaca pada metode dakwah Harun ini, saya jadi lebih paham mengapa Sunan Kudus melarang jamaahnya menghancurkan Pura Hindu di depan masjid yang mereka bangun, juga melarang mereka memotong sapi di setiap Idul Qurban tiba. Sunan Kudus melihat persatuan dan kesatuan bangsa lebih penting dibanding ia memaksakan ajarannya, sebagaimana Harun melihat hal yang sama. Marahkah Allah dengan ijtihad Sunan Kudus? Saya tidak tahu karena pengadilan akhir di Gurun Mahsyar belum terjadi. Tapi, marahkah Allah terhadap Harun? Sampai sekarang Harun tetap disebut nabi oleh Allah SWT dalam al-Quran, tapi Musa marah pada Harun. Merenunglah, apakah Anda kadang-kadang kerap menjadi Musa? (copas dari Ust. Helmi Hidayat)

Leon simjuntak mengomentari;
Musa; adalah orang yg meng-exodus bani israel dari mesir kembali ke tanah kanaan (tanah yg diperjanjikan Tuhan).
Proses dialog antara musa dan paraoh (firaun) tidak mudah dan tidak gampang, banyak peristiwa yg harus dilakukan.
Perjalanan panjang dari mesir ke tanah kanaan memerlukan waktu berpuluh tahun padahal jaraknya hanya puluhan kilometer. Sepertinya "Tuhan" sengaja rombongan kaum ini dibiarkan berputar2 yg akhirnya justru mengecoh balatentara firaun yg mengejarnya.
Dalam perjalanan yg melelahkan ini, harun lah yg banyak berperan thd kaum hijrah ini sebagai penyambung lidah musa. Musa tidak bisa bicara normal lidahnya pelo/ gagu dan yg mengerti hanya saudara kandungnya yaitu harun.
Dalam perjalanan, terjadi banyak hal termasuk kematian. Tentunya kelaparan. Tetapi Tuhan tetap memberi berkahnya, a.l bertebarannya biji manna (sejenis gandum) shg para pengikut bisa makan.
Perlu dicatat, masa perbudakan bangsa mesir thd bani israil, para budak tetap bisa makan dg layak dan hampir tdk terjadi penyiksaan yg tdk manusiawi kecuali pelanggaran hukum. Mesir adalah kerajaan yg makmur dlm pertanian.
Jadi, tidak semua kaum exodus bani israil ini "suka" dg sikap musa apalagi pada saat perjalanan, sepanjang jalan banyak yg protes. Kembali, disinilah peran harun menasihati ummat.

Musa, akhirnya memenuhi panggilan Tuhan naik ke gunung Sinai untuk menerima 10 perintah Tuhan (the ten commandement). Disinilah puncak kemarahan kegalauan cacimaki para ummat thd musa dan disini pula harun hampir menyerah tak tahan dg desakan ummat.
Musa dituduh melarikan diri ke puncak bukit dan mati, oleh ummat.
Harun, pasrah sudah sewaktu orang2 mengumpulkan perhiasan emas utk dijadikan replika lembu sebagai sesembahan.
Itulah sebab musa marah setelah menerima 2 log batu bertuliskan 10 perintah dan melemparkan hingga pecah.
Musa menjadi sangat tua dan buta sejak turun dari bukit dan tak berdaya.
Jadi musa menjambak harun, hanya itulah yg bisa dilakukan krn sdh tidak berdaya. Tentu kecewa thd harun yg membiarkan ummat menjauhi Tuhan utk kembali menyembah berhala.
Musa sendiri akhirnya tidak sampai ke tanah kanaan walau pernah melihatnya.
Tapi dari pelajaran Musa, banyak sekali pelajaran yg bisa dijadikan panduan hidup masa kini.

Sdr. Arifin Nur Taimiyah.Saya menyarankan teruslah menggali sejarah, terutama tentang Musa dari berbagai sumber. Jauhkan emosi ego, agar jernih memahami. Dlm hikayat ini kaya sekali dg filosofi kehidupan seolah olah ini lah rahasia kehidupan. Dg memahami ini, kita bisa paham siapa itu kaum Yahudi.
Salam

Kesalahan kecil

seorang guru menuliskan ini di papan tulis :

5 x 1 = 7
5 x 2 = 10
5 x 3 = 15
5 x 4 = 20
5 x 5 = 25
5 x 6 = 30
5 x 7 = 35
5 x 8 = 40
5 x 9 = 45
5 x 10 = 50

Setelah selesai menulis dia balik melihat murid-muridnya yang mulai tertawa menyadari ada sesuatu yang salah.

Pak gurupun bertanya :

"Mengapa kalian tertawa?"

Serentak mereka semua menjawab :
"Yang nomor satu salaaaahhh Paaakk!" (tertawa bareng).

Sejenak pak guru menatap muridnya, tersenyum menjelaskan :
"Saya memang sengaja menulis seperti itu agar kalian bisa belajar sesuatu dari ini.

Saya ingin kalian tahu bagaimana dunia ini memperlakukan kita.
Kaliankan sudah melihat bahwa saya juga menuliskan hal yang benar sebanyak 9 kali, tapi tak ada satupun kalian yang memberi selamat.

Kalian malah lebih cenderung menertawakan saya hanya untuk satu kesalahan.

Hidup ini jarang sekali mengapresiasi hal-hal yang baik bahkan yang kita lakukan ribuan sekalipun.

Hidup ini justru akan selalu mengkritisi kesalahan kita, bahkan sekecil apapun yang kita perbuat.

Ketahuilah anak-anakku :

"Orang lebih dikenal dari satu kesalahan yang ia perbuat, dibandingkan dengan seribu kebaikan yang ia lakukan."

Semoga dari kesalahan kita bisa memperbaiki diri lebih baik lagi.
Dan ingat, sebodoh-bodohnya orang adalah orang yang yakin akan kebaikannya sendiri.

Selasa, 06 September 2016

HAFAL QURAN 30 JUZ DAN HADlTS TAK MENJAMIN KITA MASUK SURGA


°~ Kisah nyata ini dituturkan Habib Quraisy bin Qosim Baharun, Cirebon, dr kisah perjalanannya th 1996. Kala itu pesawat melintasi daratan Afrika. Diantara penumpangnya Habib Quraisy dan ibu Tua sekitar 65-70 tahun berpenutup jilbab di sebelahnya. “Dimana asal Anda?” Tanyanya. Tahu Habib Quraisy orang Indonesia, dia mengajaknya berbahasa Indonesia dan amat fasih pula. Ibu Tua itu tersenyum bijak sambil berkata “Saya ‘Alhamdulillah’ menguasai sebelas bahasa dan 20 bahasa daerah”.

Ibu Tua mulai mengupas pembahasan Al Qur’an dg indah dan mahir.
Habib pun penasaran atas kehebatannya menjelaskan Al Qur’an, “Apakah Ibunda HAFAL AL-QUR’AN ?”
Beliau jawab “Ya, saya telah menghafal Al Qur’an dan saya rasa tidak cukup hanya menghafal Al Quran sehingga saya berusaha menghapal Tafsir Jalalain dan saya pun hafal”.

Tidak sampai disitu saja, Ibu Tua itu melanjutkan bicaranya “Namun Al Qur’an harus bergandengan dengan hadist. Sehingga saya kemudian berupaya lagi menghafal hadist tentang hukum sehingga saya hafal kitab hadist Bulughul Marom di luar kepala”.

“Lantas saya masih belum merasa cukup, karena di dalam Islam bukan hanya ada halal dan haram tapi harus ada fadhailul amal, maka saya pilih kitab Riyadhus Sholihin untuk saya hafal dan saya hafal”. Kata Ibu itu menuturkan pendalamannya tentang Islam kepada Habib Quraisy.

Ibu itu kembali bertutur “Di sisi agama ada namanya tasawuf, maka saya cenderung pada tasawuf sehingga saya pilih kitab Ihya Ulumuddin dan sampai saat ini saya sudah 50 kali mengkhatamkan membacanya.
Saking seringnya saya baca Ihya Ulumuddin sampai-sampai Bab Ajaibul Qulub saya hafal di luar kepala”.

Habib Quraisy terperangah melihat kehebatan dan luarbiasanya Ibu itu. Namun karena tidak percaya begitu saja, Habib pun akhirnya mencoba test kebenaran perkataannya. Apakah benar Ia telah hafal Al Qur’an? Apakah benar Ia menguasai Tafsir Jalalain ttg asbabun-nuzul dan qaul Ibnu Abbas? Setelah melalui beberapa pertanyaan. Ternyata benar Ibu itu hafal Qur’an bahkan mampu menjawab tafsirnya dengan mahir dan piawai.

Ketika Habib mengangkat permasalahan ihya mawat yang ada dalam kitab Bulughul Maram Ibu Tua itu pun menjabarkannya cukup jelas.

Ketika Habib membahas tentang hadist Riyadhus Sholihin maka Ibu Tua itu menyebutkan sesuai apa yang disebutkan dalam kitab Dalailul Falihin sebagai syarah kitab hadist tsb.

Dan lagi Ia menjelaskan masalah psikologi hati berbasis kitab Ihya Ulumuddin pada pasal ajaibul qulub. Kembali Habib dibuat heran akan kehebatan Ibu Tua itu dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Pesawat akan mendarat di Airport. Ibu itu mengambil tasnya yang ada di kabin. Kerana sudah merasa kenal, Habib membantu menurunkan 3 tasnya ke lantai pesawat. Subhaanallah… Saat Ibu itu menunduk untuk mengambil tasnya ternyata keluar dari balik jilbabnya seutas kalung salib.

Seperti petir menyambar di siang bolong, Habib Quraisy menunduk lemah. Ibu itu tersenyum,  “Akan kujelaskan padamu nanti di hotel.”
Habib akan transit selama sehari semalam, pun Ibu Tua itu. Maka di ruang tunggu dia tunjukkan nomor kamarnya kepada Habib dan berjanji bertemu di ruang lobbi restaurant.

Keduanya akhirnya bertemu. Kpada Habib Qurasy ia mengatakan, “Saya bukan orang Kristen, mengapa saya keluar dari Kristen ?… karena saya menganggap Kristen itu hanya dongeng belaka. Dan kalung ini bukan berarti saya Kristen, tapi kalung ini pemberian almarhumah ibu saya”.

Ia mengatakan bahwa Ia telah mempelajari Kristen, Hindu juga Islam. Ia mengungkap ketertarikannya mengenai keagungan yang ada di balik wahyu Allah SWT dan hadits Nabi Muhammad SAW.
“Ibu apa agamanya sekarang ?” Habib bertanya.
Dia katakan “Saya tidak beragama”
“Andai Ibu masuk Islam, begitu baca syahadat, ibu akan langsung dapat titel ulama”. Karena demikian luas ilmu yang dimiliki kata Habib.

Ia menjawab, 
“MUNGKIN KARENA SAYA BELUM MENDAPAT HIDAYAH DARI ALLAH”

Habib Quraisy meneteskan airmata bersyukur kpd Allah SWT, bagaimana orang seperti dia yang sudah hafal Al Qur’an dan lain sebagainya belum Allah izinkan untuk beriman kepada-NYA.

Sementara kita tanpa usaha apapun, telah dipilih oleh Allah SWT untuk jadi seorang muslim. Demikianlah kisah ajaib ini. Semoga dapat diambil iktibar betapa bersyukur kita dianugrahi iman dan semakin bertambah kuat sampai ajal menjemput, sehingga kita termasuk orang yang husnul khotimah.

Ibu tua itu namanya ANN MARIE SCHIMMEL, ahli terkemuka dalam literature Islam & mistisisme (tasawuf), berkebangsaan Jerman, sebagai professor mengajar di 3 Universitas terkenal di 3 Negara berbeda, dikenal memiliki ingatan fotografis. Wafat tahun 2003 di usia 80 thn, entah bagaimana tentang keimanannya di akhir hidupnya. Ada yang tahu???
BETAPA MAHALNYA HIDAYAH. 
SETINGGI-TINGGINYA ILMU, 
SELUAS-LUASNYA PENGETAHUAN,
SEDALAM-DALAMNYA PEMIKIRAN, DAN 
SEKUAT-KUATNYA HAFALAN AL-QUR’AN 30 JUZ DAN HADlTS
TIDAKLAH MAMPU MENGGAPAI HIDAYAH.
KERANA HIDAYAH DATANGNYA DARI RAHMAT ALLAH.
SEBAGAIMANA SEORANG HAMBA MASUK SURGA KARENA RAHMATNYA
Tidaklah cukup hafal Al-Qur'an dan hadist.

subhanallah....
Sujud syukurku pada -Mu ya rabb...atas nikmat  hidayah ini...

Kamis, 11 Agustus 2016

Hadiah doa dan bacaan al quran


.
Kisah yang diceritakan oleh seorang Hamba ALLAH tentang mimpi Seorang Wali Ditanah Perkuburan ,di dalam mimpi wali itu,  wali tu ternampak roh ahli-ahli kubur sedang kais-kais rumput seperti mencari sesuatu.
.
Tetiba beliau terlihat ada seorang roh ahli kubur yg sudah berusia sedang duduk berehat diatas kuburnya sendiri .
Beliau mengambil keputusan untuk bertanyakan kepada roh orang tua tersebut.
.
Wali :
Pakcik, kenapa pakcik sedang duduk berehat dgn tenang sedangkan ramai ahli kubur yg lain sedang mengais-gais rumput disitu.
.
Roh Org tua itu :
Jikalau kau nak tahu jawapannya,
esok kau pergi ke pasar dan cari penjual daging yg masih muda di pasar.
Penjual daging itu ialah anak aku sendiri.
.
Wali tersebut pun beredar daripada situ dan terjaga dari mimpinya.
Keesokan harinya.
Wali tu pun menjumpai penjual daging muda di pasar tersebut.
Beliau hanya memerhati dari jauh kelakuan penjual daging tersebut.
.
Selepas penjual daging tersebut menjual dagingnya, dia sambung membaca Al Qur'an.
Wali tadi terkejut lalu mengambil keputusan untuk berjumpa dengan pemuda tersebut.
.
Wali: Assalammualaikum orang muda,
saya ada beberapa soalan untuk orang muda.
.
Penjual daging:
waalaikummussalam, ya boleh. Apakah soalannya itu?
.
Wali:
Adakah kamu ada seorang ahli keluarga yang meninggal dunia yang mempunyai kubur di kampung ini?
.
Penjual daging: Ya ada. Itu ialah bapaku.
.
Wali: Aku terlihat Roh ayahmu dalam mimpi ku.
Beliau tenang disana.
Apa yg kau lakukan untuk ayah kau wahai anak muda?
.
Penjual daging:
Aku membaca Al-Qur'an dan aku berdoa kpd Allah.
Jika bacaan aku itu terdapat pahalanya,
aku sedekahkan nya kepada ayahku.
.
* Iktibar dari Kisah ini
Kenapa Roh ahli kubur yang lain sedang mengais-gais rumput di situ?
Jawapannya,
mereka sedang mencari tempias-tempias doa yang didoakan oleh orang ramai dan lafaz  "Ala kulli muslimin wal muslimat,
wal mukminin wal mukminat".
.
Manakala roh pakcik tua yg hanya duduk berehat tersebut kerana doa anaknya hanya khas untuknya.
.
Pesanan:
Perbanyakkan berdoa untuk kedua ibu bapa kita,  saudara mara kita untuk kesenangan mereka di alam barzakh.
Doa seorang anak akan terus sampai kepada ibu bapanya,  terutamanya anak lelaki yang mana syurganya dibawah redha ibunya....
.
Jom laksanakan 7 Sunnah Hebat ini.

Tujuh sunnah Nabi Muhammad SAW itu adalah:
.
Pertama:
Solat Tahajjud,
kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada solat tahajjudnya.
Pastinya doa akan mudah termakbul dan
menjadikan kita semakin hampir dengan Allah SWT.
.
Kedua:
Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari,
alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
Paling tidak jika sesibuk manapun kita,
bacalah ayat 3Qul, atau ayat qursi.
.
Ketiga:
Hadirkan diri ke masjid terutama di waktu subuh.
Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, kerana masjid merupakan pusat keberkatan,
bukan kerana panggilan muadzin
tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman  untuk memakmurkan masjid Allah SWT .
.
Keempat:
Jaga solat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha.
Yakinlah, kesan solat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki.
.
Kelima:
Jaga sedekah setiap hari.
Allah menyukai orang yang suka bersedekah,  dan malaikat selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat kali ganda.
.
Keenam:
Jaga wudhu terus menerus kerana
Allah SWT menyayangi hamba yang berwudhu.
.
Kata khalifah Ali bin Abu Thalib,
“Orang yang selalu berwudhuk senantiasa ia akan merasa selalu dalam keadaan solat walaupun ia belum lagi solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa,
Malaikat berdoa untuknya iaitu
"ampuni dosanya dan sayangi dia ya Allah SWT ”.
.
Ketujuh:
Amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.
.
Sebarkanlah ilmu ini,
dan anda tidak akan rugi sedikitpun,
sebarkan, semoga ianya memberi manfaat banyak orang.
.
YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Menunggu waktunya berbuka Puasa, Alhamdulillah smoga berkah

Kamis, 28 Juli 2016

PAHALA YANG BESAR BAGI PARA ISTRI

Tersebut dalam riwayat dari Abu Hurairah Ra, katanya, suatu hari Rasulullah S.A.W menjenguk putrinya, Fathimah-. Sampai di rumahnya, Rasulullah melihat putrinya sedang menggiling tepung sambil menangis.

Rasulullah bertanya:
”Kenapa menangis, Fathimah. Mudah mudahan Allah tidak membuat matamu menangis lagi”.
Fathimah menjawab:
”Bapak, aku menangis hanya karena batu penggiling ini, dan lagi aku hanya menangisi kesibukanku dirumah yang datang silih berganti”.
Rasulullah kemudian mengambil tempat duduk disisinya. Fathimah berkata:
”Bapak demi kemulyaanmu, mintakanlah kepada Alli supaya membelikan seorang budak untuk membantu pekerjaan pekerjaanku membuat tepung dan menyelesaikan pekerjaan rumah”.
Manakala Rasulullah S.A.W selesai mendengar perkataan putrinya, beliau bangkit dari duduknya dan berjalan menuju tempat penggilingan. beliau memungut segenggam biji-bijian gandum dimasukkan kepenggilingan. Dan mebaca
“BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIMI”
Maka berputarlah alat penggilingan itu karena izin Allah. Beliau terus memasukkan biji-bijian itu sementara alat penggiling tiu terus berputar dengan sendirinya, seraya memuji Allah dengan bahasa yang tidak di pahami manusia. Hal itu terus berajalan hingga biji-bijian itu habis. Rasululah S.A.W bersabda kepada alat penggilingan itu:
”Berhentilah dengan ijin Allah”
. Seketika alat itu berhenti. Ia berkata seraya mengutip ayat Al Qur’an:
”HAi orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargam dari api neraka, Yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras yang tidak pernah mendurhakai Allah terhadap yang diperintahkanNYA, dan mereka selalu mengerjakan segala apa yang diperintah”. (Qs At Tahrim 6)
Merasa takut jika menjadi batu kelak akan masuk neraka, demikian tiba tiba batu itu berbicara dengan ijin Allah. Ia berbicara menggunakan bahasa Arab yang fasih. Selanjutnya batu itu Berkata:
”Wahai Rasulullah, demi dzat yang mengutusmu dengan hak menjadi Nabi dan rasul, seandainya engkau perintahkan aku untuk menggiling biji-bijian yang ada diseluruh jagat Timur dan Barat, niscayaakan kugiling seluruhnya’. Dan aku mendengar pula bahwa Nabi S.A.W bersabda:”Hai batu, bergembiralah kamu sesungguhnya kamu termasuk batu yang kelak di gunakan untuk membangun gedung Fathimah disorga”. Seketika itu batu penggiling itu sangat bahagia dan berhenti.
Nabi S.A.W bersabda kepada putrinya, Fathimah :
”Kalau Allah berkehendak, hai Fathimah, niscaya batu penggiling itu akan bergerak dengan sendirinya untukmu. Tetapi Allah berkehendak mencatat kebaikan-kebaikan untuk dirimu dan menghapus keburukan-keburukanmu serta mengangkat derajatmu.
Hai Fathimah mana saja seoarang istri yang membuatkan tepung untuk suaminya dan anak anaknya, kecuali Allah mencatat baginya memperoleh kebaikkan dari setiap butir biji yang tergiling, Dan menghapus keburukkannya serta meninggikan derajatnya.

Hai Fathimah mana saja istri yang berkeringat disisi alat penggilingannya karena membuatkan bahan makanan untuk suaminya, kecuali Allah akan memisahkan atas dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta.

Hai Fathimah mana saja seorang istri yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci baju mereka, kecuali Allah akan mencatat baginya memperoleh pahala seperti pahalanya orang yang memberikan makan kepada seribu orang yang sedang kelaparandan seperti pahalanya orang yang memberikan pakaian kepada seribu orang yang sedang telanjang.

Hai Fathimah mana saja istri yang memenuhi kebutuhan tetangganya, kecuali Allah kelak mencegahnya(tidak memberi kesempatan baginya) Untuk minum air dari telaga Kautsar besok di hari kiamat. Hai Fathimah tetapi yang lebih utama dari pada itu semua adalah keridhoan suami terhadap istrinya.

Sekiranya suamimu tidak meridhoimu, tentu aku tidak akan mendoakan dirimu”. “Bukankah engkau mengerti, hai Fathimah, bahwa keridhoan suami itu menjadikan sebagian dari keridhoan Allah, dan kebencian suami merupakan bagian dari kebencian Allah.

Hai Fathimah, manakala seorang istri sedang mengandung, maka para malaikat memohonkan ampunan untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dn seribu keburukannya di hapus. Apabila telah mencapai rasa sakit (menjelang melahirkan)maka Allah mencatat baginya memperoleh pahala seperti pahalanya orang orang yang berjihad di jalan Allah. Apabila telah melahirkan dirinya terbebas dari segala dosa seperti keadaannya di hari setelah dilahirkannya oleh ibunya”.

“Hai Fathimah, mana saja istri yang melayani suaminya dengan niat yang benar, kecuali dirinya terbebas dari dosa-dosanya bagaikan pada hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa dosa, ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan sorga, Allah memberinya pahala seperti pahala seribu orang yang naik haji dan berumrah, dengan seribu malaikat memohonkan ampun padanya sampai hari kiamat”.

“Mana saja seorang istri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam, di sertai hati baik, niat yang ikhlas dan niat yang benar, kecuali Allah akan mengampuni semua dosa-dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya akan di beri pakaian berwarna hijau, dan dicatatkan untuknya pada setiap rambut yang ada di tubuhya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala untuknya sebanyak orang yang pergi haji dan umrah”.

“Wahai Fathimah mana saja seorang istri yang tersenyum manis di muka suaminya, kecuali Allah akan memperhatikannya dengan penuh mendapat rahmat.

Hai Fathimah, mana saja seorang istri yang menyediakan tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, kecuali ada seruan yang di tujukan kepadanya dari balik langit: Hai perempuan menghadaplah dengan membawa amalmu, sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu dan yang datang”.

“Wahai Fathimah, mana saja seorang istri yang meminyaki rambut suaminya demikian juga jenggotnya memangkas kumisnya dan memotong kuku- kukunya, Kecuali Allah kelak memberi minum padanya dari “RAHIQIM MAKHTUM”(tuak yang tersegel)dan dari sungai yang terdapat di sorga. bahkan Allah akanmeringankan beban sakaratulmaut, kelak dirinya akan menjumpai kuburnya bagai taman sorga. Allah mencatatnya terbebas dari neraka dan mudah melewati shirath(titian)”.

Pengertian, yang dimaksud “RAHIQ” adalah “AL-KHAMRU ASYSYAFIYATU ATHTHAYYIBATU”, yakni arak yan jernih lagi sangat bagus. sedangkan makna “MAKHTUM”adalah. ”AL-MAMNU’MIN AN TAMASSAHU YADUN ILAA AN YAFUKKAL ABRAARU KHATMAHU”, yakni tercegah dari penjamahan tangan hingga orang -orang yang baik melepas segalanya. Jelas bahwa barang yang disegel jauh lebih baik ketimbang barang yang mengalir.

Diriwayatkan dari ibnu mas’ud ari Nabi S.A.W bahwa beliau besabda:
”IDZAA GHASALATIL MAR-ATU TSIYAABA ZAUJIHAA KATABALLAHU LAHAA ALFA HASANATIN WAGHAFARA LAHAA ALFA SAYYI-ATIN WARAFA’A LAHAA ALFA DARAJATIN WASTAGHFARA LAHAA KULLU SYAI-IN THALA’AT ‘ALAIHISY-SYAMSU”. (AL HADITS)
Artinya:
“ketika seorang istri mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatat untuknya memperoleh seribu kebajikan dan mengampuni seribu keburukannya. meninggikan seribu kali derajat untuknya dan semua barang yang berada di bawah siraman mentari memohonkan ampun untuknya”.
Aisyah RA mengatakan :
Suara penenunan yang dilakukan oleh seorang istri, itu menyamai gemuruh suara takbir dalam perang fi sabilillah. mana saja seorang istri yang memberi pakaian suaminya dari hasil tenunannya, kecuali pada benang tenunan itu tercatat seribu kali kebajikan.
Nabi S.A.W bersabda:
”MANISTARAA LI’IYAALIHI SYAI-ANTSUMMA hAMALAHU BIYADIHI ILAIHIM THALLAAHU ‘ANHU DZUNUUBA SAB’IINA SANATAN”.
Artinya:
“Barang siapa yang membuat gembira hati seorang istri maka ia bagaikan tengah menangis karena takut kepada Allah maka Allah mengharamkan tubuhnya dari api neraka”.
Rasulullah bersabda:
”Barang siapa yang membuat gembira hatinya seorang wanita, seakan akan menangis karena takut kepada Allah. Dan barang siapa menagis karena takut pda Allah maka Allah mengharamkan tubuhnya masuk kedalam api neraka”. (al hadits)
Rasulullah S.A.W bersabda:
’Suatu rumah yang mana didalamnya terdapat anak anak perempuan, maka setiap hari Allah menurunkan dua belas rahmat dan tidak henti hentinya di kunjungi malaikat. Dan bagi kedua orang tuanya setiap hari dan malam dicatat seperti ibadah selama tujuh puluh tahun”.

Selasa, 12 Juli 2016

Buatlah ikatan dengan Rasulullah saw agar dijauhkan dari api neraka

Suatu ketika Sayyidina Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu mengusap wajahnya dengan sapu tangan,lalu memberikannya kepada pembantunya agar sapu tangan itu dibersihkan

Tiba-tiba pembantu itu memasukkan sapu tangan tadi kedalam api hingga terbakar semua kotoran yang menempel.

Namun yang menghairankan tak lama kemudian pembantu itu menarik sesuatu dari api tadi.

Ternyata sapu tangan yang tadi dilemparnya tidak habis terbakar,bahkan masih tetap sempurna dan menjadi jernih kerana kotoran yang menempel padanya terbakar.

Melihat kejadian yang menakjubkan itu seseorang bertanya,"Sapu tangan apakah itu?" Anas menjawab,"Sapu tangan itu pernah bercampur dengan keringat Rasulullah صلى الله عليه و سلم saat ia mengusap wajahnya dengannya

Bukankah api tak akan menyentuh jasad Nabi صلى الله عليه و سلم? "

Sahabatku berusahalah mendekati Nabi صلى الله عليه و سلم dan jangan kau putuskan ikatan dengannya.

Sebab kelak yang berdekatan dengan Rasulullah صلى الله عليه و سلم tidak akan disentuh oleh api neraka.

[Al Habib Omar Al Hafidz]

Sabtu, 02 Juli 2016

Semua tidak ada yang kebetulan

Kisah ini terjadi di Pakistan. Seorang dokter ahli bedah terkenal bernama Dr. Ishan tergesa - gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri seminar internasional yang akan membahas hasil penelitiannya di bidang kedokteran. Setelah pesawat melakukan penerbangan sekitar satu jam, tiba - tiba pesawat mengalami gangguan mesin dan harus mendarat darurat di bandara kecil terdekat.Di bandara tersebut Dr. Ishan menunggu beberapa saat. Tetapi pesawat tidak juga kunjung selesai diperbaiki.Lalu Ia mendatangi ruang penerbangan dan mendapat penjelasan bahwa kemungkinan pesawat dapat diterbangkan 16 jam kemudian. “Saya ini dokter dan harus melayani pasien. Tetapi kalian meminta saya menunggui pesawat selama 16 jam?” Pegawai bandara kemudian menjawab, “Wahai dokter, jika Anda terburu-buru, Anda bisa menyewa mobil. Tujuan Anda tidak jauh lagi dan sini. Kira-kira 3 jam perjalanan saja. Dr. Ishan setuju usul tersebut,kemudian ia menyewa mobil beserta supirnya. Baru berjalan beberapa menit, tiba-tiba cuaca mendung disusul hujan besar disertai badai. Jarak pandang pun sangat pendek.Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar telah tersesat di sebuah tempat sepi yang tidak mereka kenal. Dalam kondisi kelelahan dan nyaris putus asa itu, mereka melihat di kejauhan sebuah rumah kecil dengan penerangan lampu minyak yang remang-remang. Dihampirilah rumah tersebut dan mereka mengetuk pintunya. Seorang wanita tua menjawab, “Silahkan masuk, siapa ya?’ Terbukalah pintunya. Dr. Ishan mengucapkan salam dan meminta ijin kepada ibu tersebut untuk menggunakan telepon rumahnya. Ibu itu tersenyum dan berkata, “Telepon apa Nak? Apa Anda tidak sadar ada di mana? Di sini tidak ada listrik, apalagi telefon. Narnun demikian, masuklah. Silahkan duduk istirahat dulu sambil menunggu badai mereda. Sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan untuk rnengembalikan kekuatan Anda.Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu ia menyantap hidangan yang disediakan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa. Usai beberapa rakaat perlahan lahan ia mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak di atas kasur di sisi ibu tersebut. Dia terlihat gelisah di antara tiap sholat. Dokter mendatanginya dan berkata, “Ibu, demi Allah Anda telah membuat saya kagum dengan keramahan Anda dan kemuliaan akhlak Anda. Semoga Allah menjawab do’a - do’a Anda” Berkata ibu itu, “Nak, Anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do’a saya sudah dijawab Allah semuanya. Kecualisatu” Bertanya Dr. Ishan, “Apa itu do’anya?” Ibu itu berkata, “Anak ini adalah cucu saya. Dia yatim piatu dan menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter - dokter yang ada di sini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli yang mampu menyembuhkannya. Katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dan sini yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana. Makanya saya berdo’a.Mendengar itu Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak. “Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata lila billah. Demi Allah, sungguh do’a ibu telah membuat pesawat menjadi rusak, serta membuat hujan petir yang menyesatkankami, hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. lshan, Bu. Sungguh Allah telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya dengan doa. Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.

Selasa, 28 Juni 2016

BENARKAH GUS DUR BEGINI? BENARKAH GUS DUR BEGITU? YUK SIMAK SAMBIL MIKIR...

Gus Dur itu sekuler? Ya. Benar. Gus Dur itu sekuler. Saking sekulernya, waktu beliau menjadi Presiden, selama bulan Ramadhan semua siswa diliburkan supaya bisa beribadah dengan tenang.

Gus Dur itu antek Zionist? Ya. Benar. Gus Dur itu antek Zionist. Jaman Ehud Barak menjadi Perdana Menteri Israel, Gus Dur pernah berkunjung ke sana. Pak Ehud bertanya, bagaimana cara menghentikan perlawanan rakyat Palestina, maka  Gus Dur menjawab dengan lantang, “Gampang sekali. Beri kemerdekaan rakyat Palestina sekarang juga”. Pak Ehud terhenyak dengan muka merah padam.

Gus Dur itu antek Amerika? Ya. Benar. Gus Dur itu antek Amerika. Saking setianya dengan Amerika, sesaat setelah beliau dilantik menjadi Presiden, beliau langsung kerkunjung kemana? Ke China!!! Setelah itu kemana? Ke India. Kemudian kemana? Ke Timur Tengah... Lalu kemana? Ke Eropa... dan terakhir baru ke Amerika. Puas? 

Gus Dur itu sesat? Ya. Benar. Gus Dur itu sesat. Saking sesatnya, dikisahkan dalam berbagai perjalanan, di saat semua orang tertidur pulas, beliau selalu menyempatkan waktu untuk nderes bacaan Al Quran bisa mencapai 5 juz dengan bacaan bilghoib (melantunkan bacaan Al Quran tanpa melihat teksnya).

Gus Dur itu liberal? Ya . Benar. Gus Dur itu liberal. Saking liberalnya, beliau bisa menjelaskan dengan sangat detail jika ditanya tentang dalil-dalil dari Quran, Hadits, Ijma’, dan Ijtihad, serta tak ketinggalan Qoul Ulama Besar atas semua pendapat dan tindakan beliau.

Gus Dur itu suka klenik. Ya. Benar. Gus Dur itu suka klenik. Saking sukanya beliau dengan klenik, maka banyak sekali makam wali yang terpendam dan dibuat hal yang tidak benar secara syariat, akan dikunjungi beliau. Kemudian makam itu diziarahi oleh kaum muslimin sehingga habislah praktek klenik dan praktek yang tidak dibenarkan tersebut, menjadi kunjungan ziarah yang dipenuhi dengan bacaan Kitab Suci Al Quran, Sholawat dan dzikir.

Gus Dur itu tidak pro rakyat. Ya. Benar. Gus Dur itu tidak pro rakyat. Sehingga beliau di saat menjadi Presiden menolak  impor beras dari luar negeri, karena sangat tahu bahwa stok di dalam negeri sangat cukup. Impor hanya menguntungkan orang tertentu yang ikut tandatangan, dan akan memukul harga di tingkat petani lokal.

Gus Dur itu tidak paham cara membangun negara. Ya. Benar. Saking gak fahamnya, beliau menolak campur tangan IMF dan menolak perintah untuk menjual aset-aset penting Nasional seperti Indosat, Texmaco, dll dan menolak pencabutan subsidi pupuk bagi petani. Sehingga IMF menunda pengucuran bantuannya selama masa pemerintahan beliau. Owh iya, beliau mau menego ulang keberadaan dan bagi hasil dengan Freeport.

Gus Dur itu penganut Syi’ah. Ya. Benar. Saking setianya, beliau begitu mengidolakan Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, dan Sayyidina Utsman. Juga begitu mengagumi sosok wanita mulia Siti Aisyah, dan Siti Hafshoh. Beliau juga sangat menguasai madzhab Syafi’i. Menguasai Kitab Hikam dengan sangat baik, dan berbagai kitab ulama Aswaja, dan hampir tidak pernah mengutip nash dari Kitab-kitab Syi’ah sebagai rujukannya.

Gus Dur itu Komunis. Ya. Benar. Gus Dur itu Komunis. Saking Komunisnya, Gus Dur sangat terbuka dengan pihak manapun yang hendak turut membangun bangsa ini. Beliau malah membuka keran demokrasi seluas-luasanya sehingga siapapun boleh mengungkapkan pendapatnya dengan bebas. Beliau membubarkan Departemen Penerangan yang dianggap hanya jadi corong legitimasi pemerintah. Bahkan organisasi masyarakat tidak dibatasi, baik berbasis agama, sosial, politik, ekonomi, kesukuan, dll...

Gus Dur itu buta hatinya. Ya. Benar. Gus Dur itu buta hatinya. Saking buta hatinya, dimanapun beliau berada, akan disambut dengan gegap gempita oleh seluruh lapisan masyarakat, yang mengagumi kejernihan hati beliau. Berbondong-bondong masyarakat dari berbagai kalangan dari masyarakat biasa hingga ulama untuk mencium tangan beliau. Ketika beliau wafat, terlalu banyak orang yang sangat kehilangan. Dan setelah itu, mereka menceritakan karomah-karomah beliau. Ulama besarpun menceritakan kehebatan Gus Dur dengan memberikan ciri-ciri kewalian yang ada di dalam beliau, tapi tidak berani manyatakan Gus Dur itu wali, dengan ketawadlukan bahwa yang tahu wali hanyalah wali.... Dan beberapa diantara para panutan umat dengan lugas menyatakan bahwa Gus Dur itu Wali. 

Gus Dur itu apa lagi ya? Silakan dilengkapi sendiri ya...

(Oleh: Mbak Shuniyya Ruhama H)

25 Desember 2015

#alasantri #GusDur #BapakBangsa #Haul6GusDur #HaulGusdur #6ThGusDur #Gusdurian

Kelembutan Hati Sang Guru


Diriwayatkan bhw ada seseorang yg bernama Yunus bin 'Abdul A'la. Dia adalah salah seorang murid Imam Syafi'i, ia berbeda pendapat dgn Imam Muhamad bin Idris asy Syafi'i dlm satu permasalahan disaat ia sdg mengajar dimasjid.

Kemudian berdirilah Yunus sambil marah & meninggalkan pengajian lalu pulang ke rumah-nya.

Malam tiba. Yunus mendengar suara pintu rumahnya diketuk orang.

"Siapa..?" Tanya Yunus.

"Muhamad bin Idris.." Kata yg mengetuk.

Pikiran Yunus menerawang pd siapa saja yg namanya Muhammad bin Idris.

"Ini Syafi'i.."

Waktu pintu dibuka, Yunus kaget luar biasa..!

Berkata Imam Syafi'i:

"Hai Yunus, ratusan masalah menyatukan kita, apakah hanya krn 1 masalah kita berpisah..?"

Jgn-lah engkau berupaya utk selalu menang dlm setiap perdebatan, krn memenangkan hati lebih utama dari pd memenangkan perdebatan

Jgn kau hancurkan jembatan yg sudah kau bangun & kau seberangi. Krn bisa jadi engkau membutuhkan-nya utk kembali disatu hari nanti..! Upayakan engkau selalu membenci kesalahan, bukan membenci pelaku-nya

Marahlah engkau pd maksiat, tapi maafkan pelaku-nya. Kritiklah pendapat orang, namun tetap hormatilah org yg mengatakan-nya. Tugas kita dlm hidup ini adalah membunuh penyakit, bukan membunuh orang yg sakit..!

Jika orang datang pd-mu meminta maaf, berilah maaf..! Kalau engkau didatangi orang bingung, dengarkanlah curhatan-nya..! Jika orang yg butuh datang pd-mu, berilah ia dari sebagian apa yg telah Allah berikan pd-mu. Bila ada yg datang menasihati-mu, berterima kasihlah kpd-nya...!

Meskipun engkau hanya memanen duri disatu hari, tetaplah kau tanam bunga-nya & jgn pernah ragu. Krn balasan dari Zat yg Maha Kasih & Maha Dermawan jauh lebih mulia dari pd balasan manusia.

Wallahu A'lam...

Senin, 27 Juni 2016

PAHALA YANG BESAR BAGI PARA ISTRI

Tersebut dalam riwayat dari Abu Hurairah Ra, katanya, suatu hari Rasulullah S.A.W menjenguk putrinya, Fathimah-. Sampai di rumahnya, Rasulullah melihat putrinya sedang menggiling tepung sambil menangis.

Rasulullah bertanya:
”Kenapa menangis, Fathimah. Mudah mudahan Allah tidak membuat matamu menangis lagi”.
Fathimah menjawab:
”Bapak, aku menangis hanya karena batu penggiling ini, dan lagi aku hanya menangisi kesibukanku dirumah yang datang silih berganti”.
Rasulullah kemudian mengambil tempat duduk disisinya. Fathimah berkata:
”Bapak demi kemulyaanmu, mintakanlah kepada Alli supaya membelikan seorang budak untuk membantu pekerjaan pekerjaanku membuat tepung dan menyelesaikan pekerjaan rumah”.
Manakala Rasulullah S.A.W selesai mendengar perkataan putrinya, beliau bangkit dari duduknya dan berjalan menuju tempat penggilingan. beliau memungut segenggam biji-bijian gandum dimasukkan kepenggilingan. Dan mebaca
“BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIMI”
Maka berputarlah alat penggilingan itu karena izin Allah. Beliau terus memasukkan biji-bijian itu sementara alat penggiling tiu terus berputar dengan sendirinya, seraya memuji Allah dengan bahasa yang tidak di pahami manusia. Hal itu terus berajalan hingga biji-bijian itu habis. Rasululah S.A.W bersabda kepada alat penggilingan itu:
”Berhentilah dengan ijin Allah”
. Seketika alat itu berhenti. Ia berkata seraya mengutip ayat Al Qur’an:
”HAi orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargam dari api neraka, Yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras yang tidak pernah mendurhakai Allah terhadap yang diperintahkanNYA, dan mereka selalu mengerjakan segala apa yang diperintah”. (Qs At Tahrim 6)
Merasa takut jika menjadi batu kelak akan masuk neraka, demikian tiba tiba batu itu berbicara dengan ijin Allah. Ia berbicara menggunakan bahasa Arab yang fasih. Selanjutnya batu itu Berkata:
”Wahai Rasulullah, demi dzat yang mengutusmu dengan hak menjadi Nabi dan rasul, seandainya engkau perintahkan aku untuk menggiling biji-bijian yang ada diseluruh jagat Timur dan Barat, niscayaakan kugiling seluruhnya’. Dan aku mendengar pula bahwa Nabi S.A.W bersabda:”Hai batu, bergembiralah kamu sesungguhnya kamu termasuk batu yang kelak di gunakan untuk membangun gedung Fathimah disorga”. Seketika itu batu penggiling itu sangat bahagia dan berhenti.
Nabi S.A.W bersabda kepada putrinya, Fathimah :
”Kalau Allah berkehendak, hai Fathimah, niscaya batu penggiling itu akan bergerak dengan sendirinya untukmu. Tetapi Allah berkehendak mencatat kebaikan-kebaikan untuk dirimu dan menghapus keburukan-keburukanmu serta mengangkat derajatmu.
Hai Fathimah mana saja seoarang istri yang membuatkan tepung untuk suaminya dan anak anaknya, kecuali Allah mencatat baginya memperoleh kebaikkan dari setiap butir biji yang tergiling, Dan menghapus keburukkannya serta meninggikan derajatnya.

Hai Fathimah mana saja istri yang berkeringat disisi alat penggilingannya karena membuatkan bahan makanan untuk suaminya, kecuali Allah akan memisahkan atas dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta.

Hai Fathimah mana saja seorang istri yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci baju mereka, kecuali Allah akan mencatat baginya memperoleh pahala seperti pahalanya orang yang memberikan makan kepada seribu orang yang sedang kelaparandan seperti pahalanya orang yang memberikan pakaian kepada seribu orang yang sedang telanjang.

Hai Fathimah mana saja istri yang memenuhi kebutuhan tetangganya, kecuali Allah kelak mencegahnya(tidak memberi kesempatan baginya) Untuk minum air dari telaga Kautsar besok di hari kiamat. Hai Fathimah tetapi yang lebih utama dari pada itu semua adalah keridhoan suami terhadap istrinya.

Sekiranya suamimu tidak meridhoimu, tentu aku tidak akan mendoakan dirimu”. “Bukankah engkau mengerti, hai Fathimah, bahwa keridhoan suami itu menjadikan sebagian dari keridhoan Allah, dan kebencian suami merupakan bagian dari kebencian Allah.

Hai Fathimah, manakala seorang istri sedang mengandung, maka para malaikat memohonkan ampunan untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dn seribu keburukannya di hapus. Apabila telah mencapai rasa sakit (menjelang melahirkan)maka Allah mencatat baginya memperoleh pahala seperti pahalanya orang orang yang berjihad di jalan Allah. Apabila telah melahirkan dirinya terbebas dari segala dosa seperti keadaannya di hari setelah dilahirkannya oleh ibunya”.

“Hai Fathimah, mana saja istri yang melayani suaminya dengan niat yang benar, kecuali dirinya terbebas dari dosa-dosanya bagaikan pada hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa dosa, ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan sorga, Allah memberinya pahala seperti pahala seribu orang yang naik haji dan berumrah, dengan seribu malaikat memohonkan ampun padanya sampai hari kiamat”.

“Mana saja seorang istri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam, di sertai hati baik, niat yang ikhlas dan niat yang benar, kecuali Allah akan mengampuni semua dosa-dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya akan di beri pakaian berwarna hijau, dan dicatatkan untuknya pada setiap rambut yang ada di tubuhya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala untuknya sebanyak orang yang pergi haji dan umrah”.

“Wahai Fathimah mana saja seorang istri yang tersenyum manis di muka suaminya, kecuali Allah akan memperhatikannya dengan penuh mendapat rahmat.

Hai Fathimah, mana saja seorang istri yang menyediakan tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, kecuali ada seruan yang di tujukan kepadanya dari balik langit: Hai perempuan menghadaplah dengan membawa amalmu, sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu dan yang datang”.

“Wahai Fathimah, mana saja seorang istri yang meminyaki rambut suaminya demikian juga jenggotnya memangkas kumisnya dan memotong kuku- kukunya, Kecuali Allah kelak memberi minum padanya dari “RAHIQIM MAKHTUM”(tuak yang tersegel)dan dari sungai yang terdapat di sorga. bahkan Allah akanmeringankan beban sakaratulmaut, kelak dirinya akan menjumpai kuburnya bagai taman sorga. Allah mencatatnya terbebas dari neraka dan mudah melewati shirath(titian)”.

Pengertian, yang dimaksud “RAHIQ” adalah “AL-KHAMRU ASYSYAFIYATU ATHTHAYYIBATU”, yakni arak yan jernih lagi sangat bagus. sedangkan makna “MAKHTUM”adalah. ”AL-MAMNU’MIN AN TAMASSAHU YADUN ILAA AN YAFUKKAL ABRAARU KHATMAHU”, yakni tercegah dari penjamahan tangan hingga orang -orang yang baik melepas segalanya. Jelas bahwa barang yang disegel jauh lebih baik ketimbang barang yang mengalir.

Diriwayatkan dari ibnu mas’ud ari Nabi S.A.W bahwa beliau besabda:
”IDZAA GHASALATIL MAR-ATU TSIYAABA ZAUJIHAA KATABALLAHU LAHAA ALFA HASANATIN WAGHAFARA LAHAA ALFA SAYYI-ATIN WARAFA’A LAHAA ALFA DARAJATIN WASTAGHFARA LAHAA KULLU SYAI-IN THALA’AT ‘ALAIHISY-SYAMSU”. (AL HADITS)
Artinya:
“ketika seorang istri mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatat untuknya memperoleh seribu kebajikan dan mengampuni seribu keburukannya. meninggikan seribu kali derajat untuknya dan semua barang yang berada di bawah siraman mentari memohonkan ampun untuknya”.
Aisyah RA mengatakan :
Suara penenunan yang dilakukan oleh seorang istri, itu menyamai gemuruh suara takbir dalam perang fi sabilillah. mana saja seorang istri yang memberi pakaian suaminya dari hasil tenunannya, kecuali pada benang tenunan itu tercatat seribu kali kebajikan.
Nabi S.A.W bersabda:
”MANISTARAA LI’IYAALIHI SYAI-ANTSUMMA hAMALAHU BIYADIHI ILAIHIM THALLAAHU ‘ANHU DZUNUUBA SAB’IINA SANATAN”.
Artinya:
“Barang siapa yang membuat gembira hati seorang istri maka ia bagaikan tengah menangis karena takut kepada Allah maka Allah mengharamkan tubuhnya dari api neraka”.
Rasulullah bersabda:
”Barang siapa yang membuat gembira hatinya seorang wanita, seakan akan menangis karena takut kepada Allah. Dan barang siapa menagis karena takut pda Allah maka Allah mengharamkan tubuhnya masuk kedalam api neraka”. (al hadits)
Rasulullah S.A.W bersabda:
’Suatu rumah yang mana didalamnya terdapat anak anak perempuan, maka setiap hari Allah menurunkan dua belas rahmat dan tidak henti hentinya di kunjungi malaikat. Dan bagi kedua orang tuanya setiap hari dan malam dicatat seperti ibadah selama tujuh puluh tahun”.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Dua Timba



Dua Timba
              Seorang pengangkut air di desa terpencil memiliki dua timba besar,setiap timba bergantung pada masing-masing ujung galah yang ia pasang pada lehernya ,satu timba dalam keadaan sempurna,sementara yang satu mengalami retak . Ketika timba yang sempurna selalu mampu membawa air secara penuh dari sungai ke rumah tuan sang pengankut air,timba yang  retak malah hanya mampu membawa setengahnya saja.
                Selama tiga tahun hal ini terjadi setiap hari dan sang pengangkut air hanya mampu membawa satu setengah timba air sesampai di rumah tuanya.Tentu saja timba yang sempurna bangga bisa selalu membawa air dengan penuh,sementara timba yang retak merasa malu dengan ketidak sempurnanya karena hanya mampu membawa air setengahnya saja .Setelah tiga tahun mengalami kegagalan yang pahit ,timba yang retak itu berkata pada sang pengangkut air di pinggir sungai .
                ‘’Saya malu dengan diri saya sendiri ,dan saya ingin meminta maaf pada anda.’’
                ‘’Mengapa?’’ tanya sang pengangkut air . ’’Kenapa harus malu?’’
                ‘’Saya hanya mampu selama tiga tahun terahir ,membawa setengah isi timba karena retak ini menyebabkan air merembes keluar di sepanjang perjalanan kerumah tuan anda .Dikarenakan ketidak sempurnaan saya ,anda menanggung semua ini,anda tidak mendapatkan penghargaan yang semestinya dari usaha anda selama ini .’’ jawab sang ember .
                Sang pengangkut air mencoba menghiburnya , dan dengan lembut ia bekata ,’’ ketika nanti kita kembali kerumah tuan saya ,saya ingin kamu melihat bunga-bunga yang cantik di sepanjang jalan.’’
                Dan benar,ketika coba menaiki  bukit  ,timba retak itu melihat matahari menghangatkan buanga-bunga liar  yang indah di sepanjang jalan, dan ini sedikit membuat dia gembira .Tapi di ujung jalan ,dia masih saja merasa sedih karena air yang ia bawa hanya tinggal setengahnya saja, dan sekali lagi dia minta maaf pada sang pengangkut air karena kegagalanya.
                Sang pengangkut air berkata ‘’ Apakah kamu melihat ada banyak bunga indah hanya ada di sisi jalanmu,bukan di sisi jalan timba yang lain?’’
                ‘’Ini semua karena saya selalu menyadari  ketidak sempurnaanmu ,dan saya mengambil keuntungan dari itu .saya menabur benih bunga di sisi jalan ,dan setiap hari ketika saya berjalan kembali kerumah tuanku ,kamu menyiraminya .
                Selama tiga tahun saya dapat memetik bunga-bunga cantik ini untuk menghiasi ruangan rumah tuan saya .Tanpa keadaanmu yang seperti sekarang  ini ,rumah tuanku tak akan seindah ini.’’
                Setiap dari kita memiliki kekurangan yang unik.Kita semua adalah timba yang retak .Tetapi jika kita dapat menerima keadaan ini dengan senang hati ,Tuhan akan memberikan keajaiban bagi kita .
                Dalam kasus ekonomi tuhan,tidak ada satupun yang sia-sia.
                Jadi ketika kita melaksanakan tugas-tugas kita,seperti yang diperintahkan tuhan ,maka janganlah terlau kuatir dengan kekurangan-kekurangan kita.
                Terimalah kekurangan-kekurangan itu,dan ambil manfaatnya untk mempercantik jalan-Nya.
                Berbesar hatilah ,ketahuilah bahwa didalam kelemahan kita ,kita akan medapat kekuatan-Nya .Dan apa yang telah Tuhan janjikan kepada kita pasti akan terwujud.