Jumat, 02 Desember 2016

DAHSYATNYA ENERGI AL-MAIDAH:51

oleh : ahmad musta'in syafi'ie

Sekian lama *kiai toleransi* sengaja "menyembunyikan-mu", wahai al-Maidah:51. Ternyata Pemilikmu tersinggung. Lalu, dengan cara-Nya sendiri Dia bertindak. Cukup lidah Ahok diplesetkan dan NKRI tersentak menggelegar, menggelepar. Kita petik hikmahnya :

1. Aksi 411 and 212 adlh bukti bhw Allah SWT itu ada dan kehendak-Nya tdk bisa dibendung oleh siapapun. Pemerintah terpaksa harus mengalah, padahal sblumnya Jokowi sdh pamer militer. Kini aksi diarahkan menjadi doa. Ternyata malah punya daya tarik yg luar biasa. Sluruh negeri menyambut dg nama berbeda, aksi Nusantara Bersatu, istighatsah militer dll. 

Negara juga trpaksa mengeluarkan dana sangat besar utk menfasilitasi aksi 212. Aparat di jalanan terpaksa harus menyesuaikan diri dg menggunakan simbol-simbol islam. Polisi pakai surban putih, membuat tim khusus bernama ASMAUL HUSNA, polwan serentak berjilbab, Habib papan atas memimpin istighatsah pakai ikat merah-putih melilit kepala. Lucu (?). Mungkin Tuhan sdng menjewer telinga kita, agar slalu "putih" dlm mengemban amanat.

2. Mestinya penguasa dan para cukong sadar, bhw negeri ini lebih didirikan oleh teriak "Allah Akbar" ketimbang "Haleluya". Umat islam yg selama ini diam, kini sbgian kecil berani menunjukkan jati dirinya secara alamiah dan sangat militan. Inilah yg disebut "silent majority". Maka jangan coba-coba mengusik "air tenang" jika tidak ingin hanyut.

3. Aksi ini sungguh peringatan, bahwa : tasamuh, tawazun, tawassut yg dislogankan NU itu perlu ditinjau kembali. *Bukan pada konsepnya, tapi praktiknya.* Di samping ada batasan, wajib ada pengawalan yg tegas dan bijak. Sadarlah, betapa kaum Nahdliyin diam-diam mengapresiasi aksi ini secara suka rela. Artinya, mereka sdh mulai tdk sudi dan meninggalkan gaya PBNU yg tdk jelas. Sok toleransi, tapi tak ada aksi. Berdalih" RAHMATAN LIL 'ALAMIN" tapi sejatinya "ADL'AFUL IMAN".

Dialah Rasulullah SAW, saat pribadinya disakiti, dia memaafkan. Jika agama dinista, beliau marah besar. Bbrpa suku dan pribadi dikutuk dan dilaknat. Mukmin beneran itu tegas-keras kepada kafir, berkasih sayang sesama mukmin, " *asyidda' 'ala al-kuffar, ruhama' bainahum"* (Al-Fath:29). Tapi sebagian oknum PBNU, kiai toleransi, kiai seni sekarang cenderung sebaliknya, "asyidda' 'ala al-mukminin, ruhama' bain al-kuffar". (?)

4. Gus Mus yg membid'ahkan shalat jum'ah di jalan raya dan kiai Sa'id yg menghukumi tdk sah skrang diam soal shalat jum'ah di Silang Monas. Wonten punopo kiai?. Begitulah bila fatwa beraroma dan tendensius, hanya melihat illat hukum secara pendek dan sesaat. Terlalu naif menggunakan ikhtilaf fiqih utk kepentingan politik.

Benar, jika itu mengganggu lalu lintas. Tapi hanya sebentar dan hanya pengguna jalan yg ketepatan lewat. Stelahnya, ada maslahah sangat besar bagi umat islam pd umumnya. Maslahah inilah yg tdk beliau lihat. Lagian, tradisi kita sdh biasa menutup jalan utk majlis dzikir, istighatsah, trmasuk haul Gus Dur di pesantren Tebuireng.

Gus Mus pernah mencak-mencak saat amaliah kaum Nahdliyin dibid'ahkan, tapi sekarang ganti membid'ahkan sesama muslim, "bid'ah besar". Ternyata, amunisi bid'ah yg ditembakkan Gus Mus ini lbh besar dibanding bid'ah yg ditembakkan non-nahdliyin.

Skedar mmbaca sejarah, bhw zaman Umar ibn al-Khattab, tentara islam shalat jum'ah di jalan sblum menaklukkan negeri futuhat. Sultan Muhammad al-Fatih shalat jum'ah di sepanjang pantai Marmara sebelum menjebol benteng Konstatinopel. Inilah awal khilafah Utsmniyah berdiri. Sekali lagi, orang 'alim mesti melihat sisi maslahah jauh ke depan ketimbang illat "bid'ah" sesaat.

Mengagumkan, fatwa dan puisi Gus Mus begitu manusiawi, tawadlu', filosufis dan sufistik sehingga mengesankan derajat beliau telah mencapai hakekat keagamaan. Tiba-tiba tega merendahkan ilmu kiai-kiai MUI dengan mengatakan ilmu Syafi'i Ma'arif lebih tinggi. Sungguh membuat penulis tercengang. Ya. karena pernah kuliah di Jogya dan sedikit tahu.

Merendahkan ilmu kiai-kiai MUI sama saja dg merendahkan ilmu ketua Syuriah NU, KH. Ma'ruf Amin. Begitu cerdiknya Gus Mus, "sekali dayung dua kepala kena pentung". Penulis membatin, " kok bisa, sekelas ketua Syuriah NU tega merendahkan sesama ketua Syuriah. Ini fenomena apa?". Hadana Allah. Terpujilah kiai Makruf tdk meladeni. Meski demikian, akan lebih elegan bila kiai Ma'ruf Amin tdk merangkap jabatan. Mohon maaf kiai.

Sabtu, 19 November 2016

Rumus Fungsi Microsoft Excel Lengkap Contoh dan Penjelasan


Inilah 31 bahkan lebih contoh contoh serta penjelasan rumus ( formula ) dan fungsi ( function ) secara lengkap dan singkat yang biasanya digunakan pada microsoft excel ddari versi 2007 sampai 2010. Fungsi ini  secara acak ada fungsi text , fungsi logika , fungsi tabel , dan lain lain. Untuk yang belum tau apa itu rumus dan fungsi excel klik Pengertian Contoh Fungsi Rumus Excel Lengkap Microsoft.
Inilah :
1.        Fungsi VALUE
       digunakan untuk merubah nilai value menjadi nilai text, penulisannya :
       =VALUE(text)
2.        Fungsi FIND
digunakan untuk menghasilkan posisi substring dari sebuah string atau suatu nomor yang dicari,penulisannya :
       =FIND(cari text,pada text,mulai nomor)
3.        Fungsi MID
digunakan untu mengambil karakter tertentu dari sederet karakter, penulisannya :
       =MID(text,posisi awal,jumlah karakter)
4.        Fungsi REPLACE
digunakan untuk menggantikan substring dengan substring lain dalam sebuah string (sederetan karakter atau karakter),, penulisan :
       = REPLACE (…)
5.        Fungsi CONCATENATE
digunakan untuk menggabungkan string menjadi satu kalimat maksimal 30 string, penulisannya  =CONCATENATE(text1,text2,…)
6.        Fungsi MAX
Digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data, penulisannya :
       =MAX(number1,number2,…)
7.        Fungsi STEDEV
Digunakan untuk menentukan standart devisiasi dari suatu range, penulisannya : =STEDEV(number1,number2,…)
8.        Fungsi VAR
Digunakan untuk menentukan nilai varience dari suatu range, penulisannya : =VAR(number1,number2,…)

9.        Fungsi LEFT
Fungsi ini digunakan untuk mendapatkan hasil beberapa huruf paling kiri. Text di sini merujuk kepada text yang akan diambil. Bisa berupa nilai sel ataupun langsung diketikkan textnya di situ, tapi dengan menambahkan tanda petik dua (") di awal dan di akhir text.
Rumusnya sangat simpel.
=LEFT(text)

10.    Fungsi RIGHT
Fungsi ini adalah kebalikan dari fungsi LEFT, yaitu mengambil beberapa karakter yang dimulai dari kanan. Rumusnya mirip sekali dengan fungsi LEFT yaitu:
=RIGHT(text)

11.    Fungsi LEN
Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah karakter yang ada di dalam sebuah text. Rumusnya adalah:
=LEN(text)

12.    Fungsi UPPER
Fungsi ini akan membuat semua text yang ada di sel menjadi huruf besar semua. penulisannya:
= UPPER(text)

13.    Fungsi LOWER
Fungsi ini kebalikan dari fungsi UPPER, yaitu menjadikan huruf kecil semua. penulisannya:
=LOWER(text)

14.    Fungsi PROPER
Fungsi ini akan membuat teks menjadi huruf besar di karakter pertama di setiap kata. Penulisannya:
=PROPER(text)
15.    Fungsi BAHTTEXT
       Mengubah angka ke dalam bentuk teks. Namun hanya beberapa saja yang dapat di rubah.
       Penulisan :
       =TTEXT(…)
16.    Fungsi FACT
       Menyatakan faktorial dari suatu bilangan. Penulisan :
       =FACT(…)
17.    Fungsi GCD
       Menyatakan pembagi umum terbesar. Penulisan :
       =GCD(number1, number2,…)
18.    Fungsi LN
       Menyatakan logaritma natural dari suatu bilangan. Penulisan :
       =LN(number)
19.    Fungsi RAND
       Menyatakan jumlah real secara acak merata lebih besar dari atau sama dengan 0 dan kurang dari 1. Sebuah bilangan real baru secara acak akan diperlihatkan setiap kali lembar kerja dihitung. Penulisan :
       =RAND(…)
20.    Fungsi CEILING
       Menyatakan jumlah pembulatan, jauh dari nol, ke kelipatan terdekatnya. Penulisan :
       =CEILING(…)
21.    Fungsi SQRT
       Untuk menghitung akar dari bilangan yang positif tidak boleh negatif. Penulisan :
       =SQRT(…)
22.    Fungsi INT (number)
       Untuk pembulatan angka ke bawah dari suatu nilai integer / bulat. Penulisan :
       =INT(number)
23.    Fungsi CHAR
       Untuk menyatakan karakter yang telah ditentukan menggunakan suatu kode angka. Penulisan :
       Syntax
       =CHAR(number)
24.    Fungsi SUM :
Digunakan untuk menjumlahkan sekumpulan data pada satu range, penulisannya : =SUM(number1,number2,..)

25.    Fungsi AVERAGE :
Digunakan untuk mencari nilai rata-rata, penulisannya :
=AVERAGE(number1,number2,…)

26.    Fungsi MIN:
Digunakan untuk mencari nilai terendah dari sekumpulan data, penulisannya : =MAX(number1,number2,…)

27.    Fungsi HLOOKUP :
digunakan untuk membaca tabel / range secara horizontal, penulisannya :
=HLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_num,…)

28.    Fungsi VLOOKUP :
digunakan untuk membaca tabel / range secara vertikal (VLOOKUP), penulisanya :
=VLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_num,…)

29.    Fungsi / Function COUNTIF :
digunakan untuk menghitung jumlah cell dalam suatu range dengan ciri-ciri / kriteria tertentu. Penulisannya : =COUNTIF(range;kriteria).
Misal :  menghitung jumlah siswa yang tidak lulus ujian /remidi. =COUNTIF(D1:D45;”remidi”) maka dari contoh tadi keterangan siswa berada di range D1 sampai D45 dimana keterangannya remidi. Jadi, hasilnya adalah total siswa yang remidi.

30.    Fungsi AND :
Fungsi AND menghasilkan nilai TRUE jika semua argument yang di uji bernilai BENAR
dan akan bernilai FALSE jika semua atau salah satu argument bernilai SALAH. Penulisan pada gambar ini.
Misal : Peserta ujian dinyatakan lulus jika nilai ujian teori dan praktik masing-masing harus di atas 7, jika kurang dari 7 maka dinyatakan gagal.

31.    Fungsi NOT :
Fungsi not kebalikan dari fungsi AND, yakni menghasilkan TRUE jika kondisi yang di uji SALAH dan FALSE jika kondisi yang di uji BENAR
Penulisan : =NOT(argument)

Yap, dengan bangga saya @devara_vieo share posting 31 rumus formula dan fungsi function contoh penjelasan dan definisi serta pengertian rumus fungsi pada microsoft excel tadi. Terima kasih atas kunjungannya dan dukung kami melalui kotak komentar blog blogger Boo Boo Wow dibawah serta SPONSOR kami. Be success !

: [] fx x <~ contoh contoh penjelasan fungsi function dan rumus rumus microsoft excel lengkap ringkasan materi TIK microsoft ms. ms EXCEL Excel  2003 Excel excel 2007 excel 2010 lengkap contoh contoh lengkap singkat rangkuman ringkasan materi TIK bab fungsi function formula lengkap pada mincrosoft ms. ms excel 2007 2010 contoh contoh penjelasan rumus rumus formula dan fungsi fungsi function microsoft ms excel 2007 2010 beserta penjelasan ringkasan lengkap rumus fungsi teks text rumus fungsi function tabel rumus formula recently used math trig trigonometri logical fungsi rumus logika finansial date and time ~> fx x []

Rabu, 16 November 2016

Kopi dan gula

PESAN GUS DUR

Dalam minuman 'KOPI' ada 3 unsur,

        Kopi 
            Gula
                 Rasa

Kopi  adalah Orang tua
Gula adalah Guru
Rasa  adalah siswa

Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah?

Gula lah yang disalahkan karena terlalu sedikit,
hingga "rasa" kopi menjadi pahit!!!

Jika kopi terlalu manis
Siapa yg disalahkan?

Gula pula yang disalahkan karena terlalu banyak,
hingga "Rasa" kopi menjadi manis!!!

Jika takaran kopi dan gula seimbang, sehingga rasa yang tercecap menjadi nikmat,
Siapa yg di puji...???

Tentu semua akan berkata:
Kopinya mantaaap.................!!!!!

Kemana gula???
Dimana gula???
yang mempunyai andil membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap!!!

Itulah guru yang ketika "rasa" terlalu manis maka dia akan dipersalahkan!!!

Itulah guru yang ketika "rasa" terlalu pahit maka dia pula yang akan dipojokkan!!!

Tetapi,
Ketika "rasa" mantap,
Ketika siswa berprestasi,
Maka orang tua lah yang akan menepuk dadanya:
"Anak siapa dulu"

Mari Ikhlas seperti Gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna.

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA...

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA...

ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA...

ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU....
padahal BAHAN DASARnya GULA....

Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS...

Akan tetapi apabila berhubungan dengan penyakit, barulah GULA disebut.. PENYAKIT GULA

Begitulah HIDUP....
Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah disebut Orang,
Tapi sedikit saja khilaf salah dilakukannya, maka akan dibesar-besarkan!!!

IKHLAS lah seperti GULA...
LARUT lah seperti GULA...

Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!

Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...

Tapi untuk DIRASAkannya

Senin, 14 November 2016

Ngaji KH JAMALUDIN TAMBAK BERAS JOMBANG

Sebagus bagus pejabat adalah pejabat yang mendatangi (sowan) ke ulamak dan
Sejelek -jelek ulamak adalah ulamak yang mendatangi pejabat (umaro')

Bertemanlah kepada Ahli tasawuf yang pintar (alim)
Imam gozali menjelaskan mereka adalah ulamak ahli sunah waljamaah yang ucapan dan perbuatanya sesuai dengan syariat.

Imam Syafi'i berkata
"Jangan hanya belajar fiqh tanpa tasawuf begitu juga sebaliknya, karena Orang yang hanya mengetahui ilmu fiqh maka hatinya akan keras (hanya sibuk dan peduli dengan amal fiqhiyah tanpa memperdulikan esensi ibadahnya dan buah dari ibadah tersebut. Ia juga rentan untuk berbuat khilah/mengakali-ngakali hukum syariat dalam beragama) dan orang yang hanya mengetahui tasawuf maka ia adalah seorang yang bodoh karena tidak mengetahui hukum."

Ada 11 kelompok tasawuf yang bodoh

1. Khululiah

Melihat tubuh wanita yang cantik dan amrod (anak laki-laki yang tampan) itu diperbolehkan dan halal begitu juga halal memeluk dan mencium mereka.

2. Al uwainiyah

Seorang hamba jika sudah sampai tingkatan wali maka ia tidak terjerat dengan hukum- hukum syaria't dan ia lebih utama dari pada nabi.

3.As Samroniyah

Ketika orang sudah mempunyai guru mursyid maka ia sudah gugur dalam melakukan perintah begitu juga gugur dalamenjauhi larangan. Akhirnya,
Mereka menghalalkan alat malahi

4.Al Hubbiyah

Mereka berpandangan, apabila derajat seorang hamba sudah sampai kepada derajat mahabbah maka ia sudah tidak terikat dengan hukum-hukum syariah.
Mereka juga menghalalkan untuk tidak menutupi aurot.

5.Al Khuriyah

Ketika mengalami

Mereka mengahalalkan perkara yang harom dan mengharomkan perkara yang halal dan di perbolehkan menyetubuhi wanita yang belum halal

Kamis, 10 November 2016

Cinta Rosul

SAYA MENGUNDURKAN DIRI DARI JABATAN Suatu ketika seorang ulama yang Masyhur, yaitu al-Imam al-Qadhy Syekh Yusuf Bin Ismail An-Nabhani yang menjabat sebagai Qadhy (Hakim) di Lebanon Masa Itu dihadapkan pada suatu kasus pembunuhan. Saat persidangan berlangsung, didatangkan pemuda yang menjadi tersangka pembunuhan. Terjadi dialog antara Syekh Yusuf An-Nabhani selaku Qadhy dengan Pemuda tersebut. Syekh Yusuf pun Bertanya : Apa betul kamu telah melakukan suatu pembunuhan..? Sang pemuda menjawab : Iya, betul.. Saya telah membunuh seseorang wahai Syekh... Lalu Syekh Yusuf bertanya lagi : Kalau boleh Kau jelaskan apa motif dari pembunuhanmu wahai Anak Muda..? Dijawab oleh Sang pemuda : Orang Itu... telah menghina Rasulullah SAW terang-terangan... Saya tidak sanggup lagi menahan amarahku terhadap orang-orang yang mencaci Rasulullah SAW dihadapanku... Lantas aku membunuhnya... Syekh Yusuf diam sejenak...Lalu bertanya lagi : Tangan yang mana Kau gunakan untuk membunuh orang itu...Kanan atau Kiri ? Dijawab olehnya : Tangan kananku ini wahai Syekh... Lalu Tiba-tiba Syekh Yusuf An-Nabhani turun dari singgasana Hakim menuju ke arah pemuda tadi. Meraih tangan kanannya lalu menciumnya berkali-kali seraya berkata : Tangan Ini kelak yang akan membawamu ke sorga.... Wahai hadirin sekalian... Saksikanlah, mulai hari Ini saya mengundurkan diri dari jabatanku selaku Qadhy di sini, Karena saya tidak akan pernah sanggup menghukum seseorang yang telah membunuh yang disebabkan membela kehormatan Rasulullah SAW...!! Demikian cinta dan hormatnya Syekh Yusuf An-Nabhani Kepada Rasulullah SAW dan agamanya... Berbeda dengan Ulama² duit budak cina saat sekarang ini, meski belajarnya sampai ke America atau Eropa, tapi sibuk membela orang kafir meski telah jelas-jelas melecehkan ayat suci al-Qur'an....

Sabtu, 05 November 2016

I.    KETENTUAN PESERTA

1.    Sekolah yang akan mendaftarkan pesertanya berada di wilayah Kabupaten Jombang
2.    Peserta adalah siswa/i SMA atau sederajat yang merupakan perwakilan sekolahnya masing-masing.
3.    Setiap peserta yang dikirim telah mendapatkan rekomendasi dari Kepala Sekolah masing-masing.
4.    Setiap sekolah hanya mengirimkan 1 peserta pada setiap lomba.
5.    Pada saat pendaftaran diharuskan membawa persyaratan sebagai berikut:
    •    Surat rekomendasi dari Kepala Sekolah
    •    Formulir pendaftaran
    •    Pas foto hitam putih ukuran 3x4 (2 lembar)/orang
    •    Foto copy Kartu Identitas Siswa/i (2 lembar)/orang
6.    Seluruh persyaratan disatukan di dalam map berwarna KUNING.
7.    Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. ........000,00/peserta.
8. Kuota setiap lomba berjumalah 15 peserta.

II.    WAKTU DAN BIAYA PENDAFTARAN

1.    Pendaftaran  mulai dibuka pada :
    Hari, tanggal    : ........., ...... November 2016 s/d 5 menit sebelum technical meeting.*       
     
    * pendaftaran sewaktu-waktu akan kami tutup ketika peserta sudah mencapai ketentuan kuota.

2.    Ketentuan pendaftaran :

    a.    Perwakilan sekolah mendaftar langsung ke..........

    b.    Bagi sekolah yang tidak memungkinkan datang langsung bisa mendaftar melalui email atau surat dengan mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti pembayaran ke email:...…............... ,
kode pos:........
Nomor rekening panitia: Bank ........atas nama :...........
Nomor Telepon: .............

Dan kelengkapan pendaftaran yang lain, harus dikumpulkan selambat-lambatnya pada saat Tecnical Meeting.

III.    TECHNICAL MEETING

1.    Setiap peserta yang mendaftarkan diri diharuskan hadir atau mengirimkan perwakilan untuk mengikuti technical meeting yang akan dilaksanakan pada :

    Hari, tanggal        :.........(3 hari sebelum hari H)

    Waktu        : 09.00 WIB s/d selesai
    Tempat         : BEM Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng Jombang, Jl. Irian Jaya no.5, Desa Diwek, Kec. Diwek, Kab. Jombang, Jawa Timur.

2.    Setiap peserta diwakili sekurang-kurangnya oleh seorang official dari sekolah yang bersangkutan.

3.    Peserta yang tidak mengirimkan perwakilannya (tidak mengikuti technical meeting) dianggap menyetujui hasil technical meeting.

4.    Peserta technical meeting diharuskan untuk menutup aurat.

5.    Pada saat technical meeting, peserta diwajibkan membawa berkas ketentuan umum.

IV.    SISTEM PERLOMBAAN

1.   Untuk Babak Penyelisihan, Peserta akan berlomba dengan teks pidato yang telah dipersiapkan dan diserahkan kepada juri sebanyak 2 buah.
Untuk babak Final , Tema Lomba akan ditentukan Juri.

2.    Waktu pelaksanaan
    Hari, tanggal        : .....
    Waktu             : 08.00 – Selesai
    Tempat            :
Bahasa Arab : Serambi masjid pondok pesantren Tebuireng Putra.

Bahasa Inggris :Aula lantai 3 Gedung Yusuf Hasyim pondok pesantren Tebuireng.

3.    Setiap peserta mempunyai waktu 7 menit untuk berpidato. Time keeper  akan membunyikan bel 1x tanda peserta memulai pidato, apabila waktu telah mencapai 5 menit time keeper akan membunyikan bel 2x dan setelah 7 menit, maka time keeper akan membunyikan bel 3x .
Kemudian peserta akan diberikan pertanyaan seputar tema yang disampaikan.

4.    Tema:
   a  Politik Islam
    b. Ghazwul Fikri
    c.Negara dan Pemimpin Islam
    d.Hancurnya Peradaban Tanpa Islam
    e.Remaja dan Kerusakan Moral
f. Pendidikan Berbasis Islam
g.  Remaja Sebagai Pemimpin Masa Depan

5.    Penilaian ditentukan oleh juri yang dipilih dengan kriteria penilaian sebagai berikut  :
    a.    Global
        1. Judul                    : 10
        2. Bahasa                 : 50
        3. Performance         : 30
        4. Waktu                  : 10
    b.    Khusus
        1. Muqoddimah /pembukaan        : 10
        2. Isi pidato              : 50
        3. Penutup                : 10
        4. Pertanyaan            : 30

    Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

V.    TATA TERTIB
1.    Setiap pengamat dan supporter diharuskan menggunakan pakaian seragam sekolahnya masing-masing, dengan ketentuan menutup aurat.

2.    Setiap peserta diharuskan hadir di tempat acara selambat-lambatnya 5 (lima) menit sebelum kegiatan dimulai.

3.    Ketidakhadiran peserta setelah 3x pemanggilan maka dinyatakan GUGUR.

4.    Sebelum perlombaan dimulai, setiap peserta diwajibkan untuk melaksanakan daftar ulang terlebih dahulu.

5.    Setiap sekolah diperbolehkan membawa supporter.

6.    Peserta, pengamat, dan supporter diharuskan menjaga kebersihan dan ketertiban.

7.    Setiap peserta diperbolehkan menggunakan pakaian semenarik mungkin dengan ketentuan harus menutupi aurat serta diwajibkan menampilkan salah satu ciri khas sekolah.

VI.    HADIAH DAN PEMENANG
1.    Pemenang ditentukan dari pengumpulan poin terbanyak dari tiap-tiap kriteria nilai.
2.    Hadiah Pidato Bahasa Arab dan Bahasa Inggris ini berupa :
    •    Piala tetap juara 1, 2 dan 3 + TABANAS
   
       
VII.    TEKNIS DAFTAR ULANG
1.    Daftar ulang dilakukan oleh peserta atau diwakilkan oleh pihak sekolah.

2.    Daftar ulang dapat dilakukan pada saat registrasi peserta.

3.    Dalam melaksanakan daftar ulang peserta melaksanakan kegiatan untuk melengkapi persyaratan pendaftaran peserta.

4.    Peserta mendapatkan nomor peserta dan tanda peserta saat daftar ulang.

5.    Peserta diwajibkan mengikuti upacara pembukaan, upacara penutupan, dan acara pembagian hadiah.

6.    Waktu pendaftaran ulang yaitu pada hari pelaksanaan acara.

7.    Menyerahkan teks pidato yang akan dilombakan.

    Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Rabu, 02 November 2016

الأصل في العبادات التحريم


قاعدة : الاصل في العادات الإباحة والأصل في العبادات التحريم .

شيخُ الإِسلامِ رحمهُ اللهُ في كتبِهِ، ذكرَ أَنَّ الأَصْلَ الَّذي بنى عليهِ الإِمامُ أَحمدُ مذهبَهُ:

أَنَّ العاداتِ الأَصْلُ فيهَا الإِباحةُ، فلا يحرمُ منهَا إلاَّ مَا وردَ تحريمُهُ.

وأَنَّ الأَصْلَ في العباداتِ أَنَّهُ لا يُشْرَعُ منهَا إلاَّ مَا شَرَعَهُ اللهُ ورسولُهُ.

فالعاداتُ هيَ: مَا اعتادَ النَّاسُ منَ المآكلِ والمشاربِ وأصنافِ الملابسِ، والذَّهابِ والمجيءِ، والكلامِ، وسائرِ التَّصرُّفاتِ المعتادةِ، فلا يحرمُ منها إلاَّ ما حرَّمهُ اللهُ ورسولُهُ، إِمَّا نَصًّا صريحاً أوْ يدخلُ في عمومٍ أَوْ قياسٍ صحيحٍ، وَإلاَّ فسائرُ العاداتِ حلالٌ.

والدَّليلُ على حِلِّهَا قولُهُ تعالى {هُوَ الذي خَلَقَ لَكُمْ مَّا في الأَرضِ جَميعاً} فهذَا يدلُّ على أَنَّهُ خَلَقَ لَنَا مَا في الأَرْضِ جميعَهُ، لننتفعَ بهِ على أَيِّ وجهٍ منْ وجوهِ الانتفاعِ.

وأَمَّا العباداتُ:فإنَّ اللهَ خلقَ الخلق لعبادتِهِ وبيَّنَ في كتابِهِ، وعلى لسانِ رسولِهِ العباداتِ الَّتي يُعْبَدُ بهَا، وأَمَرَ بإخلاصِهَا لهُ فمنْ تقرَّبَ بهَا للهِ مخلصاً، فعملُهُ مقبولٌ، ومنْ تقرَّبَ إلى اللهِ بغيرِهَا فعملُهُ مردودٌ، كمَا قالَ صلّى اللهُ عليهِ وسَلَّمَ ((مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمرُنا فهوَ رَدٌّ)) وصاحبُهُ داخلٌ في قولِهِ تعالى {أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنْ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللهُ}.

طيب الإخوة والأخوات وفقكم الله /

عند قراءة هذه القاعدة الأصولية ، يستنتج القارىء أن العلماء وفقهم الله ونفعنا بعلمهم أستدلوا من القرآن الكريم وجزاهم الله خيرا .

ولكن وقفت عند سؤال أحد الإخوة الكرام يقول /فضيلة شيخنا عبد الرحمن بن ناصر البراك -حفظه الله- أفيدك بأني قد قرأت كتابًا بعنوان: (مسائل العذر بالجهل) تحت إشراف فضيلتكم وفهمت منه أن إعانة الكفار بالقتال معهم ضد المسلمين لا تكون كفراً إلا بشرط الرغبة في إظهار دينهم أو المحبة لدينهم

الأصل في العبادات التحريم

Al aslu fil ibaadari at tahrim ( hukum asal ibadah adalah haram )

Dalam mandhumah qowaidil fiqhiyyah nya as syeikh as sa’dhiy dikatakan:

وليس مشروعا من الأمور غيرُ الذي في شرعنا مذكور

Walaisal masru’an minal umuri ghoirul ladhi fi syar’inaa madhkurun

(Dan semua perkara agama yang tidak ada dalam syari’at kita maka itu bukanlah syari’at islam)

sebagaian ulama mengungkapan kaidah ini dengan redaksi yang berbeda  diantaranya:

الاصل في العبادات الحظرالا بنص

Al aslu fil ibaadaati al khatri illa binassin (hukum asal dalam semua ibadah adalah haram kecuali ada nash yang mensyariatkannya)

Dalam Mmulakhos Qowaidul Fiqhiyyah As-Syeikh Al Utsaimin yang di ringkas oleh Abu Humaid Abdullah Al Falasy dikatakan dalam kaidah ke-empat belas:

القاعدة الرابعة عشرة: الأصل في العبادات المنع.

Hukum asal dalam semua ibadah adalah dilarang.

هذا فيه قاعدة: الأصل في العبادات التحريم. فلا يجوز للإنسان أن يتعبد لله – عز وجل – بعبادة، إلا إذا ورد دليل من الشارع بكون تلك العبادة مشروعة. ولا يجوز لنا أن نخترع عبادات جديدة، ونتعبد الله – عز وجل – بها، سواءً عبادة جديدة في أصلها، ليست مشروعة، أو نبتدع صفة في العبادة ليست واردة في الشرع، أو نخصص العبادة بزمان أو مكان .

Dalam mandhumah diatas terdapat kaidah: hukum asal dalam peribadatan adalah haram, maka tidak boleh bagi siapaun untuk beribadah kepada Allah Azza wa jalla dengan suatu ibadah kecuali ada dalil dari Al-Qur’an dan as sunnah yang mensyariatkan ibadah tersebut, dan tidak boleh bagi kita untuk membuat suatu bentuk ibadah-ibadah  yang baru dan kita beribadah kepada Allah  dengannya, baik dalam bentuk ibadah yang baru yang kita ada-adakan dan tidak ada syari’atnya, atau menambah bentuk ibadah yang ada dengan sifat dan tata cara yang tidak ada contohnya dalam syari’at, atau kita mengkhusukan suatu ibadah pada waktu tertentu dan tempat tertentu yang tidak ada dalilnya dari al qur’an dan As-Sunnah.

كل هذا من البدع المحرمة في الشريعة، ودليل تحريم البدع، وعدم جواز التعبد -عبادة الله – عز وجل – بها- قوله سبحانه: { قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ } (آل عمران : 31) فالأصل الاتباع. وقوله -جل وعلا-: { وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ } (الأعراف : 158.) وقوله سبحانه: { لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ } (سورة الأحزاب آية : 21) وقوله – عز وجل – { أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ } (سورة الشورى آية : 21) .

Karena semua perkara ibadah yang tidak ada perintah dan dalil syar’ii  merupakan bid’ah dan semua perkara bid’ah dalam agama hukumnya haram, adapun dalil yang melarang bid’ah dan tidak boleh beribadah kepada Allah dengan suatu ibadah yang baru diantaranya adalah:

Dalil dari al qur’an:

{ قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ } (آل عمران : 31)

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” ( QS Al-Imran : 31) dalam ayat ini di perintahkan bagi kita untuk mengikuti ( itiba’) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

وقوله -جل وعلا-: { وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ } (الأعراف : 158.)

“Dan ikutilah Dia ( muhammad )  supaya kamu mendapat petunjuk”.( QS  Al-A’raf : 158 )

وقوله سبحانه: { لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ } (الأحزاب آية : 21)

“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” ( QS al ahzab:21 )

وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (QS Al-Hasyr : 7).

وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (QS Al-Hasyr : 7).

وقوله – عز وجل – { أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ } (الشورى آية : 21)

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (Qs As-Syura’ : 21 )

فالتشريع حق خاص بالله – عز وجل

Maka membuat syari’at dalam agama merupakan hak khusus bagi Allah semata,

Dalil dari sunnah

من السنة حديث عائشة الصحيح: ” من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه، فهو رد ( متفق عليه )

Di riwayatkan oleh Aisyah radiallahu ‘anha: Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang mengada-adakan dalam perkara agama kami yang tidak ada perintahnya maka perkara tersebut tertolak.” (HR Bukhari dalam kitab: As-Shulhu, hadist no : 2697 dan Muslim dalam kitab Aqdhiyyah hadist no : 1718)

” وفي رواية: ” من عمل عملا ليس عليه أمرنا، فهو رد “

Dalam riwayat lain dikatakan : “Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami (Allah dan Rasul-Nya) maka amalan tersebut tertolak.”

وفي حديث العرباض أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال: ” وإياكم ومحدثات الأمور، فإن كل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة ” كما في النسائي .

Dan dalam hadist yang di riwayatkan oleh Irbadh bin Syari’ah, bahwasanya Rasulullah bersabda: “…dan berhati-hatilah  kalian dari perkara –perkara yang baru dalam agama,karena sesunggunya semua perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat ( lihat Sunan Nasa’i )

إذا تقرر ذلك، فإن هذه القاعدة قاعدة عظيمة، تحصل بها حماية الشريعة من التحريف والتبديل. فإنه لو قيل بجواز اختراع عبادات جديدة، لكان ذلك وسيلة إلى تبديل الشريعة، ووسيلة إلى وصف الشريعة بكونها ناقصة، وأننا نأتي نكملها ونزيد فيها، ووسيلة إلى الطعن في كون النبي – صلى الله عليه وسلم – خاتما للأنبياء والرسل.

Maka jika kita sudah mengetahui yang demikian itu, sesungguhya kaidah inu merupakan kaidah yang sangat agung, dimana kaidah ini merupakan kaidah untuk menjaga syari’at ini dari penyelewengan dan perubahan, karena jika dikatakan boleh membuat dan mengada-ada dalam ibadah sungguh yang demikian itu merupakan sarana dan jalan untuk menganti dan merubah syari’at islam, dan menyebabkan suatu keyakinan bahwasanya: agama dan syari’at islam belum sempurna, dan kita datang dengan ibadah yang beru tersebut sebagai pelengkap dan penyempurna agama ini, dan yang demikian itu merupakan cercaan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai penutup para nabi dan rasul dan menyatakan bahwasanya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menyembunyikan syari’at, padahal Allah telah berfirman :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ( المائدة:3 ) .

“Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS Al-Mai’dah : 3)

Kaidah ini merupakan kebalikan dari kaidah sebelumnya (الأصل في العادات الإباحة ) hukum asal dalam kebiasaan adalah boleh dan mubah, namun maksud dan tujuan nya adalah satu, kalo dalam adat dan kebiasan harus mengemukakan dalil dalam pengharamnya, sedang dalam perkara ibadah harus mengemukakan dalil dalam perintah dan syariatnya

ومن أمثلة العبادات غير المشروعة: ما يفعله بعض الناس من التقرب لله – عز وجل – بالتصفيق أو بالرقص والغناء، هذه إذا فُعلت على جهة العبادة تكون بدعة مخالفة للشريعة. ومثل الاحتفال برأس السنة، أو الاحتفال بالمولد النبوي، ومثل ذلك أيضا: إذا كان العمل لم يرد فيه إلا دليل ضعيف، فإنه يحكم بكونه بدعة؛ لأنه لا يصح تقرير عبادة جديدة بواسطة الحديث الضعيف. مثل الحديث الوارد في صلاة التسبيح .

Adapun contoh-contoh ibadah yang tidak ada syari’atnya diantaranya: apa yang dilakukan oleh sebagain orang dalam rangka beribadah mendekatkan diri kepada Allah Azza wa jalla dengan cara: bertepuk tangan, sambil berjoget dan menari, dan mendendangkan nyanyian (seperti yang dilakukan oleh kaum sufi), maka hal yang demikian itu jika dimaksudkan dengan tujuan ibadah, maka hal tersebut adalah bid’ah dan menyelisihi syari’at.contah lainya adalah: perayaan tahun baru, atau peraaan maulid nabi, atau suatu ibadah dengan dalil hadist dhoif, maka hal itu di hukumi sebagai bid’ah, karena tidak boleh menetapkan suatu ibadah yang baru dengan dalil haidst dhaif, seperti hadist tentang shalat tasbih.

وإذا نذر الإنسان عبادة غير مشروعة، فإن نذره لا ينعقد، ولا يجب عليه الوفاء بذلك النذر، ولا يجب عليه كفارة. ودليل ذلك أن النبي – صلى الله عليه وسلم – رأى رجلا واقفا في الشمس فسأل عنه فقيل: هذا أبو إسرائيل. نذر أن يقوم في الشمس، ولا يقعد ولا يستظل، وأن يصوم. فقال النبي – صلى الله عليه وسلم – ”

مروه أن يقعد ويستظل، وأن يتم صومه ” فأمره بالوفاء بنذر العبادة المشروعة، وهو الصوم، ونهاه عن الوفاء بنذر العبادة غير المشروعة، وهي الوقوف وعدم الاستظلال، ولم يأمره بالكفارة.

Contoh lain, jika seseorang bernadhar dengan suatu ibadah yang tidak ada syari’atnya maka nadharnya tidak boleh di yakini dan tidak boleh melaksanakan nadhar tersebut, dan tidak wajib baginya kafarah (membayar denda) adapun dalilnya: bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seorang laki-laki berdiam diri dengan berdiri dibawah terik matahari, maka Rasulullah bertanya tentangnya, maka dikatakan kepada belaiu: dia itu adalah Abu Israil, dia bernadhar akan untuk berdiam diri dibawah terik matahari, tidak duduk dan tidak berteduh dan sambil berpuasa, maka Rasulullah berkata: perintahkan kepadanya untuk duduk dan berteduh (membatalkan nadharnya) dan boleh melanjutkan puasanya, dan Rasulullah melarang dari melaksanakan nadhar ibadah yang tidak ada perintah dari syariat, yaitu berdiri dan tidak berteduh, dan rasulullah tidak memrintahkan untuk mengantinya dengan kafarah.

إذا تقرر ذلك، فقد يأتي الفعل غير المشروع زيادة على الفعل المشروع، فيكون أصل الفعل مشروعا، ولكن الزيادة ليست مشروعة، فحينئذ الزيادة لا شك أنها باطلة. ولكن هل تعود على أصل الفعل بالإبطال؟ نقول: الأفعال على صنفين:

الصنف الأول: ما تكون الزيادة متصلة بالمزيد عليه، فحينئذ تبطله الزيادة، تبطل المزيد عليه.
مثال ذلك: من صلى الظهر خمس ركعات، فإن صلاته كلها باطلة؛ لأن الركعة الزائدة متصلة بالأربع النوع الثاني: زيادة منفصلة، فحينئذ لا تعود على أصل الفعل بالإبطال
مثال ذلك: من توضأ أربع مرات أربع مرات ، فالمرة الرابعة بدعة، لكن لا تعود على الغسلات الثلاث بالإبطال؛ لكونها منفصلة عنها. نعم.

Dari penjelasan diatas maka ada suatu pembahasan yaitu: menambah dalam  ibadah yang disyariatkan dengan perkara yang tidak ada syari’atnya, maka tidak diragukan lagi tambahan tersebut bathil, namun apakah ibadah tersebut menjadi batal dan tidak syah dan kita harus mengulangnya lagi, maka di sana ada dua pembahasan:

Pertama: jika tambahan tersebut bersambung lansung dengan ibadah aslinya dan terus berhubungan tanpa ada pemisah maka batAllah ibadahnya, misalnya : orang yang sholat dhuhur lima raka’at maka rakaat tambahanya membatalkan sholat tersebut karena satu rakaat tambahan tersebut bersambung lansung dengan 4 rakaat ibadah asalnya.

Kedua: jika tambahan tersebut terpisah dengan ibadah aslinya maka tidak membatalkan ibadah aslinya dan tidak harus mengulanginya dari awal, misalnya: orang yang berwudhu empat kali empat kali, maka tambahan empat tersebut bid’ah namun tidak membatalakan yang tiga kali yang merupakan ibadah asalnya, karena tambahan tersebut ada jarak dan pemisah dengan ibadah aslinya, atau misal lainya: nadhar dan puasa yang dilakukan oleh abu israil dalam hadist diatas. Bersambung kebagian kedua insya Allah (wallahu a’lam bishowab)

الحمد لله بنعمته تتم الصالحات و الصلاة و السلام على نبينا محمد و آله و صحبه اجمعين

الأحســـــاء – المملكة العربية السعوديــــــة: الجمعة :09 أغسطس 2007 م الموافق : 26 رجب 1428 هـ

Al hassa – K.S.A – :jum’at : 09 agustus 2007 M bertepatan : 26 rajab 1428 H

Diposting ulang dari Qowaidul Fiqhiyyah Al-Ustadz Sulaiman Abu Syeikha Al-Magetiy