M. Hendri Agustiawan, SH, SA

Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Agustus 2018

Nasehat

📚📚📚📚📚

SOLUSI MENYELESAIKAN MASALAH

إِذَا ابْتُلِيْتَ بِالشَّهَوَاتِ فَرَاجِعْ حَفَاظَكَ عَلَى الصَّلَوَاتِ

1.) Jika engkau diuji dengan syahwat dan hawa nafsu. Periksalah, apa kamu sudah menjaga shalatmu.

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ

“Maka datanglah sesudah mereka suatu keturunan yang melalaikan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya” (QS. Maryam : 59)

إِذَا أُحْسِسْتَ بِالْقَسْوَةِ وَسُوْءِ الْخُلُقِ وَالشَّقَاءِ وَعَدَمِ التَّوْفِيْقِ فَرَاجِعْ عَلَاقَتَكَ وَبَرَّكَ بِأُمِّكَ

2.) Jika engkau menghadapi kerasnya hati, berperilaku buruk (dalam dirinya), kesulitan (hidup) dan solusi yang buntu. Periksalah hubunganmu dengan ibumu dan baktimu kepadanya.

وَبَرًّا بِوَالِدَتِيْ وَلَمْ يَجْعَلْنِيْ جَبَّارًا شَقِيًّا

“Dan (Dia jadikan aku) berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. Maryam: 32)

إِذَا شُعِرْتَ بِالْإِكْتِئَابِ وَالضَّيْقِ وَالضَّنَكِ فِي الْعَيْشِ فَرَاجِعْ عَلَاقَتَكَ بِالْقُرْآنِ

3.) Jika engkau merasa depresi, tertekan dan kesempitan dalam hidup. Periksalah interaksimu dengan Al-Qur’an.

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَإِنَّ لَهُ مَعِيْشَةً ضَنْكًا

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur’an dan Dzikir), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (QS. Thaha : 124)

إِذَا أُحْسِسْتَ بِعَدَمِ الثَّبَاتِ عَلَى الْحَقِّ وَالْإِضْطَرَابِ فَرَاجِعْ تَنْفِيْذَكَ وَفَعْلَكَ لَمَا تَسْمَعُهُ مِنَ الْمَوَاعِظِ

4.) Jika engkau merasa kurang tegar dan teguh di atas kebenaran dan gangguan kegelisahan. Maka, periksalah bagaimana pelaksanaanmu terhadap Mauidhah (nasihat) yang engkau dengar.

وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوْا مَا يُوْعَظُوْنَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيْتًا

“Sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih meneguhkan (iman mereka).” (QS. An-Nisa : 66)

Sumber : KH. Hisyam Zamroni

Selasa, 06 September 2016

Syaikhina Maimoen Zubair

:

"...calone Kyai gedhe iku kudu khatam Bukhori (Shohih Bukhori). Luweh2 dikhatami sak wulan poso, barokahe gedhe..."

"...mondok iku ngajine kudu seko awal, ora keno dijujug. Mulai Safinah, Sulam Taufiq, terus sak nduwure2..."

"...Aku iku ngaji Mu'in (Fathul Mu'in) neng Lirboyo saben khatam tak sowane Mbah Ma'ruf Kedung Lo njaluk didongani. Saben khatam sak kitab tak jalukne dungo. Mbah Ma'ruf iku Wali, ora ono wong khusyuk koyo Mbah Ma'ruf..."

"...Aku iku teko neng Lirboyo ditampani Kyai Tohir Wijaya, langsung kon melbu ngono wae, ora nganggo dites. Karo mbah Manaf malah langsung kon mulang (mengajar). Aku yo kondo lek durung iso ngaji, tapi jawabe mbah Manaf, kitab iku koyo maling, angger diwolak-walik woca-woco mesthi suwe2 ngaku..."

"...dunyo saiki iku mulai dibukak karo Pengeran, kabeh-kabeh ono ilmune nganti njero-njero (detail). Nganti wong2ane kon tawakkal iku angel. Padahal coro gelem tawakkal mesti dicukupi karo Pengeran..."

#Ndingkluk. Redaksinya kisaran kurang lebih.

Kamis, 11 Agustus 2016

Sodaqoh

Motivasi

Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah...barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat.

Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.

Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.

Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia...barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.

Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak2 mu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu..yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

JIKA ENGKAU TIDAK BISA BERBUAT KEBAIKAN SAMA SEKALI, MAKA TAHANLAH TANGAN DAN LISANMU DARI MENYAKITI....SETIDAKNYA ITU MENJADI SEDEKAH UNTUK DIRIMU.

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda

Rasulullah bersabda:

« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya)bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum".(HR. Muslim)

Mari Akhiri hari ini dg Pikiran dan prilaku positif, semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan.. Aamiin...

Selasa, 09 Agustus 2016

HIKMAH SEORANG SUFI


.
Seorang Guru Sufi ditanya tentang 2 keadaan manusia:

Yang pertama, Manusia yang rajin sekali ibadahnya, namun sombong, angkuh dan selalu merasa dirinya paling suci.

Yang kedua, Manusia yang sangat jarang ibadah, namun akhlaknya begitu mulia, rendah hati, santun, lembut dan cinta dengan sesama manusia.

Lalu Sang Guru Sufi menjawab:

"Kedua-duanya baik ...

Bisa jadi suatu saat manusia ahli ibadah yang sombong tersebut sadar tentang akhlaknya yang buruk, dan dia bertaubat kemudian ia akan berubah menjadi pribadi yang baik lahir dan batinnya.

Dan yang kedua bisa jadi sebab kebaikan hati-nya, ALLAH ﷻ akan menurunkan hidayah lalu ia menjadi ahli ibadah yang juga memiliki kebaikan lahir dan batin."
.
Kemudian orang tersebut bertanya lagi, "kalau begitu siapakah manusia yang tidak baik ...???"

Kemudian sambil menangis Sang Guru Sufi menjawab :

"Yang tidak baik adalah kita, orang ketiga yang selalu merasa mampu menilai orang lain, namun lalai dalam menilai diri sendiri."

--------------------------------------------------------------
Gambar : Shaykh Hisham Kabbani bersama Ustadz Yusuf Mansur, KH Amir Hamzah dan Habib Novel bin Muhammad Alaydrus

.
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad...

Kamis, 28 Juli 2016

Mengubah peradaban

```Ketika bangsa Cina ingin hidup tenang, mereka membangun tembok Cina yang sangat besar.
Mereka berkeyakinan tidak akan ada orang yang sanggup menerobosnya karena tinggi sekali.

Akan tetapi 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar.
Pada setiap kali perperangan itu, pasukan musuh tidak menghancurkan tembok atau memanjatnya, tapi cukup dengan menyogok penjaga pintu gerbang.

Cina di zaman itu terlalu sibuk dengan pembangunan tembok, tapi mereka lupa membangun manusia.
Membangun manusia seharusnya dilakukan sebelum membangun apapun. Dan itulah yang dibutuhkan oleh semua bangsa.

Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa apabila ingin menghancurkan peradaban sebuah bangsa, ada tiga cara untuk melakukannya, yaitu:

1. Hancurkan tatanan keluarga
2. Hancurkan pendidikan
3. Hancurkan keteladanan dari para tokoh dan ulama.

Untuk menghancurkan keluarga caranya dengan mengikis peranan ibu-ibu agar sibuk dengan dunia luar, menyerahkan urusan rumah tangga kepada pembantu.
Para ibu akan lebih bangga menjadi wanita karir ketimbang ibu rumah tangga dengan dalih hak asasi dan emansipasi.

Kedua, pendidikan bisa dihancurkan dengan cara mengabaikan peran guru.
Kurangi penghargaan terhadap mereka, alihkan perhatian mereka sebagai pendidik dengan berbagai macam kewajiban administratif, dengan tujuan materi semata, hingga mereka abai terhadap fungsi utama sebagai pendidik, sehingga semua siswa meremehkannya.

Ketiga, untuk menghancurkan keteladanan para tokoh masyarakat dan ulama adalah dengan cara melibatkan mereka kedalam politik praktis yang berorientasi materi dan jabatan semata, hingga tidak ada lagi orang pintar yang patut dipercayai.
Tidak ada orang yang mendengarkan perkataannya, apalagi meneladani perbuatannya.

Apabila ibu rumah tangga sudah hilang, para guru yang ikhlas lenyap dan para ulama dan tokoh panutan sudah sirna, maka siapa lagi yang akan mendidik generasi dengan nilai-nilai luhur ?

Itulah awal kehancuran yang sesungguhnya. Saat itulah kehancuran bangsa akan terjadi, sekalipun tubuhnya dibungkus oleh pakaian mewah, bangunan fisik yang megah, dan dibawa dengan kendaraan yang mewah.
Semuanya tak akan berarti apa apa, rapuh dan lemah tanpa jiwa yang tangguh.

  *

Diadaptasi dari tulisan Jarred Diamond, penulis yang memperoleh penghargaan Pulitzer. Dalam sebuah pidatonya Jarred pernah mengatakan bahwa negara seperti: Indonesia, Columbia dan Philipina, merupakan beberapa peradaban yang sebentar lagi akan punah.```

Mengubah peradaban

```Ketika bangsa Cina ingin hidup tenang, mereka membangun tembok Cina yang sangat besar.
Mereka berkeyakinan tidak akan ada orang yang sanggup menerobosnya karena tinggi sekali.

Akan tetapi 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar.
Pada setiap kali perperangan itu, pasukan musuh tidak menghancurkan tembok atau memanjatnya, tapi cukup dengan menyogok penjaga pintu gerbang.

Cina di zaman itu terlalu sibuk dengan pembangunan tembok, tapi mereka lupa membangun manusia.
Membangun manusia seharusnya dilakukan sebelum membangun apapun. Dan itulah yang dibutuhkan oleh semua bangsa.

Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa apabila ingin menghancurkan peradaban sebuah bangsa, ada tiga cara untuk melakukannya, yaitu:

1. Hancurkan tatanan keluarga
2. Hancurkan pendidikan
3. Hancurkan keteladanan dari para tokoh dan ulama.

Untuk menghancurkan keluarga caranya dengan mengikis peranan ibu-ibu agar sibuk dengan dunia luar, menyerahkan urusan rumah tangga kepada pembantu.
Para ibu akan lebih bangga menjadi wanita karir ketimbang ibu rumah tangga dengan dalih hak asasi dan emansipasi.

Kedua, pendidikan bisa dihancurkan dengan cara mengabaikan peran guru.
Kurangi penghargaan terhadap mereka, alihkan perhatian mereka sebagai pendidik dengan berbagai macam kewajiban administratif, dengan tujuan materi semata, hingga mereka abai terhadap fungsi utama sebagai pendidik, sehingga semua siswa meremehkannya.

Ketiga, untuk menghancurkan keteladanan para tokoh masyarakat dan ulama adalah dengan cara melibatkan mereka kedalam politik praktis yang berorientasi materi dan jabatan semata, hingga tidak ada lagi orang pintar yang patut dipercayai.
Tidak ada orang yang mendengarkan perkataannya, apalagi meneladani perbuatannya.

Apabila ibu rumah tangga sudah hilang, para guru yang ikhlas lenyap dan para ulama dan tokoh panutan sudah sirna, maka siapa lagi yang akan mendidik generasi dengan nilai-nilai luhur ?

Itulah awal kehancuran yang sesungguhnya. Saat itulah kehancuran bangsa akan terjadi, sekalipun tubuhnya dibungkus oleh pakaian mewah, bangunan fisik yang megah, dan dibawa dengan kendaraan yang mewah.
Semuanya tak akan berarti apa apa, rapuh dan lemah tanpa jiwa yang tangguh.

  *

Diadaptasi dari tulisan Jarred Diamond, penulis yang memperoleh penghargaan Pulitzer. Dalam sebuah pidatonya Jarred pernah mengatakan bahwa negara seperti: Indonesia, Columbia dan Philipina, merupakan beberapa peradaban yang sebentar lagi akan punah.```

Tujuh (7) Mawaidh (Petuah) Syaikhona Kyai Makhrus Ali Lirboyo


=================================
1-Orang ingin berhasil (sukses) itu kuncinya menghormati istri
2- Apabila ingin hidup mulia hormati orang tua, khususnya ibu.
3- Ingat jikalau anda menjadi pemimpin, tolong hindari 2 masalah. Pertama, janganlah mata duitan. Ke-2, jangan sampai tergoda wanita. Bila mampu bertahan dari dua hal ini insyaallah
selamat.
4-Nabi Sulaiman itu berhasil dalam 90 tahun dan Nabi Nuh berhasil dalam waktu 900 tahun. Tapi di dalam Al Quran yang dinamakan ulul 'azmi yaitu Nabi Nuh. Ini menunjukkan

perjuangan di lihat dari kesusahan, bukan dari jumlah murid.
5- Orang yg memiliki ilmu sambil di riyadlohi dengan yang tak di riyadlohi itu akhirnya beda. Riyadloh yang paling penting yaitu istiqamah
6- Aku dulu ketika di pondok tidak pernah membayangkan akan menjadi kyai, tidak pernah membayangkan bakal jadi orang kaya. Akhirnya jadi orang mulia seperti ini aku takut. Jangan-jangan bagian aku ini saja, diakhirat tidak dapat bagian apa-apa
7- Ngajarlah ngaji !!! Apabila kelak anda tidak bisa makan, kethoken kupingku(potong telingaku).

Selasa, 26 Juli 2016

*ANTARA BENAR DAN MERASA BENAR*


=================
Menjadi "Benar" itu penting, namun "Merasa Benar" itu tidak baik.
"Kearifan" akan membuat seorang menjadi Benar, tetapi "bukan" Merasa Benar.

Perbedaan "Orang Benar" dan "Orang Yg Merasa Benar" :

*1🔅Orang Benar, "tidak akan berpikiran" bahwa ia adalah yg "paling benar*.

*2   Sebaliknya orang yg "merasa benar", di dalam pikirannya hanya dirinyalah yg "paling"  benar*.

*3🔸Orang "Benar",  bisa "menyadari" kesalahannya*.

*4🔸Sedangkan Orang Yg "Merasa Benar", merasa "tidak perlu untuk Mengaku Salah"*.

*5🔸Orang "Benar", setiap saat akan "introspeksi" diri dan "bersikap Rendah Hati"*.

*6🔸Tetapi "Orang Yg Merasa Benar", merasa "tidak perlu introspeksi",  Karena merasa "paling benar", mereka cenderung "Tinggi Hati"*.

*7🔸Orang "Benar memiliki "Kelembutan Hati". Ia dapat "menerima masukan" dan "kritikan" dari siapa saja, "sekalipun itu dari anak kecil"*.

*8🔸Orang Yg "Merasa Benar*", "Hatinya Keras" Ia "sulit" untuk  menerima nasihat dan masukan apalagi "kritikan"*.

*9🔸Orang "Benar" akan selalu "Menjaga Perkataan dan Perilakunya", serta berucap Penuh "Kehati-hatian"*.

*10🔸Orang Yg "Merasa Benar" : berpikir, berkata, dan berbuat "sekehendak hatinya", tanpa "pertimbangan atau mempedulikan perasaan orang lain"*

*11🔸Pada akhirnya, orang "Benar" akan dihormati, dicintai dan disegani oleh hampir semua orang*

*12🔸Sedangkan orang yg "Merasa Benar Sendiri" hanya akan "disanjung oleh mereka yg berpikiran sempit", dan yg sepemikiran dgnnya, atau mereka yg hanya 'sekedar ingin memanfaatkan' dirinya*.

*13🔸Mari terus memperbaiki diri untuk bisa Menjadi Benar, agar tidak selalu Merasa Benar*.

*14🔸Bila kita sudah termasuk tipe Orang Benar, tetaplah dalam Kebenaran dan selalu Rendah Hati*.

Semoga kita selalu mendapat hidayah Allah sehingga dpt mengetahui yg benar d dpt menjalankan kebenaran, Aamiin. ...🍀💖🌺...

Kamis, 21 Juli 2016

Nasehat Lukman Al hakim

RENUNGAN MALAM
WEJANGAN GUS DUR....
Satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul, tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Qur'an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tak lain, karena hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hakikat hidup.

"Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah, dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir."

"Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya."

"Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu."

"Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya."

"Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan."

"Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang."

"Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:
1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik.
2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.
3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu.
4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.
5. Ingatlah Allah selalu.
6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu
7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.
8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

Senin, 18 Juli 2016

Pesan KH. Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Ponpes Modern Gontor) saat pembekalan untuk calon orang tua santri :

"Kalo mau punya anak bermental kuat, orang tua-nya harus lebih kuat, punya anak itu jangan hanya sekedar sholeh tapi juga bermanfaat untuk umat, orang tua harus berjuang lebih...ikhlas...ikhlas...ikhlas..."
       
"Anak-anakmu di pondok pesantren gak akan mati karena kelaparan, gak akan bodoh karena gak ikut les ini dan itu, gak akan terbelakang karena gak pegang "gadget".                       
"Insya Allah anakmu akan dijaga langsung oleh Allah karena sebagaimana janji Allah yang akan menjaga Alqur'an.. yakin...yakin...harus yakin.." 
       
"Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama daripada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anakmu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo.."

Gontor, 16 Juli 2016

Prediksi khalifah sayidina ali

Akan datang suatu zaman
Dimana pada zaman itu seorang ulama' berbuat dosa dan orang yang alim menjadi munafik dan orang yang lebih muda tidak menghormati orang yang lebih tua dan orang yang kaya tidak akan membantu orang yang fakir

*Ali bin abi thalib*

Jumat, 15 Juli 2016

Pesan Imam Syafi'i ra tentang Baju Baru untuk Lebaran

حسن ثيابك ما استطعت فإنها ## زين الرجال بها تعز وتكرم

Kenakanlah pakaian yang bagus sesuai dgn kemampuanmu, dengan pakaian itu kamu menjadi gagah dan terhormat.

ودع التواضع في الثياب تخشنا ## فالله يعلم ما تسر وتكتم

Janganlah kamu tampil dgn pakaian yg kasar dgn dalih tawadhu, karena Allah mengetahui apa yg kamu kerjakan dan sembunyikan.

فرثاث ثوبك ﻻ يزيدك رفعة ## عند اﻹ له و انت عبد مجرم

Maka bajumu yg kusam itu tak akan menambah derajatmu di sisi Tuhanmu, selagi kamu masih menjadi seorang pendosa.

وجديد ثوبك ﻻ يضرك بعد ان ## تخشى اﻹ له و تتقي ما يحرم

Dan bajumu yg baru tak membahayakan dirimu, selagi dirimu menjadi orang yg ber-taqwa dan menjauhi perkara yg haram....

Menolak nasehat termasuk dosa besar

Banyak sekali orang  yg ketika dinasehati ia berkata " urus saja diri sendiri,uruslah keluargamu ...! "
Ternyata jawaban seperti itu adalah termasuk dosa besar .

كان عبد الله بن مسعود رضي الله عنه يقول إن من أكبر الذنوب عند الله تعالى أن يقول الشخص لآخر
" اتق الله "
فيقول له "عليك بنفسك"
(تنبيه المغترين 107)

Dosa terbesar di mata Allah adalah saat ada orang lain menasehati, "Bertakwalah kepada Allah!"
dia malah berkata,"Uruslah dirimu sendiri."
(Shahabat Abdullah bin Mas'ud)

قال سيدنا عمر بن الخطاب رضي الله عنه رحم الله امرأ أهدى إلي عيوبي
(إيضاح أسرار علوم المقربين 164)
Shahabat Umar bin Khathab berkata, "Semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada orang yang menunjukkan kepadaku sifat burukku."
Semoga telinga kita lebih terbuka menerima nasehat dari org lain.Amiin..

SHALAT-mu Cermin HIDUP-mu!!!


ﻣﻦ ﺗﻌﻮﺩ ﻋﻠﻰ ﺗﺄﺧﻴﺮ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺭﺟﻞ ﺍﻭ ﺇﻣﺮﺍﺓ ،
Barang siapa terbiasa mengakhirkan sholat, baik laki-laki maupun perempuan
ﻓﻠﻴﺘﻬﻴﺄ ﻟﻠﺘﺄﺧﻴﺮ ﻓﻲ ﻛُﻞ ﺃﻣﻮﺭ ﺣﻴﺎﺗﻪ !!
Maka bersiaplah ia terlambat dalam segala urusan kehidupannya !!
ﺯﻭﺍﺝ ، ﻭﻇﻴﻔﺔ ، ﺫُﺭﻳﺔ ، ﻋﺎﻓﻴﺔ ، ﺗﻜﻤﻠﺔ ، ﺗﻮﻓﻴﻖ
Nikah, pekerjaan, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk
ﻗﺎﻝُ ﺍﻟﺤَﺴﻦُ ﺍﻟﺒَﺼﺮﻱ :
Hasan Albashri berkata :
ﺇﺫَﺍ ﻫَﺎﻧَﺖ ﻋَﻠﻴﻚَ ﺻَﻼﺗﻚ ﻓَﻤَﺎ ﺍﻟﺬﻱ ﻳَﻌﺰُ ﻋَﻠﻴـﻚْ ؟
Jika sholat saja sepeleh bagimu, maka adakah urusan yg penting menurutmu ?
ﺑﻘﺪﺭ ﻣﺎﺗﺘﻌﺪﻝ ﺻﻼﺗﻚ ﺗﺘﻌﺪﻝ ﺣﻴﺎﺗﻚ .
Seperti apa engkau merubah sholatmu, sperti itulah engkau merubah hidupmu
ﺃﻟﻢ ﺗﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺍﻗﺘﺮﻧﺖ ﺑﺎﻟﻔـﻼﺡ
Tidakkah engkau tahu bahwa sholat itu bergandengan dg kesuksesan
“ ﺣﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺣﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻔﻼﺡ ”
"Marilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesan"
ﻓﻜﻴﻒ ﺗﻄﻠﺐ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻭﺃﻧﺖ ﻟﺤﻘﻪ ﻏﻴﺮ ﻣﺠﻴﺐ
Bagaimana mungkin engkau minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak tunaikan hakNya
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﺟﻌﻠﻨﺎ ﻣﻤﻦ ﻳﻘﻴﻢ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻲ ﻭﻗﺘﻬﺎ ،،،
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yg mendirikan sholat tepat pada waktunya.
Aamiin yaa rabbal 'aalamin..

Selasa, 12 Juli 2016

Hidup aeperti ayunan

Katanya pak tetua
"Hiduplah seperti bermain ayunan"
Untuk meraih apa yang kau inginkan,
Kau perlu melangkah maju,
.
Namun ingat !!! Ketika hendak mempersiapkan diri,
Hendaknya berpijak pada tanah, dan berpegangan erat pada kendali,
untuk mengingatkanmu bahwa hidup bukan milikmu seutuhnya.
.
Setelah semua siap, maka terbanglah,
Gapailah mimpimu, gapailah impianmu.
.
Tapi, jangan lupa untuk mundur kembali, bukan untuk menyerah,
Tetapi untuk mengintropeksi diri.
.

Rabu, 29 Juni 2016

Ilmu dan tirakat

Enome riyalat, tuwo nemu derajat, riyalat kuwi jiret weteng nyengkal moto (KH.BASYER JEKULO)

Sabtu, 25 Juni 2016

Pelapang Rizqi

DAWUH SYAEHK AL ALLAMAH ROMO KH.MAIMON ZUBER SARANG
Syaikhina KH. Maimoen Zubair sering menyampaikan sebuah nasehat, “Mbesok nek wes omah-omah, ojo lali, angger mlebu omah moco Qulhu ping pisan”. (Besok jika sudah berumah tangga, setiap masuk rumah jangan lupa membaca surat Al Ikhlas walaupun cuma sekali.)
Ternyata nasehat beliau ini bukan sembarang nasihat, karena hal itu telah disabdakan oleh Junjungan Kita, Nabi Besar Muhammad SAW,
عن سهل بن سعد : « جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم وشكا إليه الفقر فقال : إذا دخلت بيتك فسلم إن كان فيه أحد وإن لم يكن فيه أحد فسلم على نفسك ، واقرأ قل هو الله أحد مرة واحدة ففعل الرجل فأدر الله عليه رزقاً حتى أفاض على جيرانه »
Sahal bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengadukan kefakiran yang menimpanya. Lalu beliau bersabda: “Apabila kamu masuk ke rumahmu, ucapkanlah salam jika ada seseorang di dalamnya. Dan jika tidak ada orang di dalamnya, ucapkan salam untuk dirimu, dan bacalah Qul huwallaahu ahad satu kali.” Lalu laki-laki tersebut melakukannya. Maka Allah melimpah ruahkan rizki orang tersebut sehingga mengalir kepada tetanga-tetangganya.”
( MafatihilGhoib, Surat al-Ikhlash)SMG BERMANFAAT HDP KITA BERKAH HUSNILKHOTIMAH AMIN AMIN AMIN YA ROBAL 'ALAMIN