M. Hendri Agustiawan, SH, SA

Senin, 02 April 2018

"MENGAPA ANAK BAIK BIASANYA SEMAKIN BAIK, DAN ANAK NAKAL BIASANYA SEMAKIN NAKAL"

*.*

Mari kita renungkan bersama Sabda beliau:

*عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ (رواه الترمذي)*

Dari Abdullah bin Amr, dari Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”. (HR. at-Tirmidzi)

Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga kepadanya.

Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga kepadanya.

Jika kita renungkan hadits di atas maka akan kita temukan *bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.*

Lebih jelasnya mari kita perhatikan siklus berikut:

*Siklus Anak Baik:*
Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik.

*Siklus Anak Nakal:*
Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal.

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.

Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ?
*Ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANGTUANYA.*

Anak Nakal -> *ORANGTUA RIDHO* -> *Allah Ridho* -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.

Berat...???
Iya, tapi nilai kemuliaannya sangat tinggi.
Bagaimana caranya kita sebagai orangtua bisa ridho ketika anak kita nakal?

*Ini kuncinya:*
Allah Ta'ala berfirman:

*َإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ*

Bila kalian memaafkannya... menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).

Caranya *orangtua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.*

Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, *kita menguncinya* dengan pesan dari Umar bin Khattab :
*"Jika kalian melihat anakmu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya".*

Dan berdo'alah selalu:

*اللهم أَشْهَدُكَ أنِّي رَضِيْتُ بِوَلَدِي... رِضًا تَامًّا كَامِلًا وَافِيًا فارْزُقْهُ اللّٰهُمَّ رِضَاكَ بِرِضَايَ لَهُ*

"Ya Allah, aku bersaksi bahwa aku ridho kepada anakku (dg menyebutkan nama anak) dg ridho yang paripurna, ridho yg sempurna dan ridho yg paling komplit. Maka berikanlah ya Allah keridhoan-Mu kepadanya demi ridhoku kepadanya."

Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah anak belum tau.

Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah orang tua yang tak sabar.

Tak ada anak nakal, yang ada hanyalah pendidik yang terburu-buru melihat hasil.

Dan berdo'alah selalu:

*رَبَّنَا هَبْ لَـنَا  مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا*

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

Allah satu2nya yg membolak balikan hati hambaNya. Maka mintalah kepada Dzat yg memilikinya. Lihatlah keajaibannya.

"Yaa Muqallibal Quluub, Tsabit Qalbi 'Ala Diinik'
("Wahai Dzat yang membolak - balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama - Mu)

*Semoga Allah menjadikan Anak keturunan kita termasuk anak-anak yang baik, sholeh sholehah, taat kepada Allah dan berbakti kepada orang tuanya...Aamiin.*

Rabu, 21 Februari 2018

Catatan Dari Tarim: Habib Salim Assyathiri Dalam Kenangan

Jika di dunia ini ada segelintir orang yang begitu haus akan ilmu hingga akhir hayatnya maka Habib Salim adalah salah satu diantaranya. Julukan "Rajanya Ulama" yang disematkan kepada beliau bukanlah julukan yang mengada-ngada.

Pernah ada seorang pelajar Tarim asal Prancis membawa kaset rekaman pengajian Habib Salim ke negaranya. Dalam rekaman itu Habib Salim menjelaskan tentang perang Badar selama 4 jam! Itu "Matan"-nya aja belum termasuk syarahnya! Ketika ia tunjukkan rekaman itu pada salah satu ulama Prancis, ulama itu begitu takjub lantas mengatakan:

"Pasti beliau menyampaikan semua ini dengan bantuan kitab!"

"Tidak.. Apa yang beliau sampaikan murni dari hafalannya. Ia tak memakai kitab.." Jawab pelajar tadi.

"Tidak mungkin.. Bagaimana bisa dia menghafal maklumat sebanyak itu dengan menyebutkan referensi dari puluhan kitab?" Ulama Prancis itu masih tak percaya.

Akhirnya pelajar itu menunjukkan video pengajian Habib Salim, dan betapa terkejutnya Ulama itu setelah ia benar-benar melihat Habib Salim hanya duduk diatas kursi tampa kitab apapun dan mulai menjelaskan sejarah perang Badar selama 4 jam! Ulama Prancis itu hanya bisa tercengang dan berkata :

"Aku tak yakin di zaman ini ada yang lebih alim dari beliau!"

Habib Salim memang terkenal dengan ingatan "Super" yang beliau miliki. Padahal dulu ketika masih kecil beliau juga sering lupa ketika menghafal sesuatu. Hingga suatu hari ketika beliau belajar di Mekkah, saat itu pintu Ka'bah terbuka karena Ka'bah sedang diperbaiki. Beliau masuk ke dalam Ka'bah dan mulai membaca Yasin 41x dengan niat agar Allah memberikan ia ingatan yang kuat. Sejak saat itu ia tak pernah lupa ketika menghafal suatu maklumat.

Pernah ada seorang tamu yang berkunjung ke perpustakaan pribadi Habib Salim. Perpustakaan yang dipenuhi puluhan ribu kitab itu, bisa jadi adalah salah satu yang terbesar di Yaman. Karena takjub akan banyaknya kitab di Perpustakaan itu, ia bertanya pada Habib Salim :

"Habib.. semua kitab ini sudah antum baca ?"

Beliau menjawab :

"Pertanyaanmu salah.. seharusnya kau bertanya apakah semua kitab ini sudah aku hafal?"

Beliau juga dikenal sebagai sosok yang tak pernah berhenti membaca. Beliau memiliki jadwal "wajib" membaca 5 menit sebelum tidur dan juga 5 menit ketika beliau istirahat sejenak di tikungan tangga menuju lantai atas rumahnya. Dengan cara itu beliau sudah berhasil menghatamkan puluhan kitab!

Selama berobat di Jordania beliau tak mau waktunya di rumah sakit terbuang sia-sia. Beliau minta Syaikh Aun Alqudumi menemaninya dan membacakan kitab di samping beliau selama 6 jam tanpa henti!

Beliau juga terkenal sebagai sosok yang tak pernah lelah menulis. Buku catatan beliau saja selama menuntut ilmu berhasil menjadi kitab-kitab 20 Fan dalam bentuk puluhan jilid! Catatan-catatan itu sekarang dicetak dengan nama "Assafiinah Assyatiriyah" atau "Alfawaid Assyatiriyah".  Ketika beliau tunjukkan buku catatan itu kepada sang guru Sayyid Alwi Bin Abbas Al-maliki, Sayyid Alwi terkagum-kagum dan berkata : "Tak ada seorang yang mengambil ilmu dariku melebihi dirimu."

Di sampul salah satu buku catatan itu beliau tuliskan dua buah bait :

"كتبت و أيقنت يوم كتابتي * بأن يدي تفنى و يبقى كتابها

و أعلم أن الله سائلها غدا * فياليت شعري مايكون جوابها

"Aku menulis.. dan ketika itu aku meyakini bahwa tanganku akan sirna sedangkan tulisan-nya akan tetap abadi. Aku juga tahu bahwa kelak Allah akan menanyaiku akan tulisan itu, duh entah bagaimana kelak aku akan menjawabnya."

Bagi kami Pelajar-Pelajar yang ada di Tarim, beliau adalah sosok yang tak kenal bosan dan lelah dalam menyampaikan ilmu. Dalam acara Maulid di Ribat Tarim dan Acara Maulid Masjid Jami' di bulan Rajab, beliau bisa sampai berjam-jam menyampaikan ceramah. Pelajar "payah" seperti diriku hanya bisa mendengar separuh dari ceramah beliau, sisanya "hilang" dalam alam mimpi.. hehe..

Toh padahal ketika kesehatan beliau mulai menurun, para dokter sudah melarang beliau agar tidak berceramah lebih dari 15 menit dalam sehari.

Intinya.. dalam belajar, membaca, mengajar, berdakwah, membagi waktu, beliau adalah "Ayatullah Fil Ardh". Tanda kekuasaan Allah di muka bumi ini.. dan dengan wafatnya beliau sehari yang lalu, aku hanya bisa meratap dan berharap. Berharap hari-hari indah ketika beliau masih di Tarim bisa direplay kembali. Berharap bisa menggali banyak ilmu lagi dari beliau, mendengarkan maklumat-maklumat hebat dari beliau yang tak pernah aku dengar sebelumnya dari siapapun dan tak pernah aku temukan di kitab manapun yang pernah aku baca.

Dan yang juga aku sesali.. aku belum pernah foto bersama beliau, padahal beliau paling "welcome" kalo diajak foto bareng. Konon beliau pernah berkata dengan nada bercanda:

"Sabda Nabi Saw ada dua orang yang gak pernah puas.. orang yang mencari llmu dan orang yang mencari Harta.. ada satu lagi.. orang-orang Indonesia gak pernah puas dari foto-foto" :-)

Saat catatan ini ditulis, masjid-masjid Tarim masih sibuk menggaungkan kabar wafat beliau :

"Assayyid Assyarif Al Habib Al Allamah Salim Bin Abdullah Bin Umar Assyatiri wafat di Jeddah. Takziyah akan diadakan hari ini setelah Ashar di rumah keluarganya di Khailah"

Sekali lagi.. Allah yarhamak Ya Habiib Wa Yuqoddis sirrak. Tak cukup kiranya ratusan tulisan untuk mengenang indahnya sosokmu..😞

* Tarim - Hadhramaut- Yaman. 18 Februari

Kamis, 18 Januari 2018

Sholat di masjid yang terdapat kuburan


Assalamualaikum ust
Ust boleh nanya hukum sholat di masjid yg disitu ada makamnya?🙏
Syukron jazilan ust

*Jawab :*

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته..

Sebagian orang mungkin akan melarang shalat di Masjid yang terdapat kuburan/makam, karena ada hadits :

لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد

"Allaah Ta'ala melaknat Yahudi dan Nasrani karena telah menjadikan kuburan nabi nabi mereka sebagai tempat ibadah". (Muttafaq 'alayh)

Atau juga dengan hadits, dari Abu Martsad Al Ghanawi, ia berkata : Rasulullah bersabda,

لا تصلوا إلى القبور ولا تجلسوا عليها

"Janganlah kalian shalat ke arah kubur dan janganlah kamu duduk di atas kubur." (HR. Muslim)

Kedua hadits tersebut shahih, namun pemahaman atas hadits tersebut mesti dikembalikan kepada ulama.

Sebagian ulama memahami bahwa shalat di masjid yang terdapat kuburan di dalamnya -biasanya kuburan orang shalih- adalah perkara yang mubah dan tidak membatalkan shalat.

Setidaknya hujjah mereka antara lain :

(1). Dalam bahasa Arab, kata masaajid merupakan jama' dari kata masjid. Dan kata masjid dalam bahasa Arab merupakan mashdar mimi yang bisa menunjukkan arti waktu, tempat atau tindakan. Sehingga, makna menjadikan kuburan sebagai masaajid adalah bersujud ke arahnya untuk mengagungkan dan menyembahnya. Sebagaimana perbuatan orang orang musyrik. Penafsiran ini sebagaimana dijelaskan dalam riwayat shahih yang lain dari hadits ini dalam kitab Thabaqat Al Kubra karya Ibn Sa'ad. Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi shallallaahu 'alayhi wasallam bahwa beliau bersabda :

اللهم لا تجعل قبري وثنا، لعن الله قوما اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد

"Ya Allaah, Janganlah engkau jadikan kuburanku sebagai berhala. Allaah melaknat suatu kaum yang menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai Masjid". *(HR. Ahmad No. 7358)*

Maka kalimat, "Janganlah engkau jadikan kuburanku sebagai berhala.." adalah penjelas bagi kalimat : .."menjadikan kuburan sebagai masaajid". Saat kuburan menjadi berhala, itulah makna menjadikan kuburan sebagai masjid.

(2). Pendapat Imam Al Baidhowi bahwa yang dimaksud "kuburan menjadi masjid" ialah yang benar benar bersujud kepada kuburan.

Syaikhul Islam Ibn Hajar Al Asqalani mengutip qaul Al Baidhawi :

لما كانت اليهود والنصارى يسجدون لقبور الأنبياء تعظيما لشأنهم ويجعلونها قبلة يتوجهون في الصلاة نحوها واتخذوها أوثانا لعنهم ومنع المسلمين عن مثل ذلك فأما من اتخذ مسجدا في جوار صالح وقصد التبرك بالقرب منه لا التعظيم ولا التوجه نحوه فلا يدخل في ذلك الوعيد

"Ketika orang orang Yahudi dan Nasrani sujud ke kubur para Nabi mereka karena mengagungkan mereka dan menjadikan kubur kubur itu sebagai arah kiblat, mereka beribadah menghadap ke kubur kubur itu dalam rangka ibadah dan sejenisnya. Mereka jadikan kubur kubur itu sebagai berhala, maka Rasulullaah shallallaahu 'alayhi wasallam melaknat mereka dan melarang kaum muslimin untuk melakukan seperti itu. Adapun orang yang membuat masjid di samping makam orang shalih untuk keberkahan, bukan untuk pengagungan, bukan sebagai arah ibadah dan sejenisnya, maka tidak mengapa." *(Fathul Baari Syarh Shahih Bukhari, 1/525).*

(3). Terdapat hadits Abu Bashir radhiyallaahu 'anhu, yang diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dari Ma'mar, dan Ibnu Ishaq dalam kitab As-Sirah An-Nabawiyyah; serta Musa Ibn Uqbah dalam kitab Maghazi. Ketiga ulama ini meriwayatkan dari Az-Zuhri, dari Urwah Ibn Az-Zubair, dari Miswar bin Makhramah dan Marwan Ibnul Hakam radhiyallaahu 'anhu. bahwa Abu Jandal ibn Suhail ibn Amr menguburkan jenazah Abu Bashir ra. Lalu membangun sebuah Mesjid di atas kuburannya yang terletak di Siful Bahr. Kejadian itu diketahui setidaknya oleh tiga ratus sahabat Nabi. Tidak ada riwayat bahwa sahabat mengeluarkan kuburan itu atau membongkarnya dari mesjid.

Terdapat pula hadits :

في مسجد الخيف قبر سبعين نبيا

"Dalam masjid Khaif(masjid yang berada di daerah Mina) terdapa t kuburan 70 sahabat". *(HR. Thabrani No. 13525)*.

Dalam peristiwa itu Nabi shallallaahu 'alayhi wasallam tidak memerintahkan untuk mengeluarkan kuburan, tapi membiarkan bgitu saja.

(4). Fakta bahwa kuburan Nabi shallallaahu 'alayhi wasallam pun melekat dengan masjid Nabawi di Madinah.

Abu Bakar As-Shiddiq berkata,

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : "ما دفن نبي قط إلا في مكانه الذي توفي فيه".

"Aku mendengar Rasulullaah shallallaahu 'alayhi wasallam bersabda : Tidaklah seorang Nabi disemayamkan melainkan di tempatnya meninggal dunia". *(HR. Malik No. 27)*

Dan beliau shallallaahu 'alayhi wasallam wafat di dalam kamarnya.

Hal ini didukung juga dengan pengakuan tujuh ahli fikih Madinah (fuqoha sab'ah) yang menyetujui untuk dimasukkannya rumah Sayyidah Aisyah ke dalam masjid Nabawi pada tahun 88 H.

Dari pembahasan di atas jelaslah bahwa shalat di masjid yang ada kuburan di dalamnya tidak terlarang. Apalagi terdapat dinding dan jarak antara kubur dengan masjid. Yang terlarang adalah menjadikan kubur sebagai masjid, dan shalat menghadap kubur, karena mengandung syirik mempersekutukan Allaah.

Wallaahu a'lam.

💎 Pengasuh Tanya Jawab : Ust. Rivaldy Abdullah

Ngaji FIQH
https://telegram.me/ngajifiqh

Minggu, 07 Januari 2018

KANTONG BOCOR

*اَلسَّــلاَمُ عَـلَـيْـكُمْ وَرَحْـمَـةُ اللَّهِ وَبَـرَكَاتُـهُ*

KANTONG BOCOR

Imam mesjidil haram almakki dalam khutbahnya mengatakan:

إحذروا الكيس المثقوب

Hati-hati dengan kantong yg bocor

" تتوضأ أحسن وضوء " لكــن. .. تسرف في الماء' كيس مثقْوب

Engkau telah berwudhu dgn sebaik-baik wudhu akan tetapi engkau boros memakai air, (itu sama dengan)
kantong bocor

" تتصدق عَلى الفقراء بمبلغ ثم .. تذلهم وتضايقهم *كيس مثقْوب.

Engkau bersedekah kepada fakir miskin kemudian, engkau menghina dan menyulitkan mereka, (itu seperti)
kantong bocor

تقوم الليل وتصوم النهار وتطيع ربك" لكــن. .. قاطع الرحم كيس مثقْوب

Engkau sholat malam hari, puasa di siang hari,  dan mentaati tuhanmu,  tapi engkau memutuskan (tali) silaturrahmi, (jelas itu adalah)
kantong bocor

تصوم وتصبر عَلى الجوع و العطش" لكـن .. تسب وتشتم وتلعن كيس مثقْوب

Engkau sabar dengan haus dan lapar,  tapi engkau menghina dan mencaci, (sama dengan)
kantong bocor

" تلبسين الطرحه والعباية فوق الملابس "لكـن .. العطر فواح كيس مثقْوب

Engkau memakai baju kerudung dan kebaya,  tapi minyak Wangi menyengat, (itu)
kantong bocor

تكرم ضيفك وتحسن إليه لكـن .. بعد خروجه تغتابه وتخرج مساوئه كيس مثقْوب

Engkau memuliakan tamumu dan berbuat baik kepadanya,  tapi setelah dia pergi engkau menggunjingkanya, (sungguh itu)
kantong bocor

أخيرا ً لا تجمعوا حسناتكم في كيس مثقْوب . تجمعوها بصعوبة من جهة .. ثم تسقط بسهولة من جهه أخرى..
يا رب اسألك لي ولأحبتي الهداية والغفران .

Pada akhirnya engkau hanya mengumpulkan kebaikanmu dalam kantong bocor,  satu sisi engkau mengumpulkan dengan susah payah kemudian engkau menjatuhkannya dg mudah di sisi lain.

Ya Rabb, kami mohon hidayah dan ampunan atas kami dan orang-orang yg kami cintai

عجائب الشعب العربي :

Keganjilan-keganjilan orang-orang Arab (secara khusus dan kaum muslimin umumnya)

1- لايستطيع السفر للحج لأن تكلفة الحج مرتفعه .. لكن يستطيع السفر رغبةً في تغيير الجو !
ألا إن سلعة الله غالية

1. Tidak mampu pergi haji karna biayanya besar,  akan tetapi sanggup pergi wisata mengganti suasana,
bukankah perdagangan Allah itu mahal

2- لايستطيع شراء الأضحية لغلاء السعر لكن يستطيع شراء آيفون لمواكبة الموضة.
ألا إن سلعة اللَّـه غالية

2. Tidak sanggup membeli hewan qurban karna harganya yg mahal,  tapi sanggup membeli iPhone sekedar ganti model. 
bukankah perdagangan Allah itu mahal

3- يستطيع قراءة محادثات تصل إلى ١٠٠ محادثه في اليوم ..
ولا يستطيع قراءة ١٠ آيات من القرآن بحجة ليس لديه وقت لقراءة القرآن
ألا إن سلعة الله غالية

Sanggup membaca chatingan hingga seratus percakapan tiap hari,  namun tidak sanggup membaca 10 ayat alquran  dengan dalih tiada waktu yg cukup untuk membaca.
bukankah perdagangan Allah itu mahal

قليل من سيرسلها لأنه يشعر بالحرج .

Sedikit yg mau menyebarkannya/ men share karena merasa berat..

تخيل ان الله يراك وانت تنشرها لاجله.

Angankan di benakmu bahwa Allah selalu melihatmu.. Dan engkau menyebarkannya karenaNya..

اذا اعجبتك الفكرة ..  فانشرها .
وإذا لم تعجبك .. فمر كأنك لم ترى شيئا.

Jika engkau terpanggil sebab tulisan ini maka sebarkanlah.. Namun jika tidak maka anggap engkau tidak pernah lihat..

يارب من يرسلها ترزقه من حيث لايحتسب

Ya Robb... Siapa yg mau menshare tulisan ini berilah rizki dari arah yg tidak disangka-sangka..

Sabtu, 30 Desember 2017

SERIAL QIRA'AT Imam Ibnu Amir

باب الإستـعاذة
الإستعاذة مطلوبة لمن يريد القراءة.  وصيغتها المختارة (أعوذ بالله من الشيطان الرجيم). واختلف العلماء فى حكمها، هل هى مستحب أم واجب ؟ فالأرجح هو الأول.

BAB ISTI'ADZAH
Bacaan ta'awudz merupakan hal yang dianjurkan. Adapun untuk redaksiny adalah أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. Mengenai hkumnya ada perbedaan diantara ulama antara sunnah atau wajib. Adapun yg sunnah merupakan pndapat yg lbh kuat
 
*باب البسملة*
الجمع بين السورتين له ثلاثة أوجه: وهى
1. الفصل بين السورتين بالبسملة مع ثلاثة أوجه، وهو المقدم عند أهل الأداء. وكيفية الأدء بها قد ذكرت من قبل في منهج قالون، أنظرها.
2. السكت من غير بسملة، وكيفية الأداء بها أن تسكت لحظة لطيفة من غير تنفس بمقدار حركتين، ثم تبدأ بأول السورمن غير بسملة.
3. الوصل بلا بسملة، وهو أن تصل بين السورتين من غير بسملة.
واختار أهل الأداء لمن يسكت بين السورتين البسملة في الأربع الزهر (القيامة، البلد، التطفيف، والهمزة) ولمن يصل بينهما السكت بينهما.
Terkait dalam bab basmalah ada keterangan yg sudah dtuturkan sbgmana dlm pembahasan imam qolun.
👉 Dan dtambah dengan saktah tanpa basmalah. Detail aplikasiny adalah berhenti sjenak tanpa nafas seukuran dua harakat kemudian memulai ke awal surat tanpa basmalah
👉 kemudian washl tanpa basmalah

Yang dipilih oleh para praktisi qira'at trkait saktah dan wasl pda surat qiyamah, albalad, almuthoffifin, dan alhumazah

والجمع بين الناس والفاتحة، فكل القراء يبسملون وجها واحدا فقط،
وكذا الوصل آخر السورة بأولها كمن يكرر سورة الإخلاص، وكذلك أيضا الجمع بين السورة بما فوقها،
فإن البسملة متعينة لجميع القراء سوى براءة والأنفال، فلهم  فيهما ثلاثة أوجه: القطع والسكت والوصل، وكل ذلك بلا بسملة.
Adapun mengenai mengumpulkan antara annas dngan alfatihah setiap qurro membca basmalah dngan satu wajah satu bgt jga wasl pda akhir surat untuk kembali ke awal lg seperti mengulang2 surat, dan masih sma caranya ketika mengumpulkan antara satu surat dngan surat atasnya. Karena keterkaitan basmalah itu dtentukan oleh para qurro kecuali  attaubah dan alanfal, antara dua surat ini ada 3 wajah, memutus, saktah, dan wasl smuany tanpa basmalah

*باب المــد*
BAB MAD

قرأ بتوسط المنفصل والمتصل، مثل: (يآيها الذين آمنو، وجآء)

Antara mad wajib muttasil dan mad jaiz munfasil membca 4 harokat

*باب الهـمزتين فى كلـمة*

BAB TENTANG DUA HAMZAH DALAM SATU KALIMAT

إذااجتمعت الهمزتان المفتوحتان في كلمة واحدة، مثل:(أأنذرتهم، أألد)
فلهشام وجهان :
التحقيق مع إدخال ألف بينهما،
والتسهيل مع الإدخال.
ketika sama2 fathah maka ada 2 macam cara
Yaitu dengan tahqiq dsertai memasukkan alif diantara keduanya dan slanjutnya dngan tashil dertai memasukkan

أماإذا كانت الهمزتان المجتمعتان في كلمة واحدة، بأن كانت الأولى مفتوحة، والثانية مضمومة، فلهشام فيهاوجهان: تحقيق الهمزتين مع الإدخال،
وتحقيق مع عدم الإدخال، مثل: (أؤنبئكم ).

Ketika yg pertama fathah
Dan yg kedua adalah dlommah
Maka ada dua bacaan
Tahqiq dengan memasukkan dan tahqiq tanpa memasukkan

وأما في (أأنزل، وأألقي) فله ثلاثة أوجه: وهى
1،2 تحقيق الهمزة وتسهيلها مع الإدخال،
3 تحقيق الهمزة مع عدم الإدخال

Rincian kasus yg sama mempunyai macam yg berbeda dalam pembacaan....ada tiga macam

أما إذا اجتمعت الهمزتان، بأن كانت الأولى مفتوحة والثانية مكسورة،
فليس لهشام فيها قاعدة مطردة حيث يدخل ألفا بين الهمزتين في بعض الكلمات قولا واحدا،
ويدخل ألفا بخلف عنه في كلمات أخرى.

Ketika yg pertama fathah
Dan yg kedua kasroh
Dalam satu tempat bsa hnya satu macam bacaan yaitu dngan memasukkan alif tapi dalam kasus lain bsa dua yaitu dngan memasukkan dan tanpa memasukkan

الكلمات التي أدخل فيها ألفا بين الهمزتين قولا واحدا :
أئنكم لتأتون الرجال – الأعراف والعنكبوت.
أئن لنا لأجرا –الأعراف والشعراء.
أإذا كنا ترابا أئنا – الرعد.
أإذا كنا عظاما ورفاتا – الإسراء.
أإذا ما مت – مريم.
أإذا كنا ترابا وعظاما أئنا لمبعوثون – الصافات.
أئذا كنا ترابا وعظاما أئنا لمدينون- أئنك – أئفكا –  الصافات.  أئذا كنا ترابا وعظاما أئنا لمبعوثون – الواقعة.
أئنكم لتكفرون – فصلت.

Contoh di atas yg satu macam bacaan

الكلمات التي فيها تحقيق الهمزة وتسهيلها مع الإدخال:
أئنا لمبعوثون – المؤمنون.
أإذا كنا ترابا وآبآؤنا أئنا لمخرجون – النمل.
أئنا لفي خلق جديد – السجدة.
أئنا لمردودون في الحافرة – النازعات.
الكلمات التي فيها الوجهان: الإدخال وعدمه:
أئنكم لتشهدون – الأنعام.
أئنك لأنت يوسف – يوسف.
أئنكم – النمل.
أإله مع الله - كله في النمل.
أئن ذكرتم – يس.
ويقولون أئنا لتاركوا آلهتنا لشاعر مجنون- الصافات.
أئذا متنا – ق.

Contoh di atas yg dua macam bacaan

قرأ ابن عامر همزة استفهام في المواضع التالية خلافا لحفص :
Beberapa contoh bacaan tentang hamzah istifham, imam ibnu amir mempunyai perbdaan dngan hafs

1. أآمنتم – الأعراف، طه، الشعراء. وروي عن هشام تسهيل الهمزة الثانية من دون إدخال بينهما.

Diriwayatkan oleh hisyam cntoh di atas dngan membca tashil tanpa memasukkan alif

2. أأعجمي – أسقط هشام همزة الاستفهام من كلمة (أأعجمي) وروى عن ابن ذكوان بتسهيل الهمزة الثانية كحفص.
Dalam cntoh di atas hisyam membca dngan menggugurkan hamzahny. Adapun didapati riwayat ibnu dzakwan dngan tashil sprti hafs

3. أأذهبتم – الأحقاف، زاد فيها ابن عامر همزة استفهام.  ولهشام فيها حسب قاعدته :إدخال الف بين الهمزتين مع تحقيق الثانية وتسهيلها.
Dlam cntoh di atas ibnu amir menambahkan hamzah istifham...shingga ada knskwensi untuk hisyam dsesuaikan dngan kaidah tentang dua hamzah yaitu dngan memasukkan ali dsertai tahqiq dan tashil hruf kedua

4. أن كان - سورة القلم – زاد ابن عامر همزة الاستفهام قبل (أن). ولهشام فيها : الإدخال مع التسهيل فقط ولابن ذكوان التسهيل من غير إدخال.
Cntoh di atas ibnu amir menambah hamzah istifham. Adapun hisyam membca dngan tashil dan memasukkan saja...sdangkan ibnu dzakwan tashil tanpa memasukkan
 
5. أآلهتنا - سهل الهمزة الثانية ابن عامر من دون إدخال الف بينهما، وأئمة – روي عن هشام تحقيق الهمزة الثانية مع الإدخال وعدمه.

Contoh
أآلهتنا
Ibnu amir membaca tashil kedua tanpa memasukkan

Contoh أئمة
Membca tahqiq kedua dsertai memasukkan dan tanpa memasukkan bgi hisyam

Biografi

*LAMPIRAN*
*ابـن عامـــر الشامى*
هو عبد الله بن عامر بن يزيد بن تميم بن ربيعة بن عامر اليحصبى – بتثليث الصاد – نسبة إلى يحصب بن دهمان، وكنيته أبو عمران، وهو أحسن القرآء السبعة وأعلاهم سندا، ولد سنة إحدى وعشرون من الهجرة.
ولجلالته فى العلم والإتقان جمع له الخليفة بين القضاء والإمامة ومشيخة الإقراء بدمشق، وتوفى بدمشق يوم عاشوراء سنة ثمان عشرة ومائة.
وله راويان : هشام وابن ذكوان.
1.هشــام :
هو هشام بن عمار بن نصير بن مسيرة السلمى الدمشقى، وكنيته أبو الوليد، وهو إمام أهل دمشق وخطيبهم ومقرئهم ومحدثهم ومفتيهم مع الثقة والضبط والعدالة، وكان فصيحا علامة واسع العلم والرواية والدراية، وتوفى هشام سنة خمس وأربعين ومائتين.
2.ابـن ذكـوان :
هو عبد الله بن أحمد بن بشر- ويقال بشير- ابن ذكوان بن عمرو، وكنيته أبو محمد، وقيل أبو عمرو الدمشقى.
ولد يوم عاشوراء سنة ثلاث وسبعين ومائة، وهو إمام شهير ثقة، شيخ الإقراء بالشام، وإمام جامع دمشق، انتهت اليه مشيخة الإقراء بدمشق بعد هشام، وتوفى يوم الإثنين بقيتا من شوال سنة وأربعين ومائتين.

PANDANGAN AS-SUYUTHI TTNG MENGAMALKAN HADITS DLO'IF


by alfasiry_

Mengenai masalah mengamalkan hadits dho’if, Imam Ibnu Sholah (557-643 H), Imam Nawawi (631-676 H),  al-Hafidz Ibnu Hajar (773-852 H) dan Imam Suyuthi (849-911 H) merupakan satu paket manhaj yang sama dan saling melengkapi.

Kitab ulumul hadits yang disusun oleh Imam Ibnu Sholah pada abad ke 7 secara brilian memaparkan teori lengkap mengenai ilmu hadits baik diroyah maupun riwayah. Kitab ini disederhanakan setelah puluhan tahun kemudian oleh Imam Nawawi supaya ringkas dan mudah dipahami yang diberi nama at-taqrib wat-taisir. Kemudian Imam Suyuthi dipenghujung abad 9  menulis syarah dari ringkasan an-Nawawi ini dan diberi nama Tadribur-Rawi syarhu taqrib an-Nawawi. As-Suyuthi dalam kitab syarahnya tersebut seringkali merujuk dan menukil pemikiran ilmu hadits dari fakar hadits yang disebutnya sebagai syeikhul Islam. Dan yang dimaksudkan beliau dengan sebutan tersebut tidak lain kecuali al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani.

Jika kita  baca kitab tadribur-Rawi, kita pasti menemukan sebutan Syeikh, Mushonnif dan Syeikhul Islam didalamnya.

Sebutan Syeikh dimaksudkan as-Suyuthi kepada Imam Ibnu Sholah. Sebutan Mushonnif dimaksudkan kepada Imam Nawawi sedang yang dimaksud dengan sebutan Syeikhul Islam adalah al-Hafidz Ibnu Hajar.
Dalam kitab Tadribur-Rawi 1/360, Imam Suyuthi membuat satu judul khusus yaitu,

شروط العمل بالأحاديث الضعيفة
_“Syarat-syarat mengamalkan hadits dlo’if”_

Dalam bab ini dijelaskan oleh beliau pandangan Ibnu Sholah yang telah diringkas Imam Nawawi kemudian diberi penjelasan/perbandingan pendapat yang di konversikan dengan pandangan Ibnu Hajar.

Berikut ini terjemahan bebas syarah Imam Suyuthi:

“Menurut Ahli Hadits dan yang lainnya dibolehkan tasahul (bersikap lunak) terhadap sanad hadits dloif serta periwayatan selain yang Maudlu’ dari hadits dlo’if. Serta (dibolehkan) mengamalkannya tanpa menjelaskan kedloifannya dalam hal selain yang berkaitan dengan Aqidah (sifat Allah ta’ala, yang jaiz maupun yang mustahil bagi-Nya) penafsiran kalam-Nya, atau Hukum-hukum seperti halal dan haram dan sebagainya.

Hadits dloif yang dibolehkan diatas seputar, kisah-kisah, fadlo’il amal dan nashihat.

Diantara muhadits yang berpandangan demikian seperti Imam Ahmad bin Hanbal, Ibnu Mahdi dan Ibnul Mubarok. Mereka berkata:

إِذَا رُوِّينَا فِي الْحَلَالِ وَالْحَرَامِ شَدَّدْنَا، وَإِذَا رُوِّينَا فِي الْفَضَائِلِ وَنَحْوِهَا تَسَاهَلْنَا.
_Jika kami meriwayatkan hadits tentang halal dan haram, maka kami bersikap keras. Sedang jika kami meriwayatkan mengenai fadloil amal dan sebangsanya, kami bersikap lunak.”_

As-Suyuthi memberi penjelasan, bahwa Ibnu Sholah dan Imam Nawawi tidak menyebutkan syarat bolehnya meriwayatkan dan mengamalkan hadits dlo’if selain apa yang telah disebutkan diatas. Yaitu selama bukan hadits maudlu’ dan hanya berkaitan dengan fadloil amal atau sejenisnya.

Sementara Ibnu Hajar al-Asqolani merinci persyaratan ini menjadi 3 yaitu:

1. Kedloifan haditsnya ringan/tidak berat. Dengan demikian tidak termasuk hadits yang diriwayatkan tunggal melalui rawi pendusta, dituduh dusta dan yang kentara/sangat kekeliruannya. (al-Ula’i  menukil ini sebagai kesepakatan para muhaddits)
2. Hadits dloif tersebut berada dibawah dasar amalan yang dilegalkan syari’at.
3. Tidak meyakini benarnya/tetapnya hadits dloif tersebut ketika diamalkan, hanya sekedar kehati-hatian saja.

Persyaratan yang dirinci Ibnu Hajar ini disepakati as-Suyuthi dan beliau tidak mengkritisinya sedikitpun.

Demikianlah tinjauan sederhana mengenai pandangan Imam Suyuthi mengenai Hukum mengamalkan hadits Dho’if.

Allahu A’lam

Tips mrndalami madhab syafi'i

**Santri yang mau mendalami fiqh Mazhab Syafi'i menurut penulis kitab Madkhol ila mazhab Syafi'i :*
* Lihat hal 559.

1. Jika baru mau mulai, silahkan hadapkan diri pada kitab-kitab kontemporer seperti fiqh manhazi. (Tradisi di pesantren kita biasanya memulai dari safinah, ke taqrib kemudian fathul mu'in).

2. Jika ingin mengetahui sudut pandang kalangan syafiiyah dalam topik2 tertentu silahkan baca tulisan kitab-kitab yang topiknya khusus, seperti masalah terawih dan maulid dari imam suyuthi.

3. Jika tujuannya pengem tahu argumen2 kalangan elit syafiiyah, dan diskusi mereka dalam menyanggah argumen mazhab lain, boleh tengok kitab-kitab muqoron syafiiyah seperti al-Hawi dan Majmu'.

4. Jika kepengen memantapkan pengetahuan terhadap fatwa2 mu'tamad kalangan syafiiyah silahkan tengok kitab2 imam Rofe'i dan Nawawi, disamping mendahulukan imam nawawi jika terjadi perbedaan antara kedua imam tersebut.

Jika ternyata dalam karya2 dua imam diatas, permasalahan tidak dijumpai atau kurang jelas, lanjutkan pencarian ke tulisan2 ibn hajar dan ar-Romli, khususnya dua syarah mereka untuk minhaz tholibin, disini boleh memilih pendapat siapa saja tanpa ada yang harus didahulukan ibnu hajar atau ar-romli.

Jika ternyata tidak dijumpai juga dalam karya2 ibnu hajar dan ar-Romli, lanjutkan pencarian ke hawasyi-hawasyi yang ditulis pada periode ke lima dalam perkembangam mazhab Syafi'i, disini juga tanpa mengutamakan pendapat siapa2, kelasnya satu level.

5. Jika ingin mantap dengan bagaimana cara pandang Imam Syafi'i serta argumen2nya dalam mazhab zadid beliau, silahkan tengok karya-karya Imam Syafi'i yang tercetak dan dapat dijumpai ditoko2 seperti al-Umm dan pelengkap2 untuk kitab induk tersebut. Untuk menambah faidah silahkan di dampingi kitab2 hafidz baihaqi untuk mengetahui kualitas hadis dan atsar.